5. Terpaksa

71.5K 6.3K 66
                                        

Happy reading, jangan lupa vote dan comment nya. Terima kasih...

***

Dion memijat pelipisnya. Hari pertama dia menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT. Oto Maju Persada, perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Siapa lagi pemilik sahamnya kalau bukan papanya tercinta.

         Dengan paksaan dan ancaman dari papanya, Dion akhirnya mau menjabat sementara sebagai Direktur Keuangan di perusahaan ini. Papanya benar-benar sibuk mengurus perusahaannya yang lain. Di satu sisi perusahaan ini juga sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

         Mau tidak mau, suka tidak suka akhirnya Dion mengalah, meninggalkan posisinya sementara di perusahaannya untuk mengurusi perusahaan papanya. Untung saja ada Faris, sahabat baiknya yang rela mengurus perusahaannya disaat dia harus absen.

         Meskipun terlahir dari keluarga kaya raya, bukan berarti Dion hanya berdiam diri saja menunggu estafet kepemimpinan jatuh ke tangannya nanti. Dari sejak kuliah Dion sudah memiliki bisnis kecil-kecilan di bidang kuliner. Kalau sekarang, jangan ditanya lagi. Dion adalah pemilik jaringan resto dan bar yang sudah tersohor di tanah air. Beberapa restoran miliknya bahkan berstandar Internasional dan diakui oleh dunia per-kulineran mancanegara.

         Dion memandangi pintu ruang kerjanya yang baru saja tertutup. Wanita itu, Terra baru saja keluar dengan kekesalan yang memuncak. Orang pertama yang Dion buat kesal di hari pertamanya bekerja. Dion pikir wanita itu akan protes dan memancing keributan, rupanya dia pandai juga mengatur emosi dan amarahnya.

         Sejak perkenalan pertama di ruang meeting tadi, Dion sedikit tidak nyaman dengan Terra. Penampilan Terra biasa saja, tidak ada yang aneh, bahkan cenderung sopan dan sederhana. Yang membuat Dion tidak begitu suka adalah aura Terra yang terlalu mendominasi.

         Dari awal pernbincangannya dengan Pak Adi, Dion sudah bisa menangkap kalau Terra adalah wanita yang cerdas. Pak Adi banyak berbicara tentang Terra, dari bagaimana kinerjanya, sampai dengan seluruh kontribusinya untuk perusahaan. Perempuan itu bahkan belum genap tiga puluh tahun, tapi sudah bisa menduduki jabatan sebagai Manajer.

         Dion sedikit tertarik, tapi yang lebih membuatnya tertarik adalah bagaimana wanita dengan kemampuan yang sudah tidak diragukan lagi itu bisa kecolongan juga dengan kasus ini. Bohong kalau Dion tidak menaruh curiga pada Terra. Hanya sebatas curiga, karena dia tidak memiliki bukti apa-apa.

         Karena itu Dion meminta pada Pak Adi agar Terra bisa merangkap juga sebagai sekertarisnya. Dengan begitu mau tidak mau Terra harus pindah ke meja di depan ruangannya. Itu lebih memudahkan Dion untuk mengawasi gerak-gerik Terra.

         Dion membuka map yang tadi sempat dia minta dari HRD. Semua hal tentang data diri Terra ada disana. "Terra Cotta?" Dion mengernyit membaca nama aneh itu. "Tembikar? Tanah liat?" Lagi-lagi Dion bingung.

         Orang tua model apa yang memberikan anaknya nama Terra Cotta. Dia lanjut membolak-balikan dokumen tersebut. Lulus dengan nilai yang lumayan dari Universitas yang cukup terkenal di Jakarta, pengalaman kerjanya juga bagus, dia pernah bekerja di perusahaan besar juga sebelum disini. Dion mengangguk-angguk, merasa cukup puas dengan informasi yang dia peroleh. Paling tidak wanita itu kompeten dalam bidangnya.

         Dion menutup map itu dan meletakkannya diatas meja. Sore ini, dia menunggu semua dokumen yang dia minta pada Terra tadi ada diatas meja kerjanya. Katakanlah Dion kejam, tapi dia memang membutuhkan semuanya secepat mungkin. Dia juga tidak mau meninggalkan perusahaannya terlalu lama.

***

         Terra bergegas masuk ke ruangannya. Beberapa karyawan lainnya memperhatikan langkah kaki Terra yang terlampau cepat, nyaris berlari malah. Beberapa dari mereka mendesah kecewa, mengharapkan ada sepatah dua patah yang keluar dari bibir Terra pasca menghadap ke ruangan Pak Dion. Beberapa dari mereka mulai berbisik satu sama lain, sepertinya keadaan tidak berjalan dengan baik.

TerraCotta (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang