Retak- Episode 39.
*----------*
Pagi hari - Gereja Tua.
Gelap.
Namun perlahan... cahaya muncul.
Hangat.
Lembut.
Isabel kecil berdiri di tengah ruangan yang samar. Tidak jelas di mana, tapi terasa... aman.
Ada tangan yang menggenggam tangannya, hangat, sangat hangat.
"Jangan takut..."
Suara itu lembut.
Isabel kecil menoleh, mencoba melihat wajahnya namun buram.
"Jangan pergi..." gumam Isabel kecil, menggenggam lebih erat.
Tangan itu sedikit gemetar.
Seolah... ragu untuk melepaskan.
"Aku di sini," jawab suara itu pelan.
Namun entah kenapa, suara itu terdengar... jauh.
Genggaman itu mulai melemah, hangatnya perlahan menghilang.
"Jangan"
Isabel mencoba menariknya kembali. Namun, tangannya hanya meraih udara kosong. Gelap kembali menelan segalanya.
"JANGAN PERGI!"
Isabel terbangun, napasnya terengah. Dada naik turun cepat, kepalanya berdenyut. Sisa-sisa mimpi itu masih terasa nyata, terlalu nyata. Hangat. Suara itu. Sentuhan itu. Matanya perlahan terbuka, buram, lalu fokus. Dan hal pertama yang ia lihat seseorang berdiri tepat di depannya.
Evelyn.
Diam. Menatapnya. Tatapannya dalam... terlalu dalam, seolah sudah memperhatikannya sejak lama, jauh sebelum Isabel membuka mata, jauh sebelum ia terbangun dari mimpi hangat yang kini terasa semakin jauh dan asing.
Isabel membeku. Untuk sesaat dua dunia itu bertabrakan. Suara lembut dalam mimpinya... dan sosok dingin di hadapannya.
Evelyn sedikit memiringkan kepala.
Mengamati.
"Ekspresi itu..." gumamnya pelan.
Ia melangkah mendekat.
Pelan.
Tatapannya tidak lepas dari wajah Isabel.
"Seperti seseorang yang baru kehilangan sesuatu."
Isabel tidak menjawab.
Namun jemarinya sedikit bergerak.
Seolah masih mencoba menggenggam sesuatu yang sudah tidak ada.
Evelyn berhenti tepat di depannya.
Dekat.
Terlalu dekat.
"...menarik," bisiknya pelan.
Isabel menatapnya dalam, napasnya masih belum stabil. Dadanya naik turun cepat, namun matanya... tidak bisa lepas dari wajah wanita itu.
Ada sesuatu.
Aneh.
Familiar.
"...suara itu..." bisiknya lirih, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri.
Evelyn menyipitkan mata sedikit. "Suara?"
Isabel mengernyit, tangannya mengepal lemah di atas pangkuannya. "Aku... mendengarnya tadi..."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
ActionLondon, 1900 Keluarga Whitmore pernah menjadi simbol kehormatan dan kekuasaan. Namun setelah sebuah kecelakaan tragis merenggut kedua orang tua mereka, hanya Antonio dan Isabella yang tersisa. Di mata semua orang, Antonio adalah kakak yang sempurna...
