Tempatmu bukan di sini, melainkan di atas sana, di dalam cahaya...
Huftt....
Kepala Wang Yibo muncul dari permukaan air dingin, menatap lurus ke langit gelap.
Cahaya?
Cahaya apa yang kau bicarakan?
Sean, jika rembulan dan matahari tenggelam. Apakah masih ada cahaya yang tersisa?
Beberapa pasang mata melebar menyaksikan Wang Yibo berenang lemas hingga ke tepi. Seorang anggota tim penyelamat yang baru saja tiba membantunya menaiki tepian sungai. Langkah yang terhuyung membuat tulang keringnya membentur bebatuan. Dia duduk dengan cepat di atas bebatuan pemecah gelombang di tepi sungai. Seluruh tubuhnya basah kuyup, gemetar, wajah pucat kebiruan dan sorot mata hampa, seolah dirinya kini hanya tubuh tanpa jiwa.
Haikuan datang dan meraih bahunya saat Yibo mulai bereaksi dengan meringis kesakitan.
"Inspektur Wang! Tuhanku! Apa kau baik baik saja?" dia bertanya ketika dia pulih dari rasa terkejut atas aksi tidak masuk akal yang dilakukan Yibo.
"Ya," desis Yibo lemah.
"Aku masih hidup," gumamnya dan menelan dengan jantung berdebar-debar yang menyakitkan saat dia ingat Sean mengucapkan kata-kata menyedihkan padanya.
"A-Aku akan baik-baik saja..." bisiknya, mencoba membuang ingatan itu sebelum Haikuan menyadari tatapan matanya yang jauh dan ganjil.
"Anda sama sekali tidak terluka?" Haikuan memeriksa seluruh kondisi Yibo yang nampak dari luar dengan tatapannya. Secara keseluruhan, selain fakta bahwa Yibo basah kuyup dan gemetar kedinginan, ia nampak baik-baik saja.
Luka yang tak terlihat jauh lebih buruk, batin Yibo sedih.
Dia menggelengkan kepalanya, sekali lagi dengan takjub bahwa dia tidak memerlukan bantuan tim penyelamat. Sementara Zhuocheng masih terperangkap di bawah sana.
"Syukurlah, tapi bagaimana dengan Wang Zhuocheng?" tanya Haikuan.
Wang Yibo menunduk seolah tidak mendengar. Menyadari bahwa atasannya mungkin masih shock dan tidak sedang dalam kondisi siap menerima pertanyaan, Haikuan menepuk bahunya perlahan kemudian beranjak dari sisinya. Sang letnan menghampiri petugas penyelamat dan memberi beberapa intruksi.
"Satu orang lagi masih terjebak di dasar sungai. Kita harus mencari dengan cepat. Aku khawatir dia tidak bisa bertahan."
Untuk beberapa waktu yang terasa sangat lama, dan begitu juga kehampaan karena rasa sakit dan diantara derum arus sungai, suara-suara kesibukan para petugas adalah satu-satunya realitas yang ada bagi Yibo. Kegelapan tengah malam adalah waktu di mana seseorang seharusnya tertidur. Tetapi malam ini bagi Yibo, sebaliknya -- adalah waktunya untuk terbangun.
Terbangun dari tidur panjang, sebuah mimpi dan ilusi yang tak pernah ingin ia akhiri.
*******
Tidak ada waktu santai untuk Yibo, dan ia pun tidak menyukainya. Kesibukan akan melepaskannya sementara dari rasa sakit, dan memberikannya kenyamanan semu. Esok paginya ia kembali ke markas dan bersitegang dengan pimpinan kepolisian district Puxie, Jiang Fengmian.
Kasus itu sudah menjalani penyelidikan berminggu-minggu dan tidak membuahkan hasil apapun selain rangkaian peristiwa kematian yang sekilas nampak tidak berkaitan dengan tragedi kecelakaan aktor Zhang Yixing.
"Siang ini kau harus membuat berkas laporan," Jiang Fengmian bersikap santai hari ini mengingat kejadian traumatis yang menimpa Yibo semalam.
"Mobilmu sudah diangkat dari dasar sungai. Wang Zhuocheng ditemukan di dalamnya dalam kondisi tidak bernyawa. Nampaknya semua yang terjadi sama sekali tidak menunjukkan keterkaitan yang jelas. Kita tidak perlu lagi buang-buang waktu. Aku akan menjelaskan pada keluarga Zhang Yixing."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐭 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐨𝐧𝐠
Fanfiction"Jika seseorang tak pernah ada, maka bagaimana dia bisa menghilang?" Kalimat yang terucap dari seorang penyanyi kafe malam bernama Sean itu selalu terngiang di telinga Inspektur Wang. Semua yang terjadi di sekitarnya selalu berbalut misteri. Kasus k...
