Maaf ya update nya gak sesuai jadwal, lagi agak tugas minggu lalu dan rasa magerku yang selalu melanda huwaaaa!!!
Frendddd makasih banget yang udah setia baca cerita gue, sayang poll gue sama kalian <3<3
Udah 1K readers, thank u yaaaa. Kasih vote yuk, pencet gambar bintang di pojok kiri yuk syg, makasihh yaaaa muachhhh <3
***
Dalam gemuruh angin riuh, ada banyak doa yang terus di rapalkan.
Berharap agar semesta segera ikut mengaamiinkan.
Tuhan tau yang terbaik,
Tuhan tau kapan waktu terbaik,
Kapan semua doa-doa itu dapat terealisasikan.
Semua ada waktunya, kita hanya perlu terus menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Dunia memang keras, tapi apapun yang terjadi kita harus bisa ikhlas.
Kesalahan bisa datang dari siapapun,
Gak ada satu manusiapun di muka bumi ini yang utuh tanpa melakukan kesalahan.
Tapi dengan begitu kita bisa banyak belajar.
-HK, 01 Agustus 2021.
___
Cahaya bulan, gemerlap bintang menyempurnakan malam.
Langkah kaki yang perlahan berjalan, Rahel menyelipkan rambutnya ketelinga. Lampu-lampu jalan yang ikut serta menerangi malamnya kali ini.
Ia berjalan perlahan, melihat setiap sudut bagian jalan yang ia lewati.
Kali ini Rahel memutuskan untuk berjalan sendirian, keluar dari kossannya. Menikmati angin malam ujarnya. Mengikuti langkah kakinya, memasang earphone di telinganya dan mulai memutar lagu favoritnya. Bersenandung, mengikuti alunan lagu yang ia putar.
I maybe not yours and you're not mine. But I'll be there for you when you need me. It is only me. Belive me girl, it's only me yeah it's only me! ~
"Kadang dengan kita melihat apa yang ada di sekitar kita, justru itu bisa untuk kita belajar lebih banyak bersyukur" ujarnya, saat memperhatikan orang-orang disekitar yang ia amati. Rahel tersenyum saat seorang anak laki-laki yang membawa ukulele berwarna hitam pekat menghampirinya.
"Permisis kakak, aku ingin menyanyikan satu lagu untukmu malam ini" ujar anak laki-laki itu. Rahel mengangguk penuh semangat. "Silahkan" sahutnya. Anak laki-laki itu mulai memetik ukulele menjadi sebuah irama, ia memainkannya dengan sangat baik. Dan mulai menyanyikan lagu untuk Rahel.
Aku bisa habiskan selamanya
Tuk kagumi bintang
Andai aku punya selamanya
Lama sudah ku nanti
Hari tuk istirahatkan bumi
Andai ini tak hanya sehari
Rahel terkagum bukan main, lagu yang anak laki-laki itu bawakan sangat indah. Rahel ikut bersenandung bersama menyanyikan lagu Nosstress yang di nyanyikan oleh anak laki-laki itu.
Wahai bintang jatuh
Ku tau kau lelah
Begitu banyak harap terbeban padamu
Terangnya angkasa membuatku terpaku
Semoga harap berisi banyak doa dan cinta untukmu
Hai kawanku manusia
Istirahatlah sebentar saja
Untuk ia dan bumi manusia. ~
"Wahhh keren banget!" Rahel bertepuk tangan sekaligus sangat terkagum. "Terimakasih kak" jawab anak laki-laki itu. Rahel mengulurkan tangannya, "Kenalin nama aku Rahel".
Anak laki-laki itupun membalas uluran tangan Rahel, "Aku Haidar" ia tersenyum.
"Boleh aku tanya?" ucap Rahel, anak laki-laki itu mengangguk.
"Haidar umur berapa?" tanya Rahel.
"8 Tahun kak" jawabnya.
"Kenapa Haidar ngamen, orangtua Haidar kemana?" tanya Rahel penasaran.
"Aku gak tau orangtuaku kak, dia siapa, dia seperti apa dan bahkan aku gak tau sekarang dia masih hidup atau engga", jawaban Haidar benar-benar membuat Rahel kaget.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANALOGI GARIS WAKTU
RomantizmManusia hanya bisa menjalani apa yang terjadi dalam hidup. Mengisahkan banyak kisah, menunjukan banyak tantangan, membentuk emosi , tangis dan tawa yang terbentuk karna keadaan. Kisahnya tak bisa ditebak, datangnya bisa kapan saja. Hilangnyapun sama...
