18+
Ditengah krisis kepercayaan akan cinta dan trauma yang Bian alami, Januar-seseorang dari masa lalu Bian-hadir menawarkan kisah cinta indah nan romantis.
***
Pertemuan Fabiane Alexandra dan Januar Liem di acara reuni SMP membuat keduanya terlibat...
Di hari liburnya Bian memilih untuk tidak melakukan apapun, sejak bangun tidur hingga saat ini yang dilakukannya hanyalah berbaring di sofa dengan televisi yang menyala sementara perhatiannya fokus pada ponselnya. Sudah lama ia tidak berselancar di media sosial karena kehidupannya yang begitu sibuk, Bian akhirnya memutuskan untuk memposting foto dirinya yang diambil saat berlibur ke Bali beberapa bulan yang lalu.
Belum sampai satu jam, notifikasinya sudah dipenuhi dengan pemberitahuan like dan berbagai macam komentar yang masuk di unggahan foto terbarunya. Namun yang menyita perhatian Bian adalah ketika pengguna dengan nama @Januarliem menyukai postingannya, ia lalu membuka profil milik Januar dan lelaki itu ternyata sudah mengikutinya sejak lama, Bian pun menekan tombol untuk mengikuti balik.
Sejenak ia melihat-lihat unggahan foto di akun milik Januar, kebanyakan foto yang diunggahnya adalah pemandangan. Namun, yang menyita perhatian Bian adalah dua foto Januar bersama dua wanita yang berbeda. Satu bersurai hitam panjang dengan wajah Asia dan memiliki sedikit kemiripan dengan Januar, satunya lagi berambut pirang dan memiliki wajah kebulean. Bian memperhatian kedua foto itu dengan lekat. Siapa gerangan dua wanita ini?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bian beralih membuka aplikasi pesannya ketika ada pemberitahuan namanya yang disebut dalam pesan di grup SMP kelas 7. Ia melihat sudah ada ratusan pesan yang masuk dan karena malas membacanya satu per satu, Bian langsung lompat menuju pesan yang menyebut dirinya.
(@bian kan ketua kelasnya, jadi mending bian aja yang suruh chat Januar. Bian punya kontaknya kan?)
Dahi Fabiane mengerut kala melihat nama Januar dan dirinya disebut sementara dia tidak tahu konteks pembahasan mereka.
(Hah ada apa ini??)
(Nah itu anaknya nongol.)
(Nanti malem alumni 7-A mau pada ngumpul. Lo bisa dateng kan?)
(Tumben ...)
(Nggak tau nih Marcel kesurupan apa tiba-tiba ngajak ngumpul.)
(Mumpung Stasya lagi di Indo juga jadi sekalian ketemu, pas reuni kemaren kan anak 7-A banyak yang nggak bisa dateng.)
Stasya. Bian memikirkan nama itu sejenak. Dulu ia sangat akrab dengannya, bahkan bisa dibilang mereka seperti sepasang sepatu yang ke mana-mana selalu berdua tetapi karena suatu hal akhirnya hubungan mereka kurang baik. Namun itu dulu, saat ini hubungannya dan Stasya sudah baik-baik saja, tidak ada salahnya ia ikut bergabung karena sudah lama juga Bian tidak bertemu dengannya.