23. Peringatan

978 50 0
                                    

Happy Reading 💙🐯

Setelah kejadian itu Reyhan terdiam diruangannya sambil menatap figura yang menghias meja indahnya, Reyhan mengusap penuh sayang dan memeluknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah kejadian itu Reyhan terdiam diruangannya sambil menatap figura yang menghias meja indahnya, Reyhan mengusap penuh sayang dan memeluknya.

"maafin aku by, aku kalap dan malah nyakitin kamu" gumam Reyhan pelan sambil mengingat kejadian dimana ia menampar Nabilla, bahkan Nabilla tak menangis atau memarahinya.

Ceklek

"tuan, nona muda ingin bertemu" Doni sembari membungkukkan tubuhnya.

"benarkah?" jawab Reyhan dengan mata berbinar.

"biarkan gadisku masuk don" lanjutnya.

"baik tuan" Sahut Doni kemudian meninggalkan ruangan.

Muncul Nabilla dengan tingkah imutnya membuat Reyhan harus menahan rasa gemas kepada bocah satu ini.

"baby" panggil Reyhan lembut kemudian menghampiri Nabilla ingin memeluknya, namun Nabilla segera  menghindar.

"aku kesini mau ngomong sesuatu" ucap Nabilla tegas sambil menatap Reyhan.

"kemari sayang, bicarakan dengan baik" meraih tangan Nabilla dan mendudukan dengan lembut disofa ruangannya.

"A-aku. Aku m-minta maaf" ucap Reyhan terbata dengan mata berkaca kaca tak berani menatap Nabilla.

"kenapa sedih?" tanya Nabilla sambil mengusap rahang yang kokoh Reyhan.

Dengan mata yang merah ingin menangis Reyhan menatap Nabilla "karena tangan dan mulut aku udah jahat sama kamu"

"Nabilla juga minta maaf udah bentak Reyhan tadi" ucap Nabilla amat lembut.

Bagai tertohok, bahkan Nabilla meminta maaf untuk hal yang bukan kesalahannya. "ini salah aku, bukan kamu by" Reyhan memainkan jemari kecil Nabilla.

"aku tau dan itu memang benar adanya"

"iya aku salah aku minta maaf ya" Reyhan memelas.

"gak semudah itu Rey, mungkin saat ini aku maafin kamu. Tapi kalo kamu terus gituin aku entah waktu akan bicara apa nantinya"

"maaf by maaf, aku salah" pecah sudah tangisan psycopat ini.

"aku maafin kamu sekarang, namun dari sekarang juga hitungan mundur itu telah ada. Sampe akhir hitungan itu habis, kamu akan lihat kenyataan yang akan membuka mata kamu ini" tutur Nabilla sambil mengusap air mata Reyhan.

"aku gak mau kamu jauhin, aku gak mau kamu diemin. Aku kayak dicekik gak bisa meluk kamu.... hisk, bahkan rasanya nyawaku hilang waktu nampar kamu" Reyhan masih menangis seperti anak kecil sembil terus memegang tangan Nabilla.

"tangan kamu gak papa kan" tanya Nabilla sambil mengusap tangan Reyhan yang berbalut perban. Reyhan mengangguk.

"aku adalah jantung kamu Rey, jika aku jantung ini tiada, maka kamu pun sama dan aku akan terus berusaha agar tak kehilangan itu semua" lanjut Nabilla kemudian menyimpan kepala Reyhan di bahunya, mengusap dengan lembut rambut Reyhan.

REBILLA [ END ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang