Chapter 16

736 129 23
                                        

Mina pov

Musik klasik yang dimainkan oleh orkestra terdengar memenuhi mansion keluargaku, serta suara tawa dan celotehan orang-orang yang mencoba untuk mengenal satu sama lain demi keberhasilan bisnis mereka.

Appaku terlihat tertawa lepas dengan rekan bisnisnya yang tidak berguna.

Aku benci mereka!

Mereka semua hanya sekelompok hama yang suka menghisap appaku.

Aku memutar mataku dan menyesap anggurku. Aku berdiri di samping meja untuk menghindari orang-orang yang mencoba datang kepadaku.

Tidak ada satu orang pun di aula ini yang berani mendekatiku karena aura dingin yang aku keluarkan.

Ya, ada beberapa pria yang mencoba untuk berbicara denganku tapi aku hanya mengirimkan tatapan tajam ku pada mereka.

Entah kenapa aku sedang tidak mood untuk berbicara pada siapa pun. Ini aneh, biasanya aku suka mengobrol dengan pria yang bisa ku jadikan sebagai mainan baruku tapi sepertinya tidak untuk hari ini.

Aku menyesap anggurku lagi dengan mata sesekali melihat ke arah pintu masuk.

Dimana jeongyeon?

Sialan!!!

Kenapa mereka belum datang juga?!

Aku baru saja ingin menelpon suzy sampai seorang pelayan tidak sengaja menabrakku, menyebabkan ponsel ku jatuh dari tanganku dan meluncur jauh ke tengah aula.

"Maaf, nona mina..b-biarkan saya..."

"Pergi saja!" aku mendesis padanya saat dia mengangguk dengan wajah ketakutan dan buru-buru berjalan menjauh dariku.

Aku menghela napas dan berjalan untuk mengambil ponselku. Aku mempercepat langkahku ketika aku melihat seorang pria membungkuk dan mengambil ponselku.

Apa pria sialan itu mencoba mencuri ponselku?!

"Hei, kembalikan ponselku!" aku mengetuk lantai dengan tumitku saat aku bicara pada pria itu.

Aku tidak bisa melihat wajahnya karena punggungnya menghadapku. Dia tiba-tiba tertawa kecil yang membuatku kesal.

"Anda..."

Aku mengernyitkan keningku saat mendengar suaranya. Suaranya sangat familiar di telingaku.

Apa dia salah satu pria yang pernah menjadi mainanku?

"Excuse me? Siapa kau sampai bicara seperti itu padaku?" aku menyilangkan tanganku dengan mata masih menatapnya.

"Kau tidak mengingatku lagi, mina?"aku mendengus mendengar pertanyaannya.

"Berbaliklah agar aku bisa mengidentifikasi siapa dirimu karena aku mempunyai banyak mainan dari pria seperti mu..." dia tertawa lagi.

"Oh ayolah minari. Apa kau bercanda?"

Aku bersumpah aku akan mencabik-cabiknya jika dia masih bermain deng....t-tunggu.

Minari?

Hanya ada satu orang yang memanggilku seperti itu.

"Tidak mungkin, jangan bilang..."mataku terbelalak tak percaya saat dia berbalik menghadapku.

"Hai mina, sudah lama kita tidak berbicara seperti ini..."

"T-tzuyu?" dia tersenyum saat melihat reaksiku.

Ya tuhan...aku tidak bisa mempercayai mataku.

"Apa kau benar-benar tzuyu? Apa ini nyata? Aku tidak bermimpi kan?"

Aku pandangi wajahnya, wajah yang sudah lama ingin ku lihat, ku belai dan ku cium. Aku pikir aku hanya salah lihat atau menghayal ketika aku melihatnya di mall waktu itu.

Crazy Girlfriend (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang