Chapter 28

725 111 62
                                        

"Ini semua tidak akan terjadi jika kau tidak memaksaku datang ke sana, mengabaikanku, meninggalkanku dan membiarkan wanita-wanita itu melecehkanku!!!" marah Jeongyeon menatap pagar tinggi di depannya.

"Jadi semua ini salahku?" Mina berkomentar dengan sinis.

"Ya! Ya dan IYAAAA!!!" kesal Jeongyeon menendang tempat sampah yang mereka lewati.

"Mereka menciumku, menjilati leherku dan menyentuh tubuhku seakan aku ini adalah laki-laki yang mereka bayar untuk memuaskan hasrat mereka!!" teriak Jeongyeon dengan napas yang menggebu-gebu ketika mengingat apa saja yang telah dilakukan wanita-wanita itu padanya.

"Setidaknya sekarang aku sudah menyelamatkanmu dari mereka...."Mina dengan angkuh menjawab sambil berpaling dari Jeongyeon.

Mina memilih untuk menghindari menatap pria itu karena sebenarnya dia merasa sangat bersalah padanya.

Jika saja dia tidak kekanak-kanakan dan tidak meninggalkan Jeongyeon di sana, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.

Hati kecilnya menyuruhnya untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya, tapi Mina tidak akan melakukan itu karena dia adalah seorang wanita yang selalu menjunjung tinggi harga dirinya.

Pantang baginya untuk meminta maaf pada seseorang, apalagi mengakui kesalahannya. Itu tidak pernah ada dalam kamus hidupnya.

"Aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini!" Jeongyeon menggertakan giginya dan mengepalkan tangannya hingga membuat kukunya memutih.

"Seharusnya kau bersyukur karena aku datang tepat waktu!" balas Mina dengan mata melihat kearah lain.

Terjadi keheningan di antara mereka selama beberapa menit sampai Jeongyeon kembali bicara

"Kau salah!!!" teriak Jeongyeon membuat Mina menoleh ke arahnya.

"Seharusnya kau tidak datang dan membiarkanku tinggal di sana..."ucapan Jeongyeon kali ini benar-benar menarik perhatian Mina.

"Jennie benar. Seharusnya aku senang saat mereka semua menyentuhku. Bodohnya aku karena tidak membalas ciuman itu..." mata Mina seketika melebar dan berapi-api mendengar hal itu.

"Aku lebih baik kembali ke sana, pergi menemui Sana dan menerima tawarannya waktu itu..." Jeongyeon segera berbalik dan berjalan ke arah club yang mereka datangi tadi.

"BERHENTI DI SANA!!!" teriak Mina dengan wajah yang sudah berubah menjadi merah padam karena menahan emosinya.

Jeongyeon tidak repot-repot untuk mendengarkan teriakan Mina. Dia terus melangkahkan kakinya, tanpa memikirkan akibat yang akan ia dapat karena sudah memancing amarah wanita itu.

"AKU...BILANG...BERHENTI...DI...SANA...YOO...JEONGYEON!!!!" teriak Mina dengan nada yang di tekankan di setiap kata yang keluar dari mulutnya, bahkan dadanya nampak naik turun dengan cepat saat ini.

Jeongyeon lagi-lagi tidak memperdulikan semua teriakan itu, dia terus melangkahkan kakinya ke arah klub yang berada tak jauh darinya

"Kita lihat saja, apa dia masih keras kepala seperti biasanya?" batin Jeongyeon yang hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada Mina.

Tentu saja dia tidak akan mau kembali ke tempat yang dipenuhi dengan wanita mengerikan itu.

Bisa-bisa dia tidak akan bisa keluar lagi karena harus memenuhi nafsu gila semua wanita itu.

Jeongyeon sangat kesal dan marah karena Mina begitu tega meninggalkannya hingga membuatnya hampir saja diperkosa wanita-wanita yang haus belaian itu.

Dan karena itu lah dia ingin memberi pelajaran pada Mina, membuatnya marah dan kesal sama seperti yang dia rasakan saat ini.

Crazy Girlfriend (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang