Sudah dua bulan usia kandungan Alia, untungnya kehamilan Alia tidak rewel. Seperti kebanyakan ibu hamil, Alia juga muntah dipagi hari, tapi itu tidak sampai mengganggunya.
Alia juga mulai membuka diri, dia mulai belajar untuk ceria dan merahasiakan semua ini, walaupun dia tidak tau sampai kapan.
Berkali-kali Andin membujuknya untuk bertemu Dillan, tetapi alia tetap memberikan jawaban yang sama,
Tidak mau.
Alia juga tidak tau bagaimana akhir hidupnya nanti, tetapi Alia mencoba optimis dan mencoba untuk tidak menangis ketika Andin mengungkit tentang Dillan dan kelanjutan hubungan Alia.
"Al, ayo donk, cerita sama Dillan. Hubungi dia. Dia harus tau, Al." bujuk Andin lagi, entah untuk yang keberapa kali.
"Udalah, Ndin. Gak perlu !!" Kata Alia keras kepala. "Aku bisa urus diri aku sendiri." Sambungnya.
"Alia, hal ini bukan untuk main-main. Semakin lama perut kamu semakin besar. Gak mungkin kamu sembunyiin ini terus-terusan. Mau sampai kapan ?!"
"Aku nggak tau, Ndin." kata alia pasrah.
"Al, apa sih yang ada di pikiran kamu ?! Kamu kira kehamilan kamu itu bisul ?! Seminggu kempes!?" Andin berkata sambil terus memandang Alia khawatir bercampur sebal.
"Kamu bakalan ngelewatin waktu 7 bulan lagi sebelum bayi itu lahir Al, dan itu gak lama lagi !! Apa perlu aku yang bilang ke Dillan ?!"
Alia langsung menatap Andin tajam.
"Enggak !!"
"Alia, aku peduli sama kamu" Andin memelankan suaranya.
"Aku tau Dillan udah ngecewain kamu. Aku juga gak bisa tolerir tingkah dia, tapi aku gak mau kamu kayak gini terus-terusan. Ini semua bakalan ngerugiin diri kamu sendiri. Apa pun resikonya Dillan harus tau, Al." Kata Andin tidak mau kalah.
"Andin, stop !! Berhenti ngomong tentang Dillan, Dillan, dan Dillan, aku capek !! Aku muak..!!!" Alia menjerit didepan Andin dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu kira aku gak mikirin gimana hidup aku ?!" Sambung Alia dengan menangis. Air mata yang dicoba ditahannya selama dua bulan ini tumpah juga.
"Aku bingung, Ndin..!! Aku hamil sebelum nikah. Dan aku baru tau ternyata laki-laki yang ngehamilin aku itu brengsek !!" Kata Alia meraung-raung.
"Aku bahkan gak tau apa dia itu cinta ato gak sama aku !!" Tangis Alia terdengar menyedihkan.
"Dia pernah peduli ato gak sama aku ?! Aku takut Ndin. Hati aku sakit nginget dia ngegandeng itu cewek !!"katanya lagi sambil menangis.
"Alia..." Andin bergumam,tidak bisa berkata-kata.
"Kamu tau kan Ndin, gimana bencinya kak Erga dan kak Akbar sama keluarganya Ditam?! Kamu inget kan ?! Kamu tau kan!?" Kesedihan dan putus asa terlihat pekat diwajah Alia.
"Dan aku malah hamil sama saudara kembar si dita sialan itu !! Kamu bisa bayangin kan gimana reaksi kakak-kakak aku ?! Jadi gimana aku mau cerita sama mereka ,ndin ?! Gimana ?!!" Katanya menjerit.
"AKu harus bilang apa ?! Sementara orangtua aku ?? Papa sama mama pasti bakalan kecewa banget sama aku, kalo tau satu-datunya anak cewek kesayangan mereka hamil. Mereka pasti gak akan sayang lagi sama aku. Mereka gak akan nganggap aku anak mereka lagi. Keluarga aku akan benci sama aku, Ndin !! Aku gak mau itu !!! aku gak sanggup..." kata Alia sambil menangis sedih.
"Al,keluarga kamu gak akan membenci kamu, Alia !! Mereka sayang sama kamu., mereka gak akan ninggalin kamu waktu kamu terpuruk kaya gini." kata Andin sambil menenangkan Alia yang meraung raung.
"Yang kamu perlu lakukan sekarang datang ke Dillan, omongin ini baik-baik dan jujur sama orangtua kamu, Al.."
"Enggak Ndin !! Aku gak berani. Aku takut keluarga aku akan ngebuang aku. Aku lebih milih kehilangan Dillan ketimbang kehilangan keluarga aku, Ndin. Aku gak mau..!!" kata Alia lagi.
"Ndin, janji sama aku, janji kalo kamu gak akan bilang ke keluarga aku ataupun Dillan." Mata Alia menyiratkan putus asa yang sangat saat mengatakan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because I love you
RomanceAlia, 22 thn. Tidak tinggi, tidak cantik dan gendut. Dillan, 25thn. Tinggi,tampan dan playboy Ini bukan cerita novel yang pemeran utamanya selalu cantik dan sempurna. ini adalah realita ketika the beauty and the beast bertemu. Eumm, mungkin menjadi...
