Petunjuk yang Hilang - Episode 37
*----------*
Kamar Antonio.
Antonio sudah terbaring di tempat tidurnya.
Kemejanya yang berlumuran darah dibuka sebagian, perban di dadanya kembali basah. Napasnya berat, terputus-putus. Seorang pelayan sibuk mengganti kain sambil gemetar, sedangkan Charles berdiri di sisi tempat tidur, wajahnya tegang dan matanya tak lepas dari Antonio.
Lampu kamar bergoyang pelan, memantulkan bayangan yang menari di dinding. Suasana terasa sesak, dingin.
Pintu kamar terbuka dengan suara langkah cepat.
Giovanna, Hector, Victor, dan Luke masuk serentak, langkah mereka tergesa tapi terkontrol.
"Apa yang terjadi?" tanya Giovanna, suaranya nyaris bergetar.
Alexander berdiri di dekat jendela, wajahnya dingin dan tegang, matanya menatap Antonio tanpa berkedip.
"Dia pingsan," jawabnya singkat.
Hector mendekat, menatap tubuh Antonio dengan cepat, lalu berlutut. Napasnya terhenti sebentar saat melihat darah yang masih mengalir dari dada Antonio.
Beberapa detik hening. Suasana mencekam. Hanya terdengar napas berat Antonio yang tersendat, seperti setiap tarikan napasnya adalah perjuangan.
Victor akhirnya memecah keheningan dengan suara rendah dan tegas.
"Apa yang sebenarnya terjadi malam ini?"
Semua mata tertuju pada Charles.
Hening sesaat.
Lalu Charles menelan ludah, suaranya berat, hampir berbisik.
"Nona Isabella diculik."
Ruangan itu seketika membeku.
Luke menatapnya dengan tajam, rahangnya menegang.
"Apa maksudmu?"
Charles menunduk sebentar, menarik napas panjang.
"Aku tidak tahu ceritanya secara jelas... tapi saat aku tiba, aku menemukan Tuan Antonio sudah terkapar di lantai. Sebelum pingsan, dia mengatakan jika nona Isabella... diculik oleh Evelyn."
Luke mengumpat pelan, rahangnya mengeras.
"Sial..."
Hector menelan ludah, matanya berpindah antara Antonio yang tak sadarkan diri dan Charles yang tampak gelisah.
Alexander berjalan perlahan ke sisi tempat tidur, menunduk menatap Antonio. Wajah pria itu pucat, gemetar, namun napasnya masih ada.
Charles menatap Alexander, kemudian menatap mereka semua.
"Kita... tidak punya banyak waktu," katanya pelan, namun setiap kata yang keluar terasa berat, seperti beban yang menekan udara di kamar itu.
Victor menatap sekeliling, wajahnya menegang.
"Kita harus menemukan Isabella sebelum mereka melakukan sesuatu padanya..."
Luke mengepalkan tangan. Napasnya terengah, jantungnya berdetak cepat.
Alexander menunduk sebentar, menatap Antonio sekali lagi, lalu menatap keempat orang itu dengan tatapan dingin dan penuh tekad.
"Kita harus mengatur strategi," katanya pelan tapi tegas. "Tidak boleh gegabah. Evelyn pasti menyiapkan sesuatu."
Charles mengangguk, wajahnya keras. "Rumah tua itu... pasti ada petunjuk yang bisa kita temukan."
Luke menatap Charles tajam. "Petunjuk? Baiklah... kita harus segera ke sana."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
ActionLondon, 1900 Keluarga Whitmore pernah menjadi simbol kehormatan dan kekuasaan. Namun setelah sebuah kecelakaan tragis merenggut kedua orang tua mereka, hanya Antonio dan Isabella yang tersisa. Di mata semua orang, Antonio adalah kakak yang sempurna...
