tapmehulupaud .24

770 19 37
                                        

"Ras! Gue mau ngomong sama lo!" Ucap Bara

"Apa yang perlu lo omongin sama gue ha?! Lo aja ga percaya sama gue yang notabetnya sahabat lo! Bodoh!" Kesal Laras karena kebodohan sahabatnya ini ralat mantan sahabat

"Maaf in gue" sesal Bara

"Ga ada yang perlu lo sesali Bar! Semua udah terjadi! Mau lo sesali kayak apapun Andini ga bakal hidup lagi, dan adek gue Belin gak bakal balik lagi!" Ketus Laras

"Apa maksut lo Belin ga bakal balik?" Tanya Bara sambil menatap Laras serius

Laras menutup mulutnya dengan batin yang menggerutu

Kok bisa keceplosan sih! Kan jadi ngerasa bersalah sama dedek gue! Gara gara ni orang sih

"Bukan urusan lo juga kan?! Mendingan lo urus noh tunangan lo!" Ketus Laras dengan cepat lari terbirit birit menuju mobilnya

"Laras!" Teriak Bara

"Sialan!" Umpatnya

..🐒..

Sudah seminggu keluarga Belinda dan Bara uring uringan mencari keberadaan Belinda

Seperti saat ini semua keluarga Belinda dan keluarga Bara mencari keberadaan Belinda yang entah kemana ia pergi

"Pa Belinda kemana pa" tangis Cilsia pecah

Ia benar benar menyesal karena telah menampar anak nya begitupun Bagas, zidan (papa Bara) Lisa (mama Bara)

"Maafkan aku dan istriku juga" sesal Zidan

"Tak apa, sudah terjadi juga bukan"

"Bara, apa Belin udah ketemu?" Tanya Lisa dengan penuh harap

"Belum ma, bahkan aku udah coba nanya ke teman teman Belin. Tapi ga ada yang tau" jelas Bara sambil menggelengkan kepalanya

"Apa kamu sudah menghubungi Rean dan Mila?" Tanya Cilsia membuat semua atensi beralih ke arahnya 

"Mereka sama sekali tidak ingin membahas tentang Belin tan, bahkan tadi Bara juga sudah mengancam Rean tapi karena keluarga Mila Rean sama sekali tidak takut dengan ancaman ku" jelas Bara

Membuat tangis Lisa dan Cilsia pecah seketika

Cengeng! Salah sendiri anak di tampar! Sumpah gue gedeg sama mereka! Kalo kalian gimane?!

..🐒..

Di sebuah Club yang bernama *** Bara sudah menghabiskan dua puluh botol wine dengan dosis tinggi. Bahkan saat ini dirinya sudah meracau tidak jelas. Sudah tiga bulan lamanya Belinda meninggalkan Bara tanpa kabar. Dan Bara mengisi harinya dengan pergi ke Club dan mabuk mabukkan

"Dimana kamu Belinda?"

"Maaf kan saya"

"Tolong maaf kan saya"

"Saya cinta sama kamu"

"Maafkan saya karena terlambat menyadari perasaan saya"

"Saya tidak mencintai Tabita"

"Ternyata saya hanya merasa kagum dengan kesempurnaan yang Tabita miliki"

"Tolong kembalilah"

"Maafkan  saya"

"Saya mohon maaf kan saya"

"Hiks.."

"Maafkan saya"

"Hiks.."

"Kembalilah!"

"Saya merindukanmu"

"Pulanglah!"

"Saya mohon.."

"Kasian banget sih lo Bar! Tapi gue seneng sih liat lo kayak gini" kekeh Laras sambil melihat Bara yang sudah teler

"Gue ga perlu repot repot buat nonjok mukak sok ke gantengan lo itu" ujar Laras dengan masih terkekeh pelan sambil meminum wiskinya yang tinggal setengah, ia lalu bangkit sambil memperbaiki pakaiannya yang minim 

"Sayang!" Panggil Wiliam sambil memeluk Laras dari belakang

"Bangsat! Lo apa apaan sih! Ga usah peluk peluk gue setan!" Kesal Laras sambil mencoba melepaskan pelukan erat Wiliam di tubuhnya, tapi tak membuahkan hasil apapun. Malahan pelukannya semakin menjadi

"Kenapa sih marah marah terus, kamu beneran ga mau nerima aku lagi?" Ujar Wiliam dengan mata berkaca kaca sambil mengecup leher jenjang Laras membuat wanita itu bergidik

"Gila! Lepas!" Pekik Laras tertahan

"Ihhh... gamauuuu!" Dengan kesal Wiliam menghentakkan hentak kan kedua kakinya sambil terus terusan memeluk Laras

"Lepasin anjing!" Bentak Laras

"Hiks.. hiks.. hiks.." tangis Wiliam pun pecah

Laras sudah mulai jengkel di buatnya,  kenapa juga dia harus di pertemukan dengan Wiliam sang mantan yang dengan teganya berselingkuh bersama Tabita. Setiap Laras teringat akan kejadian itu hatinya selalu sesak. Tak dapat di pungkiri bahwa ia masih mencintai lelaki ini, tapi dirinya tidak ingin masuk ke jurang yang sama

"Mau lo apa sih! hah?!" Kesal Laras

"Hiks.. Willi mau sama Lala!" Teriaknya kesal

"Lo mabuk Wil! Lebih baik lo lepasin gu-"

"Willi ga mabuk!" Bantah William mencoba mengelak

"Ya, lo ga mabuk" ujar Laras, membuat William tersenyum lebar

"Cuma lo mau mati!"

Setelah mengucapkan kalimat sarkasnya Laras mendorong tubuh William sampai terduduk di sofa dan membopong tubuh berat Bara untuk mengantarnya pulang ke rumah. Meninggalkan William yang kembali terisak

"Lala cuma milik Willi sampai kapan  pun!" Tekat William untuk mendapatkan wanitanya kembali












TBC
.......


Assalamualaikum Wr. Wb.

Wiliam bangsat bgtt😊
Gedeg saya☺

Kalo menurut kalian gimana?

Kasian ga sm Bara?

Pengen  Belin balik sm Bara apa enggak?

Komen ya!

Biar aku tambah semangat up nya

Jan lupa vote juga say

Bentar lagi puasa lohhh..

Di bulan puasa kali ini apa permintaan kalian?

Apapun itu semoga terkabulkan

Aamiin

See you!

Wa'alaikumsalam Wr. Wb

I Love You! || Mr.B (On Going!)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang