004

140K 3.5K 11
                                        

Pagi pukul 9 Aira, max dan fairel berada di mansion max yang megah mewah dan besar.

Saat ini Aira berada di taman di belakang mansion, disini bukan taman seperti biasanya, di taman tersebut tidak ada bunga satupun yang ada hanya beberapa pohon rindang lebat serta rumput lebat yang bersih. Apa masih bisa disebut taman? Tapi, tadi max bilang Aira ketaman belakang saja, jadi Aira diantarkan oleh salah satu maid yang ada disini.

Max sendiri sedang berada di perusahaannya, tadi diperjalanan menuju mansion, sekretarisnya menelfon dan ada meeting dadakan, jadi sekarang max berada di perusahaannya.

Aira duduk di atas rumput lebat bersih dengan menggendong fairel yang saat ini menyusu padanya, tenang saja! Tadi Aira sudah berpesan untuk penjaga laki-laki yang sedang menjaga di taman? Aira sudah mengusirnya dengan lembut.

Di sini suasana sangat sejuk sepi dan bunyi burung seakan menambah nilai plus untuk ketenangan.

Fairel sendiri sudah tertidur saat ini, perlahan Aira melepaskan putingnya dari mulut bayi tersebut, tapi yang ada bayi tersebut menggeliat gelisah mulutnya seakan mencari-cari benda kesukaannya.

Aira terkekeh dan kembali menyusui fairel dan...yap Bayi itu tenang kembali dengan tangan mungilnya yang menggenggam jari telunjuk Aira.

Aira menggelengkan kepalanya terkekeh, matanya terpejam tapi mulutnya aktif.

"Tampan sekali kau nak." Kagum Aira, fairel memiliki rambut lebat hitam tebal, kulit putih bersih, Alis lebat dengan mata bulatnya dihiasi bulu mata panjang lebat, hidung mancung bibir mungil berbentuk love, dan jangan lupakan pipi bulatnya yang kemerah merahan.

"Kita masuk ya sayang, udaranya sangat dingin, sepertinya hujan akan turun." Ujar Aira sambil melepaskan putingnya perlahan dengan tangan yang mengelus rambut fairel.

"Kita masuk sayang," ujar Aira setelah memasukkan dadanya kembali.

****

Benar saja hujan turun tepat saat Aira masuk, udara juga sangat dingin, saat ini Aira tengah tiduran dengan fairel dengan selimut yang menutupi sampai dada fairel dan Aira.

Aira menoleh kearah pintu saat pintu kamar yang ditempati sekarang lebih tepatnya kamar max terbuka, disana menampilkan max dengan wajah lesunya.

Max berjalan kearah fairel dan Aira yang sedang tiduran, didekatinya fairel dan diciumnya pipi serta dahi sang anak.

"Ada apa? Apa ada masalah?" Ujar Aira saat melihat raut lesu dan tertekuk max.

"Hm." Ujar max, kali ini dia memutari ranjang dan duduk di samping Aira.

"Mandilah agar segar kembali." Ujar Aira.

"Nanti saja." Ujar max sambil menidurkan badannya di samping Aira, setelah melepaskan jas dan membuka beberapa kancing kemejanya.

Max memeluk Aira yang tiduran terlentang dari samping, pria itu menyembunyikan wajahnya di sela-sela leher dan bahu Aira.

Aira mengelus rambut max dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya mengelus-elus rambut fairel yang masih anteng menonton film kartun.

Max mendusel kearah leher Aira sesekali menghirup aroma Aira dengan rakus.

Lama dalam keadaan seperti itu, max sendiri sepertinya tertidur karna Aira sudah tidak merasakan gerakan max lagi.

Dan sekarang bayi itu menangis karna sudah lapar dan mungkin sudah mengantuk, terlihat dari matanya yang sudah sayu.

Segera Aira merubah tidurnya menjadi menyamping, Aira tidur membelakangi max, dan sekarang Aira melepaskan beberapa kancingnya dan menurunkan bra nya.

