Chapter 8

708 112 100
                                        

Mina pov

Aku berjalan dari toko ke toko lain dan dengan senang hati melihat pakaian yang di pajang sambil menyesap ice americano ku.

"Mina bisakah kita berhenti sebentar? Kita sudah berjalan berjam-jam dan  aku sudah sangat lelah berkeliling mall ini..."aku berbalik untuk melihat jeongyeon yang sedang memegang semua tas belanjaan ku.

"Pleaseeee..." dia memohon dengan nada lelah sambil mengangkat tas belanjaan yang dia pegang.

Aku melihat ekspresi lelah dan cemberut menghiasi wajahnya.

Aku pikir dia akan senang jika aku membawanya menonton film dan belanja bersama ku.

Yah, lebih tepatnya aku yang belanja dan membuang semua tas belanjaan ku pada mainan ku.

Awalnya aku ingin berterima kasih padanya karena sudah menemaniku beberapa minggu ini, tetapi entah kenapa...ego ku yang tinggi tidak mengizinkan ku untuk melakukan itu.

Untuk lima hari ini, aku bahkan menahan keinginan ku untuk mengganggu dan menyusahkannya.

"Tentu, kau bisa istirahat..."aku tersenyum dalam hati ketika melihat wajah bahagia nya, tapi aku tidak bisa menahan perasaan ku untuk menyiksanya lagi.

"Tapi kau harus menggendong ku saat pulang nanti..."aku melanjutkan kalimatku dengan seringai di wajahku sebelum berbalik dan masuk ke toko Chanel merek favoritku.

"Dasar wanita gila..."aku berhenti berjalan ketika mendengar apa yang dia gumamkan.

Apa dia menyebutku sebagai wanita gila lagi?

"Apa yang baru saja kau katakan....sayang?!"aku memberinya tatapan dingin ku yang terkenal.

"T-tidak, aku tidak mengatakan apa-apa. Aku hanya melihat seekor burung yang sedang terbang melewati ku..." jeongyeon menutupi wajahnya dengan tas belanjaan ku.

Alisku terangkat ke atas saat mendengar penjelasannya.

Burung? Sejak kapan ada burung berkeliaran di sekitar pusat perbelanjaan? Dasar bodoh!!!

Aku mengabaikan pikrianku dengan mencemooh nya dan kembali berjalan menuju toko favorit ku.

Aku senang saat melihat blus yang sedang di pajang, blus itu bewarna two tone dengan pita hitam disekitar kerahnya.

Dengan riang aku berjalan ke blus itu sampai tiba-tiba seorang wanita paruh baya mendorong ku menjauh dan mengambil blus itu.

Aku hampir saja terjatuh jika aku tidak berhasil menyeimbangkan diriku.

Beraninya wanita itu mendorongku!!!

Aku menatapnya dengan marah saat aku melihatnya melambai-lambaikan blus yang akan jadi milik ku itu.

(Kata cetak miring berarti mereka sedang bicara dengan bahasa korea ya)

"Yeobo...lihat blus ini. Ini sangat cocok di tubuhku. Haruskah aku membeli yang ini?" dia berteriak pada suaminya yang sedang membayar di kasir.

"Ya, sayang. Kau terlihat sangat manis dan cantik saat memakainya. Kau bisa mengambilnya..."aku mencemooh saat mendengar apa yang di katakan suaminya.

Apa? Cantik dan manis? Apa suaminya itu buta? Lihatlah wanita paruh baya itu. Ya tuhan...!!!!

Aku langsung menepuk bahu wanita paruh baya itu dengan kesal.

"Hei ahjumma. Kau menyentuh blus Chanel ku..."wanita itu menatapku dengan bingung.

"Permisi...aku yang pertama menyentuh blus ini, jadi ini milikku..."katanya dan mulai berjalan pergi dengan blus itu.

Crazy Girlfriend (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang