Happy reading
Paginya Aira terbangun, pertama kali yang ia rasakan adalah kebas dan hangat pada dadanya, Aira menunduk dan tatapannya langsung tertuju pada rambut hitam lebat danwangi.
Aira tersadar dan teringat kejadian semalam, astaga! Pipi Aira memerah berpikir jika semalaman max tidak melepaskan putingnya dan menyusu padanya, saat ini juga Aira masih merasakan bahwa max masih menghisap ASI-nya.
Aira perlahan menyusupkan jari-jarinya ke dalam rambut max dan mengusaknya perlahan.
"Mas bangun sudah mau jam 6!" Ujar Aira dengan suara seraknya has bangun tidur.
"Hmm." Balas max karna masih asik dengan benda yang ada di dalam mulutnya.
Max sudah terbiasa terbangun di dipagi hari karna jika bukan harus menyelesaikan berkas-berkas kantornya max juga akan terbangun karna fairel akan lebih rewel di pagi hari.
Dan pagi ini max tidak mendengar bahwa anaknya terbangun mungkin karna nutrisinya terpenuhi jadi tidurnya lebih anteng.
"Mas nggak kerja?" Tanya Aira dengan menepuk punggung max pelan dan berusaha menjauhkan kepala Max dari dadanya, jangan tanyakan Aira mengapa dia bertanya seperti itu, karna ayah dan bundanya selalu bekerja dihari libur, jadi Aira pikir max juga begitu.
Max melepaskan puting tersebut dari mulutnya, dan mensejajarkan wajahnya dengan Aira.
"Aku harus segera menikahimu Aira." Ujar max dengan mata tertuju pada mata coklat terang Aira.
"Mas aku masih sekolah." Peringat Aira Menahan tangan max yang sudah menyentuh dada kanannya.
"Tak masalah kau sebentar lagi lulus, jadi itu tak masalah." Ujar max santai, dengan tangan mulai meremas dada kanan Aira perlahan.
"Aku masih berumur 18 loh mas." Ujar Aira lagi dan lebih mengeratkan pegangannya pada tangan max, karna ia merasakan juga air ASI-nya keluar.
"Apa kau keberatan dengan status mas yang seorang duda mempunyai anak?"
Aira menatap mata max dalam, "aku tidak keberatan mas terhadap status apapun, tapi jika sudah berumur 50 lebih aku tak mau," ujar Aira dengan candaan di akhir kalimatnya.
"Syukurlah, karna mas masih berumur 28 jadi tidak tua bukan?!" Tanya max dengan kekehannya, Aira pun ikut tertawa.
Tak lama tangisan fairel terdengar, Aira segera beranjak duduk bersandar pada kepala kasur dengan keadaan dada terbuka, Aira segera menggendong fairel dan mengarahkan dada kanannya pada fairel.
Aira menepuk pantat fairel sambil mengelus pipi gembul fairel.
"Astaga tampan sekali kau sayang," ujar Aira dengan menatap wajah fairel, dari kecil saja sudah di anugerah kan wajah yang tampan, Aira yakin jika nanti telah besar pasti jadi rebutan para betina.
"Seperti daddy-nya bukan?" Tanya max yang sudah berada disamping aira.
"Ya, seperti daddy-nya.... Tapi boong." Ujar Aira dengan terkekeh senang.
"Aira!!" Geram max dengan menatap Aira tajam, tapi tak lama raut wajah max berubah.
"Aku tampan kan Aira, tidak seperti bapak-bapak di luaran sana kan Aira," ujar max dengan menggoyangkan tangan Aira dengan bibir yang di majukan.
"Astaga! Lihatlah daddymu sayang, sangat menggelikan." Ujar Aira dengan berlagak bergidik jijik.
"Lihat saja besok aku akan menikahimu." Ujar max.
Aira perlahan mengubah duduknya dengan masih fairel yang menyusu padanya, Aira menghadap max. "Mas jangan terburu-buru aku juga masih belum lulus, aku juga sepertinya ingin berkuliah, tapi tenang saja tentang fairel aku akan menyanggupi."
Max menghela nafas pelan "ya baiklah, tapi kau jangan menjauh dariku ataupun fairel, aku sudah sangat nyaman berada di sampingmu dan fairel pun sangat tak bisa jauh darimu."
"Ya tentu saja, itupun yang juga aku rasakan." Ujar Aira dengan senyuman lembutnya.
Max bergeser meringsut mendekat kearah dada Aira. "Daddy juga ingin nak, kita berbagi oke." Ujar max menatap anaknya yang kembali terpejam dengan mulut yang masih aktif menyusu pada Aira.
Tanpa persetujuan Aira max melahap puting kiri Aira.
"Astaga! Cepatlah kalian sudah pukul jam 6 lebih, aku harus bersekolah." Ujar Aira dengan menepuk punggung max.
Max melepaskan puting Aira dan mendongak menatap Aira. "Bukankah hari ini hari Minggu?" Tanya max kemudian kembali memasukkan puting Aira kedalam mulutnya.
"Oh iya ya, Aira lupa hehe." Ujar Aira dengan cengengesan.
Aira menunduk memperhatikan fairel dan max yang masih menyusu kepadanya dengan anteng.
Max melepaskan putingnya. "Rasanya sangat membuat ketagihan." ujar max dengan mata menatap Aira.
Aira tersenyum dengan tangan yang mengelus kepala max.
"Biasanya jika pagi hari, fairel lebih rewel tapi karna sekarang sudah ada calon mamanya dia anteng sekali." Ujar max.
"Ya karna itu haus mas, mangkanya setiap pagi harus sedia dot disampingnya." Ujar Aira memberi pengertian.
"Tidak sayang, fairel selalu menolak jika akan di beri susu formula, dia akan menangis lama terlebih dahulu, baru jika sudah lelah dan haus karna menangis dia baru meminum susu nya."
Aira mengangguk, dimana ibu fairel? Mengapa tidak memikirkan anaknya yang masih butuh asi tersebut.
Dengan canggung Aira bertanya. "Dimana mama fairel mas? Bukannya jika masih bayi harus selalu ada di samping ibunya untuk memenuhi pertumbuhaannya?" Tanya Aira pelan.
Max menegakkan tubuhnya dan duduk di samping Aira, max menyandarkan kepala Aira ke dadanya. "Wanita jalang itu hanya memikirkan harta saja, kau tau? Bahkan sehari fairel lahir dia enggan menyusui anaknya sendiri, jika bukan waktu itu ibu saya menghalangi mungkin wanita itu sudah saya bunuh dengan tangan saya sendiri." Ujar max menggebu-gebu.
"Astaga! kasian sekali kau nak, tenang saja sekarang ada mommy di sini sayang." Ujar Aira menatap fairel teduh, bayi itu masih menyusu dengan tenang pada Aira.
"Jadi apakah kau mau tinggal di mansion bersamaku sayang? Mas tak enak jika harus menginap disini terus." Ujar max.
"Kenapa harus aku pindah juga mas? Kan bisa fairel di sini, mas bisa kembali ke mansion mas, tenang saja fairel aman bersamaku." Ujar Aira.
"Bukan begitu aira...," Max mengacak rambutnya kesal. "Ah, kau tidak akan mengerti, kau akan tetap tinggal di mansion bersamaku, tidak ada penolakan Aira, lagipula bunda serta ayahmu sudah mengizinkan." Ujar max.
Aira hanya mengangguk pasrah "halo tampan, sudah bangun hm?" Ujar Aira setelah melihat fairel melepaskan putingnya dan membuka matanya.
"Adu adu tampannya anakku." Ujar Aira sambil meletakkan fairel di kasur kemudian memasukkan kembali dadanya.
Aira menciumi seluruh wajah fairel sampai fairel menggeliat kegelian karna Aira menguselkan wajahnya pada leher fairel.
" Aihh wangi sekali kau sayang, muachhhh." Ujar Aira dengan mengecup lama bibir mungil fairel.
"Ahh, Daddy iri padamu sayang." Ujar max ikut merebahkan badannya di samping fairel.
***
Segini dulu❤️
Cerita hasil karya sendiri!!
Follow ig uthor, ig: lililida__
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Duda
ChickLitMax lamuel xander Clarissa Elina haira Tidak pandai membuat deskripsi, tapi boleh atuh di baca dulu 3/5 chpter dulu punten HIATUS DON'T COPY MY STORY!!!! Start: 21-12-2021 End: -
