Rabu yang sangat cerah, seperti ada harapan baru di kehidupan Gie. Seperti biasa Gie sarapan sebelum berangkat sekolah, dan seperti biasa James harus sarapan dikantornya hanya Gie dan Julian yang selalu sarapan dirumah.
Gie menuruni tangga "pagi Abang ku yang ganteng"
"Pagi, kesambet apa Lo? Kemaren marah-marah sama gue dan sekarang happy banget, susah ya punya Adek moody-an"
"Lo gak suka nih kalo gue happy?"
"Gak gitu juga, gue seneng Lo happy sering-sering deh kayak gini, udah makan dulu"
Gie duduk dan bergegas makan "selamat makan Abang"
Julian menatap Gie dan tersenyum.
Julian menghabiskan makan dengan cepat, agar bisa mengantar Bonita ke sekolah sebelum akhirnya Julian pergi ke kampus.
"Dek gue duluan ya" ucap Julian sambil minum.
"Tumben buru-buru, emang udah telat ya?"
"Enggak, gue mau anter Bonita dulu, dah ya gue cabut dulu, bye Gie" Julian sambil keluar dari rumah.
Gie tak melanjutkan sarapannya setelah mendengar alasan Julian sebelum pagi, Gie merasa harus secepatnya untuk menjauhkan Bonita dengan Julian.
Hal itu tidak membuat Gie tak semangat berangkat sekolah karena Gie mempunyai kabar baik untuk sesampainya pada Kavin.
Karena terlalu seneng gue sampai lupa untuk menjemput Wyne dan Liora.
Gie telah sampai di parkiran sekolah dan melihat Kavin yang sedang berdiri sedang melihat ke depan gerbang masuk sekolah.
"DORRR"
Kavin menghela nafas panjang "ngagetin aja sih Lo"
"Liat apasih bestie? Serius amat" tanya Gie.
Kavin tak menjawab pertanyaan Gie, karena Gie juga tahu apa yang sedang Kavin perhatikan dari tadi, Kavin memperhatikan Bonita yang turun dari mobil Julian.
"Ehemm, diliatin doang gak berusaha, gak bakal buat dia cinta sama Lo"
"Berisik Lo"
"Gak sehat ngeliatin orang bucin, mending lo iku gue" ucap Gie sambil menarik-narik lengan Kavin.
"Mau kemana sih? Lepasin gie!"
Gie terus menarik tangan Kavin "Gie stop!" Menepis tangan Gie.
Mereka menghentikan langkahnya "Kavin gue mau ngasih tau kabar gembira"
"Kabar apa? Awas aja kalo gak penting"
"Penting banget, karena menyangkut masa depan kita"
"Jadi?"
"Jadi gue udah tau caranya biar Bonita bisa lirik Lo lagi dan Deket lagi kayak dulu"
"Gimana caranya?"
Gie mengeluarkan benda itu dari tasnya, benda yang kemarin dia beli dari minimarket "look at this" Gie tersenyum penuh misteri.
Kavin terkejut dengan apa yang gue bawa ke sekolah "tespect?"
"Yes baby boy, jadi rencananya gue bakal masukin ini ke tas Bonita dan tugas Lo suruh Sadewa buat razia dadakan Karena Lo lumayan deket sama Sadewa, dan ketika orang lain nyudutin Bonita Lo bisa jadi pahlawan kesiangan buat Bonita, brilian kan ide gue?" Ucap Gie mengangkat satu alisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GIRL ON FIRE [ ON GOING ]
Teen FictionGIRL ON FIRE (Dream chaser girl) SMA itu masa terakhir menjadi remaja, dimana masih memikirkan, besok main kemana? besok nongkrong di mana? besok healing kemana?. sama seperti geng Girl On Fire, geng yang beranggotakan 3 orang, orang-orang yang meng...
![GIRL ON FIRE [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/298591982-64-k659902.jpg)