Setelah itu Aira menggeser bayi tersebut semakin mendekatinya.

Setelahnya Aira menyusui fairel sambil menepuk nepuk pantat fairel.

Tak lama pelukan dari arah belakang Aira rasakan, disusul dengan tangan yang melingkari perutnya.

"Aku ingin juga mommy." Suara berat dan serak max terdengar dari tengkuk lehernya, membuat Aira menggelinjang geli.

"Ingin apa Daddy?" Ujar Aira berusaha tenang, karna sekarang tangan besar dan berurat itu mengelus dada kanannya.

"Aku ingin ini mommy." Ujar max dengan tangan yang sudah menggenggam dada Aira.

"Tidak bisa, ini hanya untuk fairel." Ujar Aira dengan tangan menahan tangan max yang sudah meremas miliknya.

"Tidak bisa mommy, ini juga milikku, itu sudah hak paten ku, sekarang berbalik lah mommy, fairel sudah tertidur,hm." Ujar max serak membuat ribuan kupu-kupu terbang di perut Aira.

Karna tak kunjung berbalik max mengangkat kepalanya melihat kearah anaknya yang sudah tertidur dengan puting yang masih ada pada dalam mulut mungilnya.

Perlahan max melepaskan dada Aira mulut fairel.

Setelah itu, dengan Enteng max mengangkat badan Aira tanpa kesusahan, tentu dengan badan max yang kekar dengan otot menghiasai membuatnya dengan mudah mengangkat Aira kesamping menghadap dirinya.

Kini posisinya fairel disamping kiri dan max di tengah-tengah dan Aira disebelah kanannya.

Dada Aira yang belum di masukkan itu membuat max dengan mudah memasukkan kedalam mulutnya.

Max kembali melingkarkan tangan kekarnya di perut Aira dengan kepala yang berada tepat di depan dada Aira sambil menyusu.

Aira yang sedari tadi menegang kembali rileks, tangannya di angkat oleh max dan di taruh nya di rambutnya, bermaksud agar Aira mengelusnya.

Aira mengelus rambut max, sesekali meringis kala max dengan sengaja menyesapnya dengan kuat.

"Astaga pelan-pelan mas." Ujar Aira menepuk punggung max pelan.

Deheman max terdengar, setelah itu keadaan sunyi, fairel tertidur dan lelaki duda itu menyumpal mulutnya dengan puting Aira.

Lama dalam keadaan seperti itu, 20 menit kemudian max melepaskan puting tersebut.

"Aku akan menikahimu besok Aira." Ujar max serius dengan wajah yang di sejajarkan dengan wajah Aira.

Aira menggeleng "nggak mau."

"Apa kau bilang?!" Ujar max dengan mata menajam menatap Aira.

"Aku tak mau menikah sekarang mas, setidaknya sampai aku lulus dulu." Ujar Aira.

"Kenapa tidak besok saja sayang?" Ujar max.

"Tidak bisa mas."

"Apa alasannya hm? Apa kau masih ragu padaku? Atau apa, hm?" Ujar max dengan menatap Aira lekat.

"Tidak ada alasannya, aku hanya ingin lulus dari sekolahku baru menikah, apa kau tidak malu nanti mempunyai istri yang masih SMA?"

"Untuk apa aku malu?" Ujar max.

"Sudahlah kau mandilah mas, kamu bau." Ujar Aira sambil menutupi hidungnya.

"Ouh, aku rasa hidungmu sedang bermasalah sayang." Ujar max melepaskan tangan Aira yang sedang menutupi hidungnya, kemudian membawa kepala Aira di bawa kepada dadanya yang terbuka, dan menekannya.

Aira memberontak dengan memukul punggung max.

"Sttt, jangan berisik sayang, aku tak ingin fairel terbangun dan mengambil waktuku bersamamu." Ujar max yang sekarang tidak menekan kembali kepala Aira.

******

Hai🙌 makasih banget udah mau baca cerita saya.

Jangan lupa vomen ya sayang!!!🙌maksa banget pokoknya.

Bye....

My Sweet DudaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang