Go

3.8K 388 78
                                        




Takemichi menarik lengannya, berusaha lepas, namun sepertinya sosok Hanma enggan menuruti, justru malah semakin berani mendekat dan menghirup aroma manis pemuda Hanagaki tersebut.

" L- lepaskan aku "

" Tenanglah.. aku hanya ingin berkenalan saja"

Hanma akhirnya melepaskan genggaman, berdiri tegak dengan pandangan masih penuh minat pada pemuda manis.

Takemichi memegang pergelangan tangannya, menghusap lengan dengan jejak sedikit merah disana.

Menatap tajam Hanma, kesal dirasakan pemuda manis itu.


" Sampaikan pada Mikey, ini belum berakhir"

Hanma berpesan.

Ia berbalik melangkah pergi, namun begitu langkahnya tidak jauh, ia berbalik dan kembali berucap.

" Sampai bertemu lagi "

Takemichi tidak habis pikir harus bertemu dengan seseorang semenakutkan itu.






✖✖✖







" Apa sekarang kau bisa turun? "

Lagi,  lagi-lagi mereka bicara lewat telfon dari balik jendela yang terbuka.

Mikey disana masih sama, hanya duduk diatas motornya menatap pemuda manis yang juga menatapnya dari jendela kamar.

Takemichi melangkah keluar menuju depan rumahnya.

Menghampiri, Mikey hanya memberinya sebuah senyum kecil.

" Mau jalan-jalan sebentar? "

Mikey menawari, memegang lengan lebih kecil.
Sedikit ringisan dikeluarkan, bekas cekalan Hanma yang kuat masih terasa, hanya saja Mikey tidak menyadarinya. Takemichi juga tidak bercerita.

Hanya duduk seperti biasa dibelakang Mikey dengan berpegangan pada pinggang itu.

Babu melaju cepat, keduanya tidak sadar Draken tak jauh dari sana menatap dari atas motornya.
Sepertinya ia kalah cepat, Takemichi sudah dibawa duluan oleh Mikey.







✖✖✖







" Kau meminta hal yang sulit"

Perempuan cantik itu menautkan jari-jarinya dibawah meja dengan gelisah, menatap pemuda Beta dihadapannya dengan tatapan antara ragu dan percaya.

" Apapun. aku akan menuruti apa yang kau mau "

Kacamata dibenarkan, tatapan itu tentu saja tengah menimbang-nimbang apa yang ia inginkan dari gadis Alpha satu ini.

Mendengus lucu, sedikit terheran kenapa seorang Alpha seperti dia bisa iri oleh seorang Omega.

" Masukan aku kedalam Toman, berikan aku posisi layak didalamnya"

Gadis itu tampak berfikir, namun setelahnya ia mengangguk, menyetujui apa yang diinginkan pemuda berkacamata dihadapannya itu.

Apapun.. asalkan perhatian dua orang yang ia sayangi dan cintai kembali padanya.







✖✖✖








Takemichi mengeratkan pegangan pada pinggang Mikey, hampir memeluk.

Aroma Mikey tercium jelas di indera penciumannya.
Pipinya merona, namun ia justru bersandar pada punggung itu.

Mikey didepan tentu saja tersenyum lebar, merasa senang dengan apa yang dilakukan Takemichi.

PretendedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang