Mau follow gue alhamdulillah, kalo enggak pikirin lagi! 💋😜
"ihhhh om lahir dikutub ya atau anak elsa ya... Dingin banget. Entar aja om dingin dinginnya billa belum kepanasan kok"ucapnya santai.
Sang asisten melihatnya hanya terperangah tak percay...
"Reyy aku mo-mohon lepaskan aku" tangis Tia pecah saat itu juga.
"kamu ingin aku melepaskan apa sayang" tanya Reyhan menggoreskan pisau tajam itu pada wajah Tia.
"akhhh...sa-sakit"
"heyy... Ayolah jangan menangis sayang. Ini hanya luka kecil tak sesakit itu" kemudian menancapkan pisau itu pada perut Tia kemudian memutarnya.
"AKHHHHHHHH... A-ampun Rey, ku mohon. Ini sangat sakit" tangisnya menggema diruangan yang hanya tuli dan buta melihat kekejaman Reyhan.
"HAHHAHAHA liat sayang,,, darah jalangmu keluar dengan deras. Emhhhh aku jadi teringat sesuatu" tawa Reyhan menggema dan tak ada belas kasih di matanya, nampak sekali ia menikmati permainannya ini.
"bukankah tangan ini yang mendorong kekasihku" Reyhan mengiris nadi kanan Tia dengan santai dan tangan kiri Tia dipotong oleh Reyhan.
"AKHHHHHHHH.... BUNUH SAJA AKU, JANGAN MENYIKSAKU" jerit Tia menahan sakit amat dalam.
"tidak secepat itu baby, aku akan memberikan permainan yang menyenangkan pada tubuhmu" Reyhan mengambil alat penancap paku dan menancapkan di lidah serta mulut Tia.
" ayoooo teriak baby, bukankah mulut ini sangat lancar menyebut kekasihku seorang jalang" sambil menekan paku yang tertancap di mulut Tia.
Tia hanya berbanjirkan air mata dan darah.
Kemudian Reyhan mengambil air keras dan menyiramkan kewajah Tia, sungguh ia tertawa amat keras melihat Tia merintih kesakitan.
Orang yang berada di ruangan itu pun hanya bungkam tak berani bertindak.
"wahhh wajah mu semakin cantikk sayang" menginjak kepala Tia.
"permainan terakhir sayang" ucap Reyhan, kemudian menyiramkan bensin dan membakar Tia hidup hidup.
Membuat Tia menjerit kesakitan dan tak lama mati hangus terbakar.
"HAHHAHAHA kamu manusia yang tak pantas mati dengan begitu CEPAT" Reyhan keluar dari tempat tersebut dan kembali kedalam mobilnya.
"bereskan dan jangan ada jejak" perintah Reyhan.
"baik tuan" tunduk Doni.
💙💙💙
Disebuah kamar mewah, Reyhan baru saja menyelesaikan ritual mandinya karena kotoran darah dari Tia.
Hingga senyum terukir diwajah tampannya mengingat gadisnya saat ini, ia mengambil poselnya dan langsung membuka room chat.
Mungil ❤️
--------------------- Online
Cantikku sedang apa?|
|Sedang Memikirkan sesuatu!
Apa kamu sedang memikirkan laki | laki lain. Enyahkan pikiran itu atau kamu tau akibatnya😡
|Hello tuan malaikat jangan pms dulu deh. Nabilla sedang memikirkan jantung Nabilla yang belum stabil karena jumlah uang yang ada di atm hitam itu.
Ingat harus digunakan, aku gak mau| tau. Jika Cantikku tidak menggunakannya aku akan terus menambahkan ya.
No no no baby, itu selamanya akan| terus bertambah.
|Tangan ku langsung lumpuh menerima kartu itu.
Apa!!!!|
Apa perlu kuberikan uang tunai saja,| agar tangan Mungil mu tak lumpuh🥺
|Stopp reyyy, aku tak ingin mati muda karena kekayaan mu.
Tidurlah, besok aku ingin | memberikan sesuatu untuk mu.
|Apa???
BESOK!!!|
|ck.. Pelit
Tidur. Good night sweet heart ❤️|
***
Dilain sisi Nabilla tersenyum kecil melihat perhatian Reyhan padanya, walau sedikit posesif dan memaksa namun semua tulus dari hatinya.
Ia meringis menahan sakit disudut bibir yang berdarah karena perlakuan kasar ayah dan ibu tirinya dan jangan lupa Stella juga ikut andil dalam menyiksa Nabilla.
"awas aje lo wewe gombel, tunggu gue di ring. Mampus lo" gumam Nabilla.
Namun sebuah ide jail muncul di otaknya, bukankah tadi sang nenek lampir membuat jus untuk wewe gombel.
Nabilla mengambil serbuk pencahar perut di lacinya dan mengendap ngendap kedapur mencampurkan serbuk kedalam minuman Stella.
"selamat berbahagia sodara setan ku" Nabilla tersenyum smirk.
Setelah meminum jus, Stella berulang kali masuk toilet hingga lemas dan tak bertenanga.
"gimana olah raga perutnya enakkan?" tanya Nabilla dengan senyum jail kemudian merogoh poselnya membuka aplikasi kamera untuk memvideo Stella yang mulas.
"lo- awas, gue bakalan balas" ancam Stella.
Ingin sekali menghampiri Nabilla namun perutnya kembali sakit dan buang angin.