GIRL ON FIRE (Dream chaser girl)
SMA itu masa terakhir menjadi remaja, dimana masih memikirkan, besok main kemana? besok nongkrong di mana? besok healing kemana?.
sama seperti geng Girl On Fire, geng yang beranggotakan 3 orang, orang-orang yang meng...
"BUATLAH DIA TERSENYUM, MESKIPUN KAMU BUKANLAH PENYEBAB KESEDIHANNYA" -anonim
〜(꒪꒳꒪)〜
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari Kamis 2 hari sebelum ujian berakhir. Gie bersiap untuk pergi ke sekolah. Dengan skincare dan make-up yang super mahal Gie mengaplikasikannya pada wajah mulusnya itu.
Setiap hari Gie ini selalu tampil paripurna, wajah cantiknya yang membuat ia sangat percaya diri, walaupun sekarang Gie telah mengurangi perundungan untuk siswa yang menurutnya cupu dan newb.
Di depan rumah Gie telah ada Putra yang ingin menjemput Gie sekolah dan ia sedang mengobrol dengan James.
"Hallo om" ucap Putra sangat ramah.
"Cari siapa?" James yang tadinya akan segera pergi untuