Soulmate
By : Yoora Kin
Wajah cantiknya menampilkan ekspresi serius sesekali ikut mendesis seakan merasakan sakit juga setiap kali pemuda yang sedang diobatinya mengerang kesakitan.
"Tahan sebentar !"
Setelah selesai dengan wajah. Karina berpindah mengobati bagian punggungnya. Sejak tadi air mata Karina sudah tidak tertahan dan mengalir keluar dengan sendirinya meski tidak ada suara isak tangis hanya air matanya yang mengalir keluar.
Dan hingga akhirnya pertahanannya runtuh. Karina memeluk pemuda itu lembut takut menyakiti tubuh penuh luka dan lebam itu. Tangisnya semakin jelas membuat pemuda itu ikut menangis.
"Maaf, aku selalu bikin kamu nangis !", ucapnya lirih.
"Bodoh !", hanya itu yang bisa diucapkan Karina.
"Iya, aku bodoh. Sangat bodoh sampai kehilangan kamu ! orang paling tulus padaku"
Ya, pemuda itu adalah Hyunjin. Si mantan pacar yang telah menyakiti Karina berulang kali. Hari ini sekali lagi Karina mendatanginya melanggar janjinya pada dirinya sendiri.
Tapi apa yang bisa dilakukannya ? hatinya sangat kacau saat mendengar suara lirih Hyunjin yang memanggil namanya di balik sambungan telepon. Hanya dengan mendengarnya, Karina langsung tahu apa yang telah terjadi.
Ini bukan pertama kalinya. Karina satu-satu yang tahu bagaimana keadaan keluarga Hyunjin. Pemuda itu selalu terlihat baik-baik saja. Tidak ada yang tahu luka yang disimpannya kecuali Karina yang tahu segalanya.
Pria paruh baya yang terlelap tidur hingga mendengkur di ruang tamu adalah Ayah Hyunjin. Entahlah pria itu masih pantas disebut seorang Ayah.
Pria itu jarang pulang ke rumah. Mungkin lewat beberapa bulan baru dia pulang. Tapi sekali pulang dia memukuli Hyunjin melampiaskan emosinya dengan dalih wajah Hyunjin yang mirip dengan Ibunya. Ahh ada yang tahu kemana Ibu Hyunjin ? wanita itu selalu menghilang setiap kali Ayah Hyunjin pulang.
Keluarganya berantakan. Ayahnya yang workholic dan selalu memukulinya. Ibunya ? wanita kesepian yang selalu berselingkuh terang-terangan bahkan di depan Hyunjin.
Kenapa mereka tidak bercerai saja ? kadang Hyunjin ingin bertanya seperti itu. Tapi dia langsung tahu mengingat kedua orangtuanya yang tidak ingin saling mengalah dalam urusan harta.
"Kenapa lo selalu diam setiap kali dipukul ?", omel Karina selagi membantu Hyunjin memakai bajunya kembali.
"Sama seperti kamu yang nggak bisa marah ke orangtua meski kamu kecewa dengan pilihan mereka. Begitu juga aku yang nggak bisa membalas pukulan Ayah", jawab Hyunjin.
Yah, satu-satunya yang membuat mereka saling mengerti adalah keadaan yang bisa dibilang sama. Korban hubungan orangtua mereka yang buruk.
Itu benar. Karina juga selalu terlihat baik-baik saja dengan sifat periangnya. Tapi ada kekecewaan besar dalam hatinya setiap kali mengingat kedua orangtuanya. Kecewa karena perpisahan hingga dirinya memilih menjauh dari kedua orangtuanya. Tapi dia tidak bisa marah atau protes hanya bisa menerima keadaan itu meski menyesakan.
"Lain kali jangan telepon gue lagi ! hubungi teman-teman lo. Hubungan kita tidak sama lagi !", ucap Karina dengan nada dinginnya.
"Maaf ! aku pasti menganggu"
"Hmmm... hari ini gue ninggalin Lee Jeno. Dan gue nggak mau terulang lagi"
"Lee Jeno... aku cukup sadar, dia memang lebih baik dari aku. Dan tolong jangan terlalu benci aku. Kamu satu-satunya orang yang tulus padaku. Kalau sampai kamu juga benci aku. Aku nggak punya siapa-siapa lagi", ucap Hyunjin lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Soulmate
Fanfiction(Complete) Adakah yang percaya tentang Soulmate ? Percaya manusia berpasangan memiliki satu jiwa yang terbagi dalam dua fisik berbeda. Ditakdirkan saling melengkapi. Yoora Kin 2021
