R E U N I O N
————————
Celine datang menjemput Bian yang kini tengah melangkah menuju mobilnya. Wanita itu masuk dan duduk di sebelahnya.
"Mau ke mana sih?" Bian bertanya.
"Treatment. Udah lama banget gue nggak perawatan. Liat deh, muka gue rasanya udah penuh banget sama polusi Jakarta."
Bian tertawa mendengarnya. Perkataan Celine tentunya hanya candaan semata. Dia itu sudah cantik dari dulu, kulitnya juga mulus tanpa cela. Bian rasa, tanpa perlu Celine melakukan perawatan pun dia tetap akan baik-baik saja.
Seraya menyetir Celine membuka dashboard lalu memberikan selembar brosur kepada Bian. "Ini, Skinclair lagi happening banget sekarang. Bahkan dia jadi satu-satunya produk Indonesia yang bisa tembus market South Korea dan jadi one of the best skincare di sana. Gue penasaran, soalnya anak-anak kantor ngomongin brand ituu terus. Jadi yaudah deh gue sekalian aja ngajak lo treatment."
Bian hanya menyimak ucapan Celine seraya membaca brosur tersebut. Sebenarnya Bian tidak begitu update masalah brand skincare, dia hanya memakai merek yang memang sudah sejak dulu cocok untuknya dan tidak pernah berganti lagi. Berbeda dengan urusan makeup. Bahkan jika ada brand yang lunching produk makeup terbaru, Bian pasti tak akan ketinggalan untuk membeli dan menambah koleksinya.
Sesampainya di klinik perawatan, Bian hanya mengikuti Celine. Perawatan yang ia pilih pun disamakan dengan Celine. Mereka pun kemudian duduk di sofa untuk menunggu giliran.
"Gimana sama si Januar?" Celine menggoda Bian, sementara Bian hanya mendengus sambil tersenyum.
"Nggak Rendy, nggak lo, ituuu terus yang ditanyain. Bosen gue lama-lama."
"Ya 'kan gue sebagai tim Januar penasaran tau nggak, sama progres hubungan kalian."
"Suka banget ya lo sama Januar?"
"Iyalah! Kalo lo jadi sama dia, siapa tau gue kebagian saham di Liems Group."
"In your dream," cibir Bian seraya tersenyum geli dan itu berhasil membuat Celine tergelak.
"Bian?"
Perhatian Bian dan Celine teralih ketika muncul seorang wanita yang memanggil nama Bian. Melihatnya, Bian lantas berdiri dan mengulas senyum ramah.
"Kak Sinclair?"
"Haii." Sinclair lantas memeluk Bian singkat. "Apa kabar?"
"Baik kak, kakak sendiri gimana?"
"Aku juga baik. Kebetulan banget kita ketemu di sini."
"Iya, ini aku mau treatment sama temen aku. Kak Sinclair abis perawatan juga?"
"Oh aku ...." Sinclair tersenyum tipis. "Baru aja selesai kerja."
Kerja? Kedua alis Bian terangkat dan akhirnya kini Bian menyadari bahwa nampaknya Sinclair adalah pemilik dari klinik perawatan sekaligus brand Skinclair yang beberapa saat lalu Celine bicarakan. Bahkan dari namanya saja sudah jelas, ditambah lagi dengan perkataan Januar yang pernah bilang kepada Bian bahwa Kakaknya itu sibuk mengurus bisnis skincare-nya.
Bian pun akhirnya hanya bisa tersenyum seraya mengangguk-angguk.
"San, tolong antarkan Bian dan?"
"Celine, Kak," jawab Bian ketika Sinclair melirik Celine.
"Celine." Sinclair mengangguk sekali kemudian kembali menatap pegawai wanita di belakangnya. "Tolong antarkan ke VIP Room ya."
"Baik, Bu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Reunion
Romance18+ Ditengah krisis kepercayaan akan cinta dan trauma yang Bian alami, Januar-seseorang dari masa lalu Bian-hadir menawarkan kisah cinta indah nan romantis. *** Pertemuan Fabiane Alexandra dan Januar Liem di acara reuni SMP membuat keduanya terlibat...
