Accountant Office, Han Tower
"Saya memberikan uangnya sekitar pukul delapan malam itu," Tn. Jin Zixun berkata di telepon. Pagi itu dia mendapat kejutan dengan menerima satu panggilan telepon dari inspektur Wang Yibo yang menangani kasus kecelakaan aktor Zhang Yixing.
"Mengapa kau tidak memberitahu Nyonya Zhang tentang ini sebelumnya?"
Sulit menebak bagaimana ekspresi Tn. Zixun saat membahas masalah ini. Hanya ada kebisuan beberapa saat setelah Wang Yibo melontarkan pertanyaan.
"Saya sudah mencobanya, " ia berkata dalam mendesah.
"Tapi saat itu dia dalam keadaan shock, jadi saya tidak bisa bicara dengannya."
Wang Yibo memijat-mijat pangkal alis, mengurangi rasa sakit di kepalanya.
"Apakah uangnya dalam pecahan lima ratus dollar?" ia kembali bertanya.
"Bukan, Pak. Tapi dalam pecahan seribu dollar. Uang itu berada di dalam tas Puma warna hijau."
"Kami tidak menemukan tas apa pun di dalam mobil."
Tn. Zixun terdiam beberapa detik dalam keheningan yang serasa panjang. Mungkin dia pun tidak bisa menjelaskan bagaimana tas itu tiba-tiba hilang dari dalam mobil Zhang Yixing. Akhirnya si akuntan berkata penuh nada sugestif.
"Asisten Tn. Zhang yang bernama Yubin, dia yang mengepak barang-barang pada malam itu. Anda mungkin bisa menggali informasi darinya."
Telepon ditutup.
Wang Yibo berdiri dari kursinya, menyeka leher bagian belakang yang dibasahi bulir keringat. Melirik ke jendela yang terbuka, dedaunan di pohon nampak tidak bergeming. Hari yang pengap di musim panas, dan ini sudah hampir tengah hari. Dia berencana mengajak Haikuan makan siang kemudian melanjutkan penyelidikan dengan melacak posisi Yubin untuk menemuinya dan mengajukan beberapa pertanyaan.
Melalui petugas di bagian analis di ruang kendali, Wang Yibo bisa dengan mudah melacak posisi Yubin melalui informasi nomor ponsel yang dia peroleh dari Crystal.
Pemuda itu baru saja menyelesaikan makan siang di salah satu kedai pangsit terkenal di kawasan Jinshan Road.
Yubin seorang pemuda berwajah ramah dan terlihat jujur. Dia sepertinya sudah diberitahu sebelumnya bahwa polisi tengah mengumpulkan informasi dan sangat mungkin menemui dirinya.
Sudah mengantisipasi kehadiran petugas polisi yang tak terduga dan menyiapkan mental untuk menghadapi rasa ingin tahu yang sudah menjadi naluri alami mereka, Yubin nampak tenang dan tersenyum pada dua petugas yang datang mendekat.
Wang Yibo mengamati pemuda itu dengan tatapan tajam hitamnya, penuh curiga, asumsi berputar dalam benaknya yang kusut. Haikuan menjelaskan maksud mereka bahwa hanya memerlukan waktu lima menit untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Ada basa basi yang terlontar, untuk meredakan ketegangan, dan sesi basa basi sangat dibenci Wang Yibo.
"Sudah selesai mengobrolnya?" dia menyela pembicaraan Haikuan dan Yubin yang tengah membahas kesan si asisten selama bekerja dengan aktor Zhang Yixing dua tahun terakhir dan betapa baiknya sang aktor padanya.
Yubin melirik pada sang inspektur yang siang ini mengenakan jas hijau lumut motif kotak dengan id tergantung di leher. Dia menilai bahwa inspektur ini sangat tampan serta memancarkan wibawa dan aura seorang petugas tangguh. Namun lingkar samar keabuan di matanya sekilas bagaikan mengungkap kesan lain. Petugas ini nampak lelah dan gelisah.
"Bukankah kau yang membereskan semua barang-barang Zhang Yixing ke dalam mobilnya?" Wang Yibo mulai mengajukan pertanyaan dengan mimik serius.
Yubin mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐭 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐨𝐧𝐠
Fanfiction"Jika seseorang tak pernah ada, maka bagaimana dia bisa menghilang?" Kalimat yang terucap dari seorang penyanyi kafe malam bernama Sean itu selalu terngiang di telinga Inspektur Wang. Semua yang terjadi di sekitarnya selalu berbalut misteri. Kasus k...
