19. TERLAMBAT
.
.
Vote comment share yaaa
Happy Reading 🧡💛
"GUNTUR!! KAMU MAU SEKOLAH NGGAK?!" Suara itu berasal dari seorang wanita paruh baya, yang tidak lain adalah ibunda dari seorang pemuda bernama Guntur Syandyakala.
Ceklek.
Pintu putih itu terbuka, menampilkan seorang pemuda yang masih bergeliat di atas kasur nyamannya.
"Guntur.. kamu sekolah gak?" Tanya Niken, mama Guntur sambil menepuk nepuk bahu anaknya itu.
Guntur bergeliat, "libur dulu ya Bun."
Mendengar jawaban sang putra, Niken malah dengan senang hati melayangkan jeweran khasnya ke telinga anaknya itu, "enak aja libur, cepet bangun!"
"Aw.. aw.. iya Bun, lepas dulu."
"Bunda mah coba aja sekali bangunin Guntur tu lembut adem gitu kan enak Guntur bangun," lanjutnya sambil menggosok telinganya yang memerah.
"Kalo model kamu dilembutin gak akan ada manfaatnya. Udah mandi sana! Udah solat tidur lagi," ucap Niken sambil meninggalkan anaknya itu untuk bersiap siap.
Setelah Niken hilang dari pandangan Guntur, "Bunda mah tadi nanya mau sekolah enggak gue jawab enggak, eh malah di suruh sekolah jadi buat apa dia nanya," gumam Guntur.
"JANGAN NGEDUMEL! MANDI SANA!" Teriakan itu terdengar, sepertinya Bundanya itu memiliki indera keenam.
"IYAA BUN.."
"Perasaan gak gede deh suara gue, bodo emang wanita itu keknya punya indera kesepuluh."
Sepuluh menit berlalu, pemuda yang kerang dipanggil dengan sebutan 'petir' oleh adik sahabatnya itu keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut kakinya dan jangan lupa perut dan dadanya terekspos, alias gak pake baju.
Mengambil seragam yang digantung di lemari dan memakainya tak lupa menyemprotkan pewangi satu liter dan merapikan rambutnya dengan pomade, lantas mengambil tas abu miliknya yang berada di kursi dekat jendela kamar.
Inisiatifnya membuka jendela kamar, menampilkan jalanan yang sedikit basah karena semalam hujan. Matanya tertuju pada sebuah rumah yang kini tidak berpenghuni.
"Dulu Lo disana teriakin gue karena gak pake baju," gumam Guntur.
Dirinya masih tersenyum, tak lama ada suara yang terdengar, "GUNTUR TURUN KALO UDAH SELESAI!"
Guntur tersadar dari lamunannya, "aish.. ganggu aja sih Bunda dan gue juga ngapain sih." Kemudian ia menutup kembali jendela kamar itu.
Setelah memakai kaus kakinya dan menenteng sepatu jangan lupa tas yang hanya disampirkan dibahu kanannya, Guntur turun ke bawah dan ternyata sudah ada ayah dan bunda yang menunggunya di sana.
***
"Pak.. tolong bukain dong," ucap gadis berkuncir kuda dari balik gerbang sekolah yang terkunci.
"Gak bisa dek, ini udah lebih jam tujuh," jawab bapak satpam itu.
"Aish.. bapak mah gimana bukain aja dong." Gadis itu memohon dengan nada melasnya.
"Percuma nanti saya bukain, kamu juga bakal dihukum," balas pak satpam itu.
"Nah maka dari itu daripada saya pulang lebih baik saya sekolah pak, lumayan WiFi sekolah kenceng pak di perpustakaan pak," ucap gadis itu lagi.
"Heh! Orang sekolah itu belajar kamu malah wifi-an. Dasar anak muda."
"Tetap gak bisa, ubah dulu niat kamu atau balik badan langsung pulang," lanjut pak satpam itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guntur Syandyakala
Ficção Adolescente[SELESAI] Namanya Guntur Langit Syandyakala Pemuda yang paling anti dengan masalah percintaan tapi dalam kehidupan nyata dia sering kali mengucapkan kata-kata manis untuk sebagian besar penggemarnya yang lebih banyak dari kalangan perempuan. Bagaim...
