47✅

6.3K 203 23
                                        

Pagi hari, Zidan tidak menjemput Sabel melainkan ia menjemput Arsya . Entah apa yang merasuki laki-laki itu sekarang .

"Aku seneng kamu mau boncengin aku lagi Dan" ujar Arsya sambil memeluk erat Zidan

Zidan mengangguk dan tersenyum tipis kemudian melajukan motornya dengan kencang menuju SMA CEMARA .

Gerombolan Sabel yang melihat hal itu pun sedikit terkejut .

lah Zidan sama murid baru?
lah kok
Zidan selingkuh ya
duh kasian Sabel ya
wadduuu waduuu waduuu

Zidan tidak menghiraukan perkataan siswa-siswi, ia kemudian menuju ruangan untuk ujian.

"Tadi berangkat sama siapa?" tanya Sabel

"Maaf"

"Jelasin nanti"

Sabel kemudian menjauh dari Zidan , laki-laki itu tidak menahan Sabel. tidak seperti biasanya, kenapa dia?

Ketiga teman Zidan menatap sinis kearah nya, ia paham sekarang semua orang telah mengetahui tentang berangkat nya bersama Arsya tadi pagi.

"Ntar gue jelasin jangan natap gue kayak gitu" ucap Zidan tak kalah sinis

"Bener bener ya Dan, ga nyangka gue"

setelah pengawas masuk ruang akhirnya mereka melakukan ujian pada hari pertama mapel agama islam.

Mereka selesai pukul 09.30 WIB dan langsung meninggalkan ruangan ujian .

"Ayo aku jelasin sekarang" ujar Zidan sambil menggandeng Sabel

Mereka berdua kini terduduk di kursi taman belakang, sama sama hening Zidan juga bingung harus menjelaskan nya darimana .

"Aku tahu kamu pasti marah sama aku, tapi aku gabisa benci lagi sama Arsya dia bukan penghianat dia juga ga selingkuhin aku, aku mau sama dia berteman baik. Kamu bisa mahamin akuu kann?"

"Ngga bisa" ujar Sabel tersenyum

"Terus kamu mau apa Bel?"

Bel? biasa nya Zidan tidak pernah memanggil Sabel dengan nama nya pasti sayang maupun panggilan lainnya .

"Kemarin kamu boongin aku kan? kamu bilang ke aku katanya bunda sakit ternyata engga. Kamu kemana?"

Zidan kemudian menelan ludah, ternyata Sabel sudah mengetahui kebohongan nya lagi .

"Aku nungguin Arsya dirumah sakit"

Sabel mengangguk.

"Sekarang kamu mau gimana Dan?"

"Aku mau kamu, tapi aku juga mau berteman baik sama Arsya aku janji gabakal bawa perasaan. Janji janji janji" ucap Zidan sambil memegang tangan Sabel

"iya terserah kamu Dan"

Sabel kemudian berlalu pergi begitu saja, Zidan juga tidak mengejarnya. apa benar sekarang Sabel sudah tidak ada arti nya lagi bagi Zidan?

"Ternyata Zidan setertutup itu ya sama kita sekarang? ga nyangka gue" ucap Anzel tersenyum miris

"Gue juga ga nyangka Nzel, Zidan sekarang pinter boong sama kita. gaada lagi Galaxy yang saling jujur" tambah Zakky

Bobby kemudian meyakinkan mereka berdua bahwa ini adalah kesalahan pahaman yang harus di luruskan mereka berempat .

"Lo sampe kapan njing mikir positif terus?" tanya Zakky yang kesal terhadap Bobby

"Ya gatau, tapi kita tungguin Zidan aja"

ELZIDAN (SAD ENDING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang