24💌💔

329 39 0
                                    

Setelah malam itu keadaan lebih sepi karena mereka saling menjauh terkadang mereka bertemu tapi hanya untuk sekedar antar jemput.

Rose nampak menatap langit"Apa yang aku lakukan tapi aku tidak menyukai hobinya hiks...."tangis Rose semakin memilukan setelah mengingat masalalunya kembali,ia mengambil foto itu menciumnya dengan dalam sedalam rasa rindunya,ia akan kemakam nya esok hari setelah pulang dari kampusnya.

Sedangkan Lisa kini sibuk dengan tugasnya,ia menyibukkan dirinya dengan bekerja dikantor ia tidak tau harus apa semenjak malam itu ia bersalah seharusnya ia tidak melakukan hal yang membuat Rose tidak suka ia memang bodoh.

Jaehyun
Apakah besok luang?

Lisa
Ada apa?

Jaehyun
Pukul 10 ada pertandingan kampusku dengan kampus lain dan kebetulan terbuka untuk umum apa kau mau datang menyemangatiku?

Lisa
Akan aku usahakan

Jaehyun
Rasa tidak sukamu pada basket pasti akan hilang saat melihat betapa aku hebat dalam olahraga ini hehe

Lisa
Semangat,temanku harus menang

Jaehyun
Gomawo

Read

Lisa menghela nafas,ia akan memulai untuk serius pada Jaehyun ia tidak mau membuat Rose beranggapan dirinya merebut pasangan sahabat sendiri walau kenyataannya sebaliknya tapi ia tidak mau egois cukup dirinya melihat sahabatnya bahagia.

💔

Jeka mengigit pulpennya membuat Jimin gemas melihat kelakuan tuannya belakangan ini.

Cklek

"Jeka bagaimana dinner bersama Rose malam itu?" tanya Dara antusias.

"Begitulah Eomma tak ada yang perlu dibahas." ucap Jeka.

"Jeka cobalah buka hatimu untuk Rose,kau tau Rose gadis berpendidikan tinggi bahkan orang tuanya bukan orang sembarangan dan juga Rose itu anak yang baik dan cantik." ucap Dara.

Jeka hanya terdiam sambil membaca berkasnya membuat Dara kesal dan ia menggebrak meja membuat Jeka menatap Dara dengan datar.

"Setelah Appamu meninggal kau tidak ada perubahan,sebenarnya apa tujuanmu Jeka hah!" ucap Dara kesal sedangkan Jeka menatap tajam.

"Apakah harus privasiku diganggu olehmu hah,aku sudah tau kau bukan ibu kandungku sampai kapan kau belagak seperti nyonya disini ?!" teriak Jeka membuat Dara mematung.

"Jikapun aku tak memiliki belas kasih padamu sudah aku usir kau dari sini,tapi aku masih bisa menghargaimu karena kau istri mendiang Appa dan orang yang merawatku walau tidak tulus!" ucap Jeka dengan suara meninggi.

"JEKA!!" teriak Dara kesal.

"Kau tau bahkan aku menikahi Appamu karena keinginan Eomamu kau tau?!" ucap Dara tak kalah suaranya meninggi.

"Ya,tapi apa eomma memintamu untuk mencampuri privasiku?" tanya Jeka menohok.

"Aku hanya ingin yang terbaik untukmu Jeka!" ucap Dara,ia menatap Jeka dengan tajam,sudah lama ia ingin meluapkan rasa tertekannya.

"Selama ini Appamu menginginkan aku merawatmu sedangkan kau adalah anak darinya dan sahabatku dan kau tau aku hanya dianggap bagaikan orang lain karena Appamu setia pada Kay,hiks...kau tidak merasakan penderitaanku tidak dicintai orang yang seharusnya mencintaiku dan aku tau kini kau merasakan itu juga bukan?" ucap Dara.

Mail Reply Cafe{£ND}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang