Jū Roku

3K 346 36
                                        











10 tahun kemudian








Seorang pria bersurai hitam dengan mata biru langit melangkah keluar setelah ia mengenakan celemek dan merapikan dirinya sedikit.

Menghampiri sosok pirang berambut panjang yang tengah berdebat dengan seseorang.

Disana terlihat sosok seorang Inupi dewasa tengah berdebat dengan seorang pelanggan.

Pelanggan?

Pemuda yang berubah menjadi pria itu kini memiliki sebuah usaha toko bunga dan dekorasi, dirinya dibantu sepupu, sudah lima tahun lebih usahanya berjalan.

Kali ini ia tengah berdebat dengan langganan yang selalu datang ke tokonya, seorang bule Jerman dengan tubuh tegap yang tinggi,

Merasa bahunya ditepuk, Inupi menoleh, menemukan sosok sepupu disana, Takemichi tersenyum lembut padanya dan juga pada pelanggannya.

" Inupi-nii biar aku saja.. "

" Ya, kau tau yang terbaik, Michi "

Inupi menyerahkan,  Takemichi kini berhadapan dengan pelanggan yang setiap hari selalu menjadi langganannya, ia sangat hafal dengan sosoknya.

Pria Omega itu tersenyum, berbicara dengan aksen Jerman yang sudah tidak sekaku pertama ia belajar di negara ini.




" Entschuldigung für die Unannehmlichkeiten, Sir Ed"
( "Maaf atas ketidak nyamannya, tuan Ed" )

" Kein Problem, solange es für Sie ist"
( "Tidak masalah, selama untukmu" )

Takemichi tersenyum mendengarnya, bagaimana pun pria dihadapannya adalah pelanggan.

Pelanggan adalah raja, ingat?

Pria bule itu meraih setangkai bunga dan memberikannya pada Takemichi.

"Das ist für dich, ich dachte, du hättest Zeit, mit mir zu Abend zu essen?"
( "Ini untukmu, Kupikir kau punya waktu untuk makan malam bersamaku? " )

Ada senyum malu-malu diwajah manis Takemichi, menerima bunga tersebut, Takemichi membalas,

"Ich werde darüber nachdenken.. "
( "Akan kupikirkan.. " )






Inupi mendekati sepupunya, melihat dengan kesal orang tersebut yang sudah beranjak pergi dengan mobilnya.

" Dia penggoda, hati-hati Michi "

Takemichi terkekeh kecil, sudah terbiasa dengan tabiat Inupi yang posesif seperti biasa.

" Aku tau.. aku hanya tidak mau kita kehilangan satu pelanggan, dia selalu membeli dengan jumlah besar, sayang kalau kehilangan pelanggan seperti tuan Ed "

Inupi memutar bola matanya,

Tapi jika tidak ada Takemichi pasti tokonya sudah bangkrut sejak dulu-dulu.
Yang membuat toko ini tetap sukses diantara toko lain yang berjejer hanyalah Takemichi.

Omega manis bebas yang belum dibaui dengan senyumnya yang bisa membuat siapa saja terpesona.












" Danke für das Abendessen, Sir Ed"
( "Terimakasih atas makan malamnya, tuan Ed" )

PretendedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang