Setelah beberapa minggu Mila dan Rean pun akhirnya kembali ke Jakarta. Dengan hubungan yang mulai membaik dengan Mila yang tampak canggung, dan Rean dengan segala kekonyolannya
"Sayang!"
"Sayang!"
"Sayang!"
Teriak Bara dari dalam kamar, dirinya menginap dirumah Belinda. Belinda tidak dapat menolak karena papa nya menyuruh Bara untung menjaganya. Memang sialan emang. Bara kan jadi mendapat keuntungan
"Belin sayang..." rengek Bara dengan wajah cemberut sambil bergelayut di lengan Belinda
"Apa sih?!" Ketus Belinda sambil menyentak pelan tangan Bara
Bibir Bara sudah melengkung ke bawah, nafasnya naik turun tanda sungai akan tumpah
Sedari tadi Bara selalu merecoki dirinya dengan hal - hal menyebalkan. Contohnya saja, saat Belinda sedang menyiram tanaman di depan rumahnya, dengan kurang ajarnya Bara malah mematikan saluran air. Saat Belinda melipat pakaian dengan jahilnya Bara mengambil lipatan baju lalu di kibas kibaskan. Dan lagi disaat Belinda tengah membuat kue dengan kurang ajarnya Bara menumpahkan tepung yang ingin Belinda buat menjadi kue, akhirnya dapurpun berubah menjadi pesta tepung. Dan masih banyak hal yang lainnya mengenai keusilan Bara hari ini. Al hasil Belinda kesal sekesal kesalnya
"Ihhh.... jangan diemin Bara...." rengeknya lagi
"...."
"Huwaaaa... Belin sayangg!!"
"...."
"Aku bilangin mama nih!" Ancamnya dengan mata berkaca
Belinda masih tak bergeming, ia sudah terlanjur kesal dengan pria di sampingnya ini
"Hiks.. hiks.. hiks.." tangis Bara pun pecah
Belinda menatap Bara kaget
"Astagaaa..... kamu kenapa sihhh?!" Pekik Belinda tertahan
"Belin jahat! Diemin Bara hiks.."
"Kamu nya nyebelin mas, aku juga capek tauuu!" Pekik Belinda tertahan tak dapat dipungkiri bahwa dirinya ingin mencakar wajah ganteng Bara
"Kan Bara udah hiks.. minta maaf.. hiks.."
"Bara nglakuin itu juga karna Belinda hikss..."
"Kok jadi aku?" Belinda tak terima
"Belinda diemin Bara hiks" tangis Bara semakin pecah
Belinda menepuk jidatnya frustasi
"Mau nya gimana?" Tanya Belinda mencoba sabar sambil mengusap airmata pria ganteng di depannya ini
"Pelukk!"
"Ha?" Belinda cengo
"Ihh.. pelukkk!" Teriak Bara kesal
Belinda memejamkan mata nya kala suara Bara terlampaui keras. Telinganya rasanya berdengung nyeri
"Hiks.. hiks.. hiks.." tangis Bara pecah lagi, bahkan yang kali ini lebih keras
"Astaga nangis lagi" gumam Belin pelan
"Jahat hiks.. ga mau sama Belin.." ngambek Bara, sesenggukan
"Yaudah" jengah Belinda
"Ihhh... kok gitu..." teriaknya tak terima. Ia menatap Belinda dengan tatapan melotot
"Yarabbi" nyebut Belinda
"Kamu kenapa sih mas?! Kok jadi cengeng gini?" Tanya Belinda menatap Bara aneh
"Saya gini juga karena kamu! Pokoknya minta peluk!" Jawaban Bara semakin membuat Belinda curiga dengan sifat Bara
"Ihhh.... pelukkk...." rengeknya lagi, bibirnya kembali melengkung ke bawah. Bahkan matanya mulai berkaca kaca lagi. Dengan ingusnya yang ee
Belinda menghela nafasnya pelan, ia mengambil tisu dan mengelap ingus Bara sampai bersih
Bara sedikit tersenyum, hanya sedikit
"Peluk!" Pinta nya lagi dan lagi
Alhasil dirinya merentangkan tangannya, dan dengan wajah sumringah Bara memeluk Belinda se'erat eratnya sambil mendusel dusel kan kepala nya di ceruk leher Belinda
"Ya gustiiii!" Teriak Belinda kesal dalam hati
"Ihhh... kwangyen!" Racau Bara tak jelas karena wajahnya menempel pada ceruk leher Belinda
"Saya cinta sama kamu" ungkapnya
"Saya sayang sama kamu" ungkapnya lagi
"Jangan tinggalin saya"
"Mau ga mau kita nikah!"
"Jangan lupa! Sama janji kamu dulu!"
"Pokoknya kita nikah!"
"Gak terima penolakan!"
"Tinggal pilih yes or yes!" Keukuh Bara
Pilihan macam apa itu marsinah! Batin Belinda prustasi
Bolehkah dirinya menjual anak ayam yang sayang nya ganteng ini?
Sepertinya sangat tertekan yan bund
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You! || Mr.B (On Going!)
Romansa[SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU UNTUK MEMBACA] Warning❗banyak kata - kata kasar🚫 Harap bijak dalam memilih cerita❌❌ ______________________________ ❎❎❎❎❎❎❎❎❎❎❎ 10/09/21 Ini adalah kisah dari seorang gadis yang teramat tergila - gila denga...
