GIRL ON FIRE (Dream chaser girl)
SMA itu masa terakhir menjadi remaja, dimana masih memikirkan, besok main kemana? besok nongkrong di mana? besok healing kemana?.
sama seperti geng Girl On Fire, geng yang beranggotakan 3 orang, orang-orang yang meng...
"TERKADANG KITA PERLU SADAR DIRI BAHWA DEKAT SEKALIPUN BUKAN BERARTI KITA SPESIAL UNTUKNYA" -anonim
〜(꒪꒳꒪)〜
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keesokan harinya sesuai kesepakatan Gie dan Kavin ia akan menjemput Gie sebelum berangkat ke sekolah.
Kavin tau jika ia menjemput Gie akan menjadi masalah karena James ayahnya Gie sangat membenci Kavin dan keluarganya, alhasil Kavin menunggu sejenak di taman komplek Gie sampai James benar-benar telah pergi ke kantornya.
Setelah itu Kavin langsung bergegas ke rumah Gie dan benar saja Gie telah menunggunya di depan gerbang rumah.
"Sorry Gie gue nunggu bokap Lo pergi dulu" Kavin membukakan pintu mobil untuk Gie.
"Gapapa kok" Gie masuk kedalam mobil.
Kavin menancap gas mobilnya karena tidak ingin telat apa lagi Gie pernah telat hingga harus mengerjakan ujian di ruang BK.
1 menit lagi gerbang sekolah akan di tutup sedangkan Kavin baru saja sampai ke sekolah dan belum sempat masuk kedalam area sekolah.
Kavin melihat pak Darmo yang sebentar lagi akan menutup pintu gerbang sekolah, alhasil Kavin berancang-ancang menancap gas full mobilnya untuk bisa masuk kedalam sekolah sebelum gerbang tertutup.
Sempat terkena selip ban tapi akhirnya Kavin bisa masuk dengan tepat waktu walaupun pak Darmo sedikit terkejut ketika melihat mobil yang melaju cepat masuk ke area sekolah.
"Lo ngajak mati? Kalo nabrak gimana?" Sentak Gie.
"Dari pada telat lagi, terus ngerjain ujian di ruang BK emang mau?" Tanya Kavin.
"Ya enggak lah"
Setelah itu mereka dengan cepat langsung berlari kearah kelasnya, untung saja guru pengawas belum datang.
Dengan nafas yang belum stabil dan rasa capek karena berlari, Kavin dan Gie duduk di kursinya masing masing.
"Lo kenapa Gie?" Tanya Liora.
"Gapapa" Gie menjawabnya dengan dingin.
Dari situ Liora faham jika Gie belom bisa memaafkannya karena kesalahan tempo hari yang Liora dan Wyne lakukan.
Sedangkan Putra yang melihat Kavin dan Gie berbarengan masuk ke kelas dia yakin jika Kavin menjemput Gie sebelum datang dan raut wajah Putra ketika Kavin duduk di depannya sangat menunjukan ekspresi tidak senang.