amilhulupaud .25

742 21 1
                                        

Sudah 5 tahun lamanya Belinda tidak ada kabar sama sekali, bahkan Bara selalu uring uringan tidak jelas. Dan selalu merepotkan Laras. Begitupun Wiliam yang selalu menempel pada Laras layak nya lintah. Seperti saat ini.....

"Lo bisa jauh jauh ga sih dari gue!" Sentak Laras galak sambil menggeplak tangan Wiliam keras, yang asik memeluknya bahkan kepalanya sudah mendusel dusel ke ceruk leher Laras dengan sesekali mengecupinya

Laras di buat mendidih karenanya, kalau bukan karena mama Wiliam memaksa dirinya untuk membujuk Wiliam yang sedang sakit itu, mungkin dirinya sudah menonjok, mencakar, menjambak, bahkan menendangnya sampai sekarat. Tapi nyatanya laki laki di sampingnya ini terlihat seperti orang sehat! Apakah dirinya dibohongi!

"Ihhh.. ayang sakit tau" rajuk Wiliam, dan memilih duduk menjauh dari Laras

Sedangkan Laras dengan santainya malah meminum Wine nya dengan nikmat tanpa mengindahkan Wiliam

"Ras" panggil Bara pelan

"Apa?"

"Lo beneran ga tau dimana Belin?" Lagi dan lagi Bara menanyakan hal yang sama

Laras memutar bola matanya jengah, Ingin rasanya Laras menendang manusia di hadapannya ini

"Kalo gue tau! Udah dari dulu gue susul Belin! Dan tinggal di sana biar ga ketemu sama Bajingan kayak kalian!" Kesal Laras

BRAKKK!

Gebrakan meja mampu membuat kedua orang yang sedang berdebat terjangkit kaget

"Jadi kamu mau ninggalin aku lagi?! Belum puas kamu pergi ga bilang bilang?! Kan aku udah jelasin sayang, aku sama Tabita karna dia lagi hamil yang aku kira anak aku. Aku itu cinta sama kamu hiks.. hiks.. kenapa kamu ga ngerti ngerti sih! Aku tidur sama dia juga karna aku mabuk, sayang!!!..." Teriak Wiliam dengan tangis yang keras sambil berjalan mendekati Laras yang masih terdiam sambil menatapnya aneh atau lebih tepatnya ngeriii

Bara menatap drama di depannya ini dengan jengah, ia pun berdiri meninggalkan kedua orang yang sedang beradu mulut itu. Dengan Laras yang menolak dan Wiliam yang kukuh untuk mendekati Laras kembali

"Dimana kamu Belin? Tolong kembalilah!" Mohon Bara sambil mengendarai mobil nya untuk berkeliling kota lagi

..🐒..

"Akhirnya sampai juga!" Teriak Belinda dengan senyuman manis nya

"Parah! Inimah indah banget!" Decak kagum Belinda

Walaupun dirinya sudah sering berkunjung tapi tetap saja, pesona pantai di pagi hari memang tak bisa di tolak

"Kalo kayak gini mah aku ga mau pulang, tapi kangen" Belinda kembali sedih sambil menatap sendu pantai indah di depannya

Drrtt...

Drrtt...

Drrtt...

Drrtt...

"Pagi sayang!"

"Too mam"

"Kamu lagi dimana?"

"Pantai mam"

"Kamu ga pengen pulang? Ga kangen rumah? Ga kangen mama juga?"

Belinda terkekeh kecil

"Kangen kok cuman belum saatnya aja" kata Belinda sambil tersenyum tipis

"Yaudah mama matiin dulu ya, papa mau berangkat soalnya"

"Iya mam"

"Daa sayang!"

"Too mam"

Ya Belinda sudah mengabari keluarganya kala itu, dengan syarat tidak memberi tahu Bara dan keluarganya. Cuman orang terdekatnya saja yang mengetahui keberadaan nya

Belinda hidup di pulau kecil ini sendirian, tanpa adanya sanak saudara di sini. Di sini juga ia mengerti akan banyak hal. Belinda banyak berubah dari penampilan yang lebih dewasa, cara berbicara, dan tentunya sikap nya yang tak lagi kekanak kanakan

Belinda saat ini menjadi model terkenal di Asian. Dengan usaha dan jerih payahnya sendiri ia mampu menjadi sekarang. Bahkan ia sudah lulus S3 nya dari beberapa bulan yang lalu, ia lulus kuliah lebih awal. Bahkan ia sampai masuk rumah sakit karna belajar hanya untuk lulus lebih cepat

"Apa kabar Mas? Pasti udah nikah sama Tabita ya hehe.."

"Udah lima tahun tapi tetep aja aku ga bisa lupain kamu"

"Apa kita bakal ketemu lagi?"

I Love You! || Mr.B (On Going!)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang