Mau follow gue alhamdulillah, kalo enggak pikirin lagi! 💋😜
"ihhhh om lahir dikutub ya atau anak elsa ya... Dingin banget. Entar aja om dingin dinginnya billa belum kepanasan kok"ucapnya santai.
Sang asisten melihatnya hanya terperangah tak percay...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading 💙🐯
Udara semakin dingin dari sebelumnya membuat Nabilla semakin khawatir melihat keadaan Reyhan yang semakin pucat dan gemetar.
Ia meraih tangan Reyhan dan menggosoknya, melepaskan jaket bombernya untuk menghantarkan tubuh Reyhan.
"duhhh mati gue😔, bisa di penjara atas pembunuhan yang dilakukan oleh angin" 😭 batin Nabilla.
"pakkkk ayoo bisa yooo....jangan mati dulu lah pak. Saya takut bapak gentayangin" tutur Nabilla terus menggosok telapak tangan Reyhan.
Nabilla bangkit dari duduk ya mencari sesuatu yang dapat menghangatkan tubuh sang dosen terkutuk tersebut, walau ia dosen yang amat menyebalkan namun tak menampik sebuah simpati untuk menolong orang yang sedang sakit.
Di bantu dengan cahaya bulan yang memasuki celah jendela, akhirnya Nabilla menemukan dispenser yang menyediakan air hangat.
Ia mengambil air tersebut dan membawanya kearah Reyhan.
"ja-jangan tinggalin sa-saya" ucap Reyhan terbata bata sambil meraih tangan Nabilla.
"aduhhh pakk, gimana mau ninggalin coba. Kalo saya aja terkurung sama bapak" Nabilla sambil menyerahkan air hangat dan langsung diminum oleh Reyhan.
Reyhan yang masih merasa kedinginan berebahkan kepalanya tepat di pangkuan Nabilla dengan posisi wajahnya menghadap perut Nabilla, tangan kekarnya melingkar dipinggang mencari rasa nyaman dan hangat.