CHAPTER 16

478 97 26
                                        

Rokok di tangannya sudah tinggal beberapa hisapan terakhir dan Haoxuan menikmati tanpa terburu-buru. Siang ini dia berdiri di depan pintu flat milik Gao Han yang pernah dihuni preman tersebut bersama Zoey, kekasihnya yang merupakan seorang penyanyi kafe malam.

Dulu, saat Gao Han masih hidup dan berkuasa atas dirinya serta menjadikannya kacung rendahan, Haoxuan pernah sekali waktu memegang kunci flat ini dan dia membuat duplikatnya. Jadi sekarang ia sama sekali tidak mengalami kesulitan untuk menyelinap masuk ke dalam. Dia sudah memastikan sejam sebelumnya bahwa Zoey tengah berada di Fantasy bersama sekumpulan penyanyi bawahan Huang Ziteng lainnya.

Menghembuskan kepulan asap rokok dari mulut dan hidungnya, dia menjatuhkan puntung, menginjak hingga hancur lebur sebelum akhirnya memutar kunci dan membuka pintu.

Suasana suram dan hawa pengap menyambutnya kala ia melangkah masuk ke dalam flat yang nyaris seluruh perabotannya dilapisi debu tipis. Sepertinya Zoey bukan seorang gadis yang rajin menjaga kebersihan rumah, atau mungkin saja dia terlalu lelah dengan pekerjaannya yang sering kali menghabiskan sepanjang malam.

Pemuda itu memutar bola mata liciknya sebelum memutuskan untuk langsung memeriksa ke dalam kamar Gao Han. Tidak banyak barang di dalam flat itu, ruang tengah hanya ada meja dan sofa, dan rak sepatu berdebu. Kamar Gao Han juga nyaris kosong. Hanya ada tempat tidur. Satu lemari pakaian, cermin, serta satu kotak kayu besar di sudut ruangan yang ditutup kain seolah itu difungsikan sebagai meja tempat menaruh benda pajangan.

Haoxuan tahu bahwa Gao Han tidak akan menaruh barang berharga di dalam lemari. Itu sudah terlalu biasa dan sangat amatiran. Perhatiannya langsung terpusat pada peti kayu di sudut kamar. Dia menarik kain penutup di atasnya, lantas berkedip lambat untuk beberapa saat.

Apa yang ada dalam peti itu? Apakah Gao Han setolol yang ia pikirkan, menaruh uang hasil pemerasan di dalam peti kayu yang tak terkunci?

Tangannya dirayapi rasa dingin saat membuka peti kayu, memeriksa isinya dengan jantung berdebar. Peti kayu itu, sesuai dugaannya yang terburuk, ternyata kosong.

Haoxuan bengong sesaat.

Eh, ada satu tas olahraga berwarna hijau di dasar peti, nampak lusuh dan terlipat. Dia mengambil tas itu, merk Puma. Gao Han tidak terlalu peduli dengan merk tas olahraga, itu pun selama dirinya bergaul dengan Gao Han, preman itu jarang sekali berolahraga. Haoxuan mengernyit sinis, bisa ia pastikan bahwa tas Puma ini bukan milik Gao Han. Mungkin milik orang lain, atau diberikan seseorang dengan maksud dan tujuan tertentu.

Gao Han terlibat masalah besar. Dia mengambil satu juta dollar dari Zhang Yixing

Pria tua petugas toilet di kantor polisi memberitahunya dan ia mencoba mencocokkan informasi itu dengan apa yang ia temukan di kamar ini.

Astaga,

Haoxuan meremas tas hijau itu dan mengerti. Benda ini pasti milik Zhang Yixing. Sang aktor memberikan tas Puma hijau pada Gao Han yang berisi uang tunai pada malam itu, malam saat kecelakaan misterius menimpa sang aktor di Ring Road.

Menyadari bahwa ia baru saja terlibat dalam satu masalah berbahaya, Haoxuan merasa seluruh bulu halus di tubuhnya meremang dan ia mengusap belakang lehernya tanpa sadar.

Uangnya pasti sudah diambil oleh Gao Han dan karena saat ini preman itu sudah mati, mungkin satu juta dollar itu sekarang jatuh ke tangan pembunuhnya atau mungkin ke tangan polisi.

Dengan tangan masih gemetar, Haoxuan memeriksa kembali dasar peti berharap ada barang lain yang bisa jadi sesuatu yang penting. Tangannya meraba-raba ke setiap sudut dan menyentuh satu benda tipis dibungkus plastik.

𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐭 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐨𝐧𝐠Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang