(COMPLETE)
Saat sang Boss memintanya menjadi kekasih palsu sebagai ganti dari uang yang dipinjamkan untuk pengobatan ibunya, Elena tidak menduga jika dia akan benar-benar jatuh cinta pada Nicholas.
Nicholas pun tidak bisa memungkiri ketertarikannya...
Elena tersenyum menatap anak lelakinya sedang memegang 3 buah balon dengan senyum cemerlang.
"Ken, jangan jauh-jauh.." Sahutnya saat bocah itu berlari ke arah danau buatan di samping taman.
Mereka sedang berlibur ke Hongkong, Nicholas ingin mengajak putra kecilnya jalan-jalan sekaligus mewujudkan rencana bulan madu dengan istrinya yang tertunda selama 3 tahun. Elena sudah bilang untuk pergi didalam negeri saja, tapi pria itu bersikeras.
Elena beranjak hendak menyusul Ken, tapi kepalanya berputar. Wanita itu kembali duduk tapi langsung cemas karena Ken semakin menjauh. Untunglah tidak lama Nicholas terlihat menghampiri bocah tampan itu. Elena mendesah lega, lalu melirik ke arah jam tangan, sudah pukul 2 siang, pantas saja dia sudah merasa lapar. Elena berjalan menghampiri kedua laki-laki tampan miliknya itu.
Nicholas mengajak Elena makan direstauran milik teman Mama Emilia. Rupanya pemilik restaurant itu kenal baik dengan Nicholas, wanita paruh baya yang ingin dipanggil Madam Yie itu berkali memeluk pria itu. Elena menahan tawa saat Nicholas tidak kuasa menolak saat wanita paruh baya berlipstik orange itu ingin mencium pipinya, katanya saat kecil dulu Nicholas senang kalau bertemu dengannya dan selalu minta di cium. Haha.
Kennedy makan dengan lahap, bocah itu memang senang makanan berkuah, dia menyukai ikan steamnya, kuahnya gurih dan daging ikannya lembut. Tapi entah mengapa bau jahe justru membuat Elena pusing. Wanita itu tidak napsu makan saat menyuapi Ken.
"Mau pesan makanan lain? Kamu keliatannya lagi ga napsu makan." Nicholas mengerutkan dahinya.
"Mungkin aku masih jetlag." Jawab Elena berusaha tersenyum.
"Ya udah nanti balik hotel kita istirahat aja, I'm a little bit exhausted too." Pria itu mengangkat gelas kecil berisi Chinese tea.
Elena mengangguk, 1 jam kemudian setelah selesai makan mereka kembali ke hotel, Ken tertidur di mobil, Nicholas membopongnya naik lalu membaringkan bocah itu di ranjangnya.
Tubuh Elena terasa lengket, Hongkong terasa gerah padahal matahari tidak terlalu terik. Elena ingin memanfaatkan waktu untuk me time sambil menurunkan suhu tubuhnya di bath ub. Dia melangkah ke arah kamar mandi dan langkahnya terhenti.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak kapan kamar mandi ini dihias seperti ini? Apa aku salah kamar?
Elena melongok ke arah closet dan memastikan kalau kopernya dan koper Nicholas-lah yang tersimpan rapih di bagian bawah lemari.
"Gimana? Suka?" Tiba-tiba Nicholas mendekat, memeluknya dari belakang, kepalanya bersandar di ceruk bahu Elena.
"Kamu yang rencanain ini? Kapan?" Elena terheran, dia tidak melihat Nicholas telepon atau apapun. Lagipula mereka berangkat siang dan yang pasti Elena berpesan agar kamarnya tidak dirapihkan, wanita itu lebih suka merapihkan kamarnya sendiri walau di hotel sekalipun.