"𝐃𝐢𝐚 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐤𝐮. 𝐓𝐞𝐫𝐠𝐨𝐫𝐞𝐬 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐦𝐚𝐭𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧."
SUDAH TERBIT DI @PENERBITKEJORA_
🛡 ADELARD CLAN | 1 🛡
🚫PLAGIAT = KU SANTET🚫
(Jangan lupa vote, komen, dan follow!)
🚫BEBERAPA PART DI HAPUS UNTUK KEP...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah kedatangan Safira, Joven berubah. Ia tak pernah menyempatkan waktu bersama dengan Stefanie. Ia selalu bersama dengan Safira. Apa Joven tidak mencintainya lagi?
Stefanie benar-benar merindukan Joven. Ia selalu berpikir cara agar Joven bisa menghabiskan waktu dengannya. Ia kemudian berlari menuju dapur dan membuat latte untuk Joven. Ia sangat ingat, Joven menyukai latte buatannya. Setelah semuanya selesai, ia segera melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Joven.
tok! tok!
"Come in! "
"Joven?" Joven tidak membalas panggilan dari Stefanie, ia sedang sibuk mengamati berkas-berkas di tangannya. Tunggu, ia tak sendirian. Safira bersamanya. Stefanie sedikit kecewa tapi ia harus semangat.
"Joven aku-"
"Jika tak penting silahkan keluar!" sahut Safira.
"Ada apa, babe?" tanya Joven.
Stefanie tersenyum , setidaknya Joven masih menghargainya. "Aku membuat latte untukmu."
"Apa kau ini tidak tahu kalau Joven tidak suka latte? Dia suka americano. Cih tunangan macam apa kau ini?!" ujar Safira.
"Tapi Joven menyukai latte ku."
"Itu hanya agar kau terbang tinggi saja. Sekarang aku yang menjatuhkanmu. Dia tidak suka latte."
Stefanie mulai muak. Ingin sekali ia siramkan latte yang ia pegang ke atas kepala Safira.
"Tak masalah, babe. Aku akan meminumnya." ujar Joven membuat Stefanie sedikit lega.
Ia menyodorkan latte nya pada Joven. Joven meneguk sedikit demi sedikit latte buatan tunangannya itu. Sementara itu, Safira memutar bola matanya malas.
"Mmm.. Joven? Es krim ku habis. Kapan yang baru akan datang?" tanya Stefanie.
"Bes-"
"Cih sudah menumpang di rumah orang, tidak tahu malu pula." sahut Safira lagi.
Stefanie memejamkan matanya berusaha mengendalikan dirinya sendiri.
"Besok aku minta mereka kirimkan es krim nya lagi."
"Hm" ujar Stefanie malas.
Ia berbalik meninggalkan ruang kerja Joven dengan langkah gontai.