"sunoo!!!" Niki menepuk tangan sunoo yang sedang menyendok makanan
" Kenapa kau memukul tangan ku?!”
" Itu makanan basi, buat apa kau memakan nyaa" Niki dengan cepat mengambil makanan itu kemudian membuang nya ketempat sampah
" Perasaan aku baru beli deh, udah basi aja"
" Lain kali kau tanya dulu dengan ku, kalau kau sakit gimana?"
" Ngomel trusss, yaudah kau duduk di sana saja aku akan mengerjakan kerjaan ku" sunoo membantu Niki memindahkan makanan kemeja yang ada dalam ruangannya kemudian ia kembali ke meja kerja nya
" Setelah ini kita kerumah ku yaa, aku mau mengenalkan mu pada ayahku"
Sunoo melotot mendengarkan perkataan Niki, pasalnya ia belum pernah di ajak Niki untuk bertemu ayah nya
"Apa aku harus pulang dan ganti baju dulu?, Seperti nya aku bau"
" Sudah ku katakan kau tak pernah bau, kau selalu wangi, kau ini tak percaya dengan ku" Niki berjalan kearah sunoo lalu mencium pipi sunoo
" Jangan ganggu aku"
Namun Niki tetap menciumi pipi sunoo lalu iya mencium leher sunoo dan menggigit nya sehingga meninggalkan bekas kemerahan
" Niki!!! Ishhh bagaimana ini leher ku merah, Niki kau ini nakal sekali" sunoo memukul lengan Niki lalu mengusap usap leher nya
" Yaudah kalau merah tak usah bertemu ayah ku, kita bisa menemui nya Minggu depan" Niki segera mengangkat tubuh sunoo ke atas meja dan mendudukkannya, Niki mengunci badan sunoo
Dengan gerakan pelan Niki melumat bibir sunoo lembut menikmati rasa manis yang ada pada bibir kenyal itu, ia sedikit menggigit bibir sunoo agar sunoo mau membuka mulut nya lalu memainkan lidah nya, mereka beradu di dalam nya Niki menyedot mulut sunoo karna merasa tak puas
Sunoo sudah kehilangan oksigen lalu menepuk nepuk dada Niki, Niki pun melepaskan nya
" Ini kantor, jangan berbuat sembarangan nanti bawahan ku melihat nya"
"Kalau begitu dirumah saja"
Sunoo langsung menarik Niki dan melumat bibir Niki, ia menjilati bibir Niki yang merah, mereka melepaskan tautannya dan Niki membersihkan Saliva yang sedikit keluar di bibir sunoo dengan ibu jari nya kemudian ia menjilat nya lalu tersenyum puas
" Aku tau kau lelah melakukannya, tapi aku sengaja agar kau mau menciumku hahaha"
Sunoo menatap Niki kesal dan turun dari meja
☁️☁️☁️
" Niki bangun, ayo kita pulang aku sudah sangat lelah" sunoo dengan gerakan lemas nya jalan mendekati Niki yang tertidur di sofa
" Kau sudah selesai?, Kemarilah biar ku gendong"
" Tak usah Niki, nanti banyak yang melihatnya"
" Ini sudah larut tidak ada siapa siapa di kantor ini selain kita berdua" ucap Niki dengan suara berat nya
" Oh ya sudah, kau kuat mengangkat ku kan?"
Tanpa menjawab Niki langsung menggendong sunoo di punggung nya, sunoo tersenyum sembari memeluk leher Niki dan bersandar di kepala Niki
"Kau mau makan?" Tanya Niki
" Aku sudah tak berfikir kesana, yang ku butuhkan adalah mandi dan tidur"
"Tidur lah di mobil biar aku saja yang menyetir"
" Aku tidak bisa membiarkan mu menyetir sendirian" sunoo mengecup telinga Niki lalu Niki menoleh dan refleks sunoo jadi mencium pipi Niki, Niki tersenyum menang kapan lagi dapat ciuman dari sunoo secara cuma cuma tanpa di minta
KAMU SEDANG MEMBACA
HYACINTH
Romansa" jangan lepaskan tanganku" aroma bunga hyacinth bertebaran di seluruh ruangan yang berlumuran darah, seorang pria manis tergeletak di sofa dengan tangan yang berlumuran darah " Nishimura riki, hanya kamu yang bisa menyelamatkan ku, tolong aku aku...
