Hari kelahiran

19 2 0
                                        

Ready?Go!!!!
Happy reading

Spoiler sedikit ya: Chapter berikut nya,semua konflik yang aku buat akan terselesaikan.Apa pembaca sudah siap menuju perpisahan?

Menulis karya ini nyata dari pemikiran ku dan penuh dengan lika-liku nya ayok dong bantu komen🥺biar aku tau sesuai ekspektasi kalian juga/tidak ya🤗

Pokoknya chapter ini aku buat mencengangkan dan menegangkan!!!!!! Ayok komen dan votenya ya🥺🥺🥺🥺🥺🤧🔥

******
Hari kelahiran, kebanyakan anak merayakan ulang tahun bersama keluarga namun berbeda dengan Kenni.Dari kecil keluarganya tak pernah bisa utuh mulai dari kesibukan Saputra yang merebut kasih sayang mama terhadap nya dengan ditinggalkan di Bandung bersama nenek.Dahulu Kanisha kecil selalu memberikan beberapa debu yang dihamburkan ke rambut Kenni dan tak segan untuk mengejar juga menikam nya seperti buaya yang kelaparan.Tawa saat masa kecil adalah hal yang paling dirindukan.

"Kenni!"panggil Margaret.

Kenni tersadar dari lamunannya.Margaret menuju dapur dengan wajah yang masih pucat.

"Mama,Jangan banyak gerak masih sakit!"ujar Kenni.

Margaret tersenyum."Mama sehat.Anak mama sedang masak apa?"

"Aku hanya panaskan masakan seseorang ma."

"Seseorang nya Kanisha."

"Mama,salah!"

"Siapa?Anak mama sudah punya pacar lagi tapi rahasia-rahasia nih."

"Enggak ma,masa sama mama sendiri main rahasia.Jadi Ken sudah menemukan wanita yang mirip sama mama.Kali ini Ken yakin dan bertekad bisa sampai pelaminan."

"Apa deh anak mama yang kecil bahas nya pelaminan,"tawa Margaret.

"Daripada Ken kayak papa dekat sama wanita tanpa status ujung-ujungnya nyakitin lebih baik Ken menghalalkan salah satu dari mereka biar Ken bisa belajar tanggung jawab."

"Ken,mama usul kalian diikat aja dahulu dengan bertunangan.Menikah bukan hanya soalan yang mudah terutama akan banyak masalah kalau bisa kamu punya pekerjaan tetap,makan cinta aja ga akan cukup Ken."

"Iya ma.Kenni akan pikirkan lagi padahal niatnya cepat kasih mama cucu berpacu sama waktu juga,mama udah menua."

Margaret mencubit pipi Kenni."Mama masih mau beri Kenni kasih sayang kalau nanti ada cucu pasti beda.Pikirkan aja ya yang mama bilang tadi,apa pun bahagia nya kamu artinya bahagia mama juga."

"Iya ma."

Kenni masuk ke kamar,mengemas baju, celana dan kebutuhan lain yang akan ia bawa.Kenni sudah memesan tiket secara online.Persiapan sudah selesai.

"Assalamualaikum!"ucap seseorang.

Margaret membuka pintu.Ternyata Kanisha yang datang dan disambut dengan pelukan hangat kemudian langsung dipersilahkan masuk.

"Apa kabar tante?Apa rumah nya nyaman?maaf ya kecil soalnya Kanisha juga sudah sempat cari-cari dan cuma nemu ini yang kosong."ujar Kanisha.

"Gapapa kok.Asal nyaman dan aman sudah terbaik buat Tante, makasih ya kamu sudah mau bantu,"

"Oh ya Kanisha bawa makanan buat Tante.Bunda yang masak ada salam juga buat Tante."

"Salam balik ya.Ajak aja bunda kesini biar bisa makan bareng."

Kanisha tersenyum."Bunda lumayan repot soalnya dua Minggu lagi Kanisha mau ikut kak Nabil jadi Bunda harus mengurus butik secara full di Minggu terakhir."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FAKBOYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang