🍃🍃🍃
Hidup tidak terprediksi. Itu berubah seiring musim. Bahkan musim dingin yang paling dingin pun terjadi karena satu alasan terbaik. Dan meskipun kesedihan ibarat musim dingin yang serasa abadi, dan yang kau rasakan hanyalah serata kebekuan. Langit bahkan menjanjikan bahwa musim semi akan tiba setelahnya. Seiring dengan itu, daun tumbuh dan bunga-bunga bermekaran.
Yibo, seperti itulah kehidupan. Jadi, jangan terlalu bersedih saat kau kehilangan, jangan terlalu bahagia saat kau jatuh cinta. Aku harap saat kita berjumpa lagi, kesedihan itu sudah hilang dari wajahmu.
Sean
Wang Yibo terbangun kala sinar matahari masuk lewat jendela kamar hotel dan jatuh ke wajahnya yang pucat. Dia tidak menemukan Sean di sisinya, hanya selembar surat yang ia temukan di atas bantal.
Dalam tatapan yang masih berkunang-kunang karena kantuk yang belum sepenuhnya memudar, ia membaca surat itu berulang-ulang, mengagumi tulisan tangan klasik nan artistik, bertanya-tanya mengapa alih-alih mengirim pesan lewat ponsel, Sean lebih memilih menulis surat yang berkesan romantis. Dia memang pemuda yang penuh kejutan dan memberikannya kesenangan yang tak terduga. Wang Yibo tersenyum, meletakkan surat di atas meja, memahami isinya seraya menatap keramaian lalu lintas di bawah sana lewat jendela kaca.
Aneh sekali, ia membatin seraya menyapu rambut ke belakang. Dia tertidur pulas seperti orang mati dan bangun pukul sembilan pagi dalam keadaan tubuh lemas dan wajah pucat. Seolah ia baru terbangun dari sakit atau baru saja beraktivitas yang melelahkan.
Sean mungkin sudah lebih dulu pulang ke rumahnya. Ia memikirkan pemuda itu sambil mengenakan pakaian secara asal, kemudian menuju kamar mandi.
Padahal apa susahnya membangunkan dirinya. Harusnya Sean tidak perlu sesungkan itu. Apakah pemuda manis itu merasa kasihan melihat dirinya tidur pulas dan damai.
Hmm-- ia benci perasaan dikasihani.
Rasanya sungguh menyedihkan.
Selesai mandi, ia memutuskan untuk langsung check out, pulang ke apartemen, mengganti baju dan pergi ke markas. Siang ini ia memiliki agenda penting di luar tugas, mengunjungi Ring Road bukan untuk penyelidikan resmi, melainkan bertemu Zoey. Entah apa masalah yang sedang menimpanya, dia tidak tahu. Sebenarnya ia tidak memiliki urusan apapun yang berkaitan dengan Zoey, semalam Sean meminta secara khusus dan ia hanya mewujudkan keinginan kekasihnya.
Burung pipit melintas di antara jalinan kabel listrik di sepanjang Ring Road. Sang inspektur merayap ke balik kemudi Chevroletnya. Tubuh lemasnya bahkan belum menerima sentuhan kehangatan kopi. Tak heran ia semakin merasakan pegal pegal dan kurang bersemangat.
Wang Yibo menyalakan mesin, menurunkan kaca mobil untuk menengok pada seorang pria tua petugas parkir yang berlagak sibuk tanpa diminta. Dia mengangguk pada si pria, memutar kemudi untuk kemudian masuk ke jalan raya. Sebelum ia menutup kembali kaca mobil, sekilas ia melirik bayangan wajahnya sendiri di spion.
Astaga, pucat sekali wajahnya, dan lingkar matanya sudah bukan abu samar lagi, melainkan nyaris ungu.
Sepertinya, selain obat psikiatris, ia harus menambahkan multivitamin dalam daftar obatnya.
***
01.00 PM
Beberapa pasang mata yang curiga mengawasi sebuah suv hitam mengkilat yang menginjak rem secara brutal dan berhenti tiba-tiba di depan Fantasy.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐭 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐨𝐧𝐠
Fanfiction"Jika seseorang tak pernah ada, maka bagaimana dia bisa menghilang?" Kalimat yang terucap dari seorang penyanyi kafe malam bernama Sean itu selalu terngiang di telinga Inspektur Wang. Semua yang terjadi di sekitarnya selalu berbalut misteri. Kasus k...
