24✅

8.5K 236 12
                                        

Hari Senin, hari paling menyeramkan bagi semua siswa. Apalagi untuk kelas XI IPS 2 yang jam pertama nya adalah bu Sarah .

"Selamat pagi" ujar Bu Sarah

"Pagii"

"Hari ini saya tidak mengajar karna ada rapat, Messy ketua kelas maju ke depan"

Terdengar bisik-bisik gembira di sekeliling ruangan itu .

"Baik, tugas sudah saya berikan kepada Messy tolong jangan ramai apalagi ke KANTIN" ujar Bu Sarah

"Iyaaa bu" ujar satu kelas kompak

Ketika Bu Sarah pergi, semua berhamburan keluar kelas. ada yang ke kantin ke kelas sebelah atau hanya sekedar nongkrong di depan kelas.

"Sa asli deh lo sekarang jadi pendiem kenapa? gara-gara Anzel pas ke puncak ya?" Tanya Sabel hati-hati

Sasa mengangguk, sekarang hati nya berkecamuk. Di hati nya masih ada nama Anzel namun di pikiran nya ia akan menjauh dari laki-laki toxic itu .

"Lo harusnya move on Sa, gabaik kalau lo gini gini mulu . Inget kata Sabel dulu, lo boleh sayang tapi jangan bodoh" tambah Jessi

"Lo bangkit ya, tunjukin ke Anzel kalau lo bisa tanpa dia" timpal Icel

Sasa paham sekarang tidak ada manfaatnya menggalaui laki-laki seperti Anzel .

"Makasih ya guys lo semua udah mau semangatin gue, gue bakalan moveon deh dari Anzel" ujar Sasa dengan wajah yang serius

Mereka berempat kemudian berpelukan layak nya Teletubbies yang sangat lucu.

"Ii pelukan ikut dong" ujar Bobby mendekati mereka

"Iii mau juga dongg" tambah Zakky

Sabel cs hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan Zakky dan Bobby, Sabel melihat Zidan sekilas yang sedang mengobrol dengan Anzel.

"Lo beneran ngelepas Sasa?"

"Emang gue pernah deket?"

"Bukan gitu men, gue takutnya lo nyesel aja"

Anzel menggeleng

"Bantuin gue Nzel"

"Apaa?"

"Nembak Sabel"

Deg, jantung Anzel berdegup kencang. entah sampai kapan dirinya akan menyimpan rahasia yang sangat besar ini.

"Nzel gimana malah bengong"

"Ntar dipikirin"

Zidan mengangguk kemudian menghampiri Sabel .

"Bel ikut gue yuk?" ujar Zidan

"Noh Bel cepetan udah ditungguin suami" ejek Sasa

"Memana?"

"Taman belakang"

"jangan aneh-aneh Dan inget" nasehat Bobby

"Jangan serius serius bego ga ada enaknya di liat muka lo" ejek Zakky

Semua tertawa hanya Bobby yang cemberut, mereka berdua kemudian berjalan beriringan menuju taman belakang sesuai permintaan Zidan.

"Bel gue udah penuhin janji gue"

"Janji apa?"

Zidan membuka ponsel nya kemudian ia memperlihatkan kepada Sabel foto bersama nya dengan Kenny. Sabel yang senang reflex memeluk Zidan .

"Hue seneng banget dengernya, pertahanin ya"

"Ehh ehh sorry Dan" ujar Sabel sambil melepas pelukannya

ELZIDAN (SAD ENDING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang