42. TANPA DIA

60 4 0
                                        

HAPPY READING

JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT

(Tandai Typo)

•••••

"maksud Lo Nja? Maksud Lo apa?!"

Bukannya menjawab gadis itu malah menangis lagi. Bayu, pemuda itu terkejut maksudnya apa? Dan bagaimana kronologisnya? Dan mengapa Guntur bisa bersama Senja?

Guntur Langit Syandyakala. Hanya satu nama orang itu yang terus terucapkan oleh doa yang diminta Senja. Semoga Guntur bisa selamat. Hanya itu.

"Maaf... Maafin gue. Gue salah, gue—"

"Susstt... Jangan salahkan diri Lo Nja." Bayu terus saja menenangkan Senja tapi jujur saja di dalam hatinya ia masih bingung bagaimana ini bisa terjadi.

"Kita pulang ya," ucap Bayu lagi.

Senja mengurai dekapannya pada Bayu, dirinya hanya menatap kosong ke arah depan sambil menggeleng pelan, "gue mau temani Guntur di sini."

"Keadaan Lo lagi gak baik Nja, ke rumah gue ya."

"Gak mau Bayu, gue maunya Guntur."

Bayu pasrah. Kemudian ia melirik kedua temannya, Gibran dan Reyland yang mereka lakukan hanya memandang lurus ke depan menatap seseorang yang terbaring lemah di dalam sana melalui kaca transparan.

"Siapapun yang buat Guntur begini, gak akan gue ampuni!" Ucap Gibran sambil mengepalkan tangannya kuat.

"LEO!"

"Maksud Lo?" Bayu menoleh ke arah Reyland.

"Gue yakin ini ulah LEO. Kalau bukan mereka siapa lagi coba," ucap Reyland.

"Dan Senja juga bakal tunangan sama Lingga, bisa aja kan Bay," sambung Gibran.

Bayu menggeleng, "gue gak tahu. Gue mau masuk tolong jaga Senja di sini." Kemudian Bayu masuk ke dalam ruangan yang dimana hanya terdapat sang ketua BALVAGOS yang tengah tertidur di sana.

"Gue gak nyangka bakal kayak gini. Gue minta maaf gue kira Lo gak nepati janji Lo ke gue."

"Gue tau Lo kuat. Bahkan Lo bisa ngalahin sepuluh preman waktu itu, gue mohon Lo bangun."

Bayu kemudian diam tanpa sadar air matanya luruh. Tapi ia biarkan. Ia lemah jika menyangkut orang terdekatnya, "Bangun Tur, Lo udah janji sama gue bakal jaga Senja lagi."

"Gue belum bilang ke orang tua Lo. Gue gak mau bunda nangis, gue takut."

"Pertunangan Senja sama Lingga udah batal. Gue dapat info dari om Damar, ini kan yang Lo mau. Gue mohon Tur, bangun. Gue gak tega liat Senja nangis."

***

Bayu memberhentikan motornya di halaman rumah yang masih terdapat karangan bunga dengan tulisan 'pertunangan'.

Di lihatnya rumah ini sepi, seperti yang tuan rumah beritahukan kepadanya. Dilihatnya seorang pemuda dengan tuxedo hitam berjalan keluar dari arah pintu utama sambil mendorong seseorang yang duduk di kursi roda.

Dengan langkah lebarnya kaki Bayu melangkah, dengan tangan yang digepalkan dan tidak lupa tatapan sengit seorang Bayu Saputra, dan akhirnya.....

BUGH!

Sekali lagi,

BUGH!

"Anjing maksud Lo apa?!" Pemuda itu tidak terima, langsung saja ia membalas

Guntur SyandyakalaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang