Bara akan pulang ke rumah akan tetapi sebelum itu dirinya ingin mengantar Tabita terlebih dahulu. Jika sekarang bukan malam mungkin ia akan membiarkan dirinya di jalan itu juga
Karena Bara yang tidak tega pun mengusulkan untuk mengantarnya pulang, apalagi dengan keadaannya yang tengah hamil besar. Dirinya saja kaget saat melihat perut besar Tabita
"Bara makasih ya" kata Tabita tersenyum manis
Di mata Bara Tabita masih sama cantik seperti dulu
"Hm" singkatnya
"Turun!"
Sesampainya di depan kos an Tabita Bara menyuruhnya untuk turun
"Bara-"
"Apa lagi sih Ta?" Potong Bara menatap ke arah Tabita yang menunduk
"Aku boleh ga minta nomor telpon kamu, aku udah ga punya siapa siapa lagi" cicitnya pelan
Bara menghela nafas pelan
Tanpa berpikir Bara menyerahkan kartu namanya dengan alasan cepat cepat pulang karena lelah
"Makasih Bara" kata Tabita
"Hm" singkatnya
Tabita pun perlahan mencoba turun akan tetapi tubuhnya oleng dan Bara dengan sigap menahannya, jika tidak Tabita sudah akan di bawa ke rumah sakit karena tekanan pada perutnya
"Hati hati" dinginnya
"Makasih" Tabita tersenyum manis
"Gue bantu" kata Bara dan turun dari mobilnya
Tabita tersenyum miris kala mendengar kosakata Bara yang tidak lagi seperti dulu
"Hati hati" ucap Bara sambil menuntun Tabita memasuki kos an yang kecil dan kumuh
Sesampainya di dalam Bara bertanya mengenai hal yang sedari tadi mengganggunya
"Anak siapa?" Celetuknya
Terlihat Tabita tersenyum manis
"Kalau aku bilang anak kamu, kamu percaya?" Tanya Tabita gamblang
"Mimpi! Gue terakhir ketemu lo waktu lo di seret sama polisi! Ga usah ngayal!" Sarkas Bara pada Tabita dan berlalu meninggalkan Tabita yang nampak terkejut
..🐒..
Sesampainya di rumah Bara langsung mendapat celotehan istrinya yang membuatnya pusing, tanpa sadar dirinya kelepasan
"Belinda saya lelah!" Sentaknya kasar, menatap sang istri tajam
Terlihat Belinda memundurkan langkahnya
"Kamu kok bentak aku sih mas?" Mata Belinda mulai berkaca - kaca
Bara meraup wajahnya kasar
Dirinya benar benar lelah
"Saya benar - benar lelah Belin! Tolong mengertilah!" Setelah itu Bara berlalu dari hadapan Belinda, dan meninggalkan Belinda yang air mata nya luruh
Brakk
Dengan kasar Bara membanting pintu kamar
"Tenang Belinda, mungkin mas Bara emang beneran lelah. Kan ga biasanya dia pulang malem. Mungkin karena kerjaannya banyak" monolog Belinda mencoba berpikir positif
Tanpa sadar dirinya mengelus perutnya lembut
Tapi siapa sangka pagi harinya Bara tetap sama, malah lebih Parah. Dia kembali bersikap dingin kepada nya seperti dulu
"Saya berangkat" kata Bara, bahkan makanannya tidak ia habiskan
"Pagi pagi kayak gini?" Bingung Belinda
"Saya kerja Belin" Bara mulai tersulut emosi
"Bukannya hari ini biasanya kamu libur ya mas?" Heran Belinda
"Belinda!" Bentaknya keras
Belinda terjengit kaget
Hatinya sakit
Belinda sudah tidak tahan
Ia berdiri ganti menatap Bara tajam
"Kamu kenapa sih mas?!" Sentak Belinda marah
Kelakuan Bara akhir akhir ini sangat aneh, sering pulang malam. Kalau di tanya jawabannya lembur. Jarang ada untuk dirinya
"Kamu yang kenapa Belin!" Balas Bara marah
Belinda menggeleng kan kepalanya akan kelakuan Bara yang sekarang
"Ga habis pikir aku sama kamu mas" setelah mengucapakan satu kalimat yang tersirat akan makna, Belinda berlalu meninggalkan Bara yang tertegun
Didalam kamar Belinda dapat melihat Bara membawa mobilnya. Bara pergi
Jika Bara yang dulu, saat dirinya marah ia akan membujuk tapi sekarang Bara kembali berubah
"Aku harus gimana mas?" Monolog Belinda menahan tangis, tangannya setia mengelus perutnya lembut
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You! || Mr.B (On Going!)
Romansa[SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU UNTUK MEMBACA] Warning❗banyak kata - kata kasar🚫 Harap bijak dalam memilih cerita❌❌ ______________________________ ❎❎❎❎❎❎❎❎❎❎❎ 10/09/21 Ini adalah kisah dari seorang gadis yang teramat tergila - gila denga...
