16. am i worthy?
[]
Raka tadinya sudah hampir terlarut dalam mimpi sebelum dia dikejutkan dengan suara gebrakan pada pintu kamarnya yang membuat Raka kontan mendudukkan diri dengan bingung dan terkejut. Suara pukulan pada pintu kamarnya yang masih terdengar membuat Raka mau nggak mau turun dari kasur dan membuka pintu.
Mendapati Ghea yang berdiri, mengalungi selimut dan mendekap gulingnya.
"Kenapa?" Raka bertanya heran.
Sambil membuang muka, Ghea berujar, "Mau tidur bareng."
Raka mengerjap, memastikan kalau dia nggak salah dengar. "Gimana?"
"Ish, conge ya lo?!" gerutu Ghea, merengut dengan tatapan matanya yang nggak bisa fokus ke satu arah, kelihatan banget kalau lagi nahan salah tingkah.
"Kamu ... mau tidur bareng? Beneran?"
"Ya udah kalau nggak mau!" Ghea berseru kemudian berbalik hendak masuk kembali ke kamarnya, tapi Raka buru-buru menahan.
"Mau!" Raka meraih pundak Ghea dan membawanya masuk ke dalam kamar, membuat Ghea menoleh dengan ekspresi bingung.
"Ya tapi nggak usah dorong-dorong begini!" Ghea bergeser hingga tangan Raka turun dari pundaknya.
Raka tersenyum. "Kenapa tiba-tiba mau tidur bareng?"
"Biar lo nggak ngenes."
Raka masih tersenyum. "Setiap hari 'kan?"
"Nggak! Malem ini doang!"
"Kenapa? Setiap hari juga boleh."
"Udahlah, lo mau tidur nggak? Gue udah ngantuk, mau tidur!" Ghea berkilah, tak menggubris ucapan Raka. Perempuan yang masih berkalung selimut itu mengambil tempat tidur di sisi kiri ranjang.
Lalu Raka mengikuti di sisi ranjang yang lain. Ghea berbaring memunggungi dengan memeluk gulingnya, sedangkan Raka berbaring menghadap Ghea yang memunggunginya.
Raka tadinya sudah mengantuk dan hampir tertidur, tapi sekarang tiba-tiba dia kehilangan kantuknya, dia masih setia memperhatikan Ghea yang sepertinya belum tidur sebab masih bergerak-gerak.
Raka mengembuskan napas panjang, kemudian mengubah posisinya menjadi terlentang, kedua tangannya dia silangkan di belakang kepala sebagai tumpuan. Sesekali Raka melirik Ghea, kemudian kembali hanyut pada isi kepalanya.
Sebab tak kunjung mengantuk, Raka kemudian mengambil ponselnya, iseng membuka Instagram untuk mencari rasa kantuk, tapi bukannya mengantuk, Raka justru dibuat melotot tak percaya ketika niat isengnya justru membawa Raka pada sesuatu yang sebelumnya nggak pernah dia sangka.
Is it true? batin Raka, menoleh pada Ghea.
Raka pikir, perempuan di sampingnya itu sudah tidur, sebab tampak anteng dan tenang, jadi Raka iseng memanggil, "Ghea?"
Diluar dugaan Raka, Ghea menyahut, "Hng?" Seraya menoleh, kemudian dia berbalik menghadap Raka masih dengan memeluk guling.
"Loh, aku kira udah tidur?" Raka mengembalikan ponselnya, kemudian mengubah posisi, hingga mereka saling berhadap-hadapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
It Called Love
RomanceJudul awal; What? Married?! REMAKE VERSION - FOLLOW SEBELUM MEMBACA. *** Nggak pernah sekalipun terlintas di benak Ghea, jika dia akan menikah di usia muda. Namun perjodohan menyeretnya pada sebuah pernikahan tak diinginkan bersama seorang pria be...
