" Aku menjual rumah itu.. "
" Kau apa? "
Takemichi yang menggendong Fuyumi sedikit budeg begitu Inupi tiba-tiba berkata, menaruh bayi itu di tempat tidurnya, begitu putri kecil tertidur pulas.
" Aku menjual rumah Bibi, Kupikir.. kita tidak perlu ke Jepang lagi, kita pindah saja ke sini selamanya.. "
Perkataan itu membuat Takemichi terhenyak.
" Kau tega sekali, itu warisan orangtuaku! "
Takemichi melempar Inupi dengan baju kecil milik Fuyumi.
Kesal dengan keputusan sepihak sepupunya.
" Kau tidak perlu datang lagi ke Jepang untuk mengurus rumah itu, Pria brengsek itu bisa muncul lagi dan melukaimu lagi, juga keponakanku "
Terduduk diatas kasurnya, Takemichi menghela nafas kasar,
Kurangajar memang, namun tampaknya itu keputusan yang cukup bagus.
" Kau menyebalkan "
Benar.. bagaimana jika Mikey tau ia memiliki seorang putri? Seorang anak?
Bagaimana jika anaknya direbut oleh Mikey?
Fuyumi adalah hidupnya sekarang, dan ia tidak mau Mikey merampasnya, ditambah pria itu adalah penjahat, kriminal, juga memiliki mental labil.
Bagaimana jika putrinya dibunuh oleh dark impulsif Mikey?
Takut.. Takemichi terlalu takut membayangkan hal itu terjadi.
Akhirnya keputusan yang diberikan Inupi diterima bulat-bulat, membuat sang sepupu merasa senang, memeluk Takemichi disana dan mengajaknya tidur bersama.
✖✖✖
" B-Bunuh saja aku! Ku mohon! "
Seorang perempuan yang diikat memohon, tubuhnya sudah dipenuhi luka, bahkan wajah itu berdarah-darah, tampak mengerikan.
Sementara disampingnya, pria paruh baya sudah merenggang nyawa, dengan kepala berlubang disarangi peluru.
" LEPASKAN! LEPASKAN AKU!!! "
Haitani Ran menyeret seorang anak, menjambak rambutnya dan membawanya ke tengah ruangan.
" Aku berhasil menangkapnya Bos "
Ran disana tampak puas, sementara wanita itu berhisteris melihat sosok anaknya,
" Jangan!!! Kumohon jangan putriku!! Jangan anakku!!! Bunuh saja aku! Jangan anakku!!! "
Anak itu diikat, dibiarkan terlentang dan meronta,
Sosok Mikey berdiri disana menatap dingin, tampak tidak peduli,
Tangannya meraih pistol yang diberikan Rindou padanya
Sanzu melangkah mendekati sosok Bos, berbisik ditelinga.
Begitu selesai melapor, Sanzu pergi, membiarkan Bos-nya melakukan hal yang tertunda,
Mikey menodong, mengarahkan pistol itu pada kepala sang anak,
" Tidak!!! Tidak!! Jangan anakku!! JANGAN!!"
DORR!
✖✖✖
" Mikey tak terkalahkan.. - atau sekarang perlu ku sebut Bos Bonten yang hebat.. ? "
KAMU SEDANG MEMBACA
Pretended
Fiksi PenggemarBertahan. Hanya itu yang bisa Hanagaki Takemichi lakukan ditengah masalah yang terus melandanya. "Dia anakku! Kau tidak bisa mengambilnya dariku Mikey-kun! " "Cukup berpura-pura disana " Long story here ⚠️ Warning inside ⚠️ !No plagiat! AU! Omegaver...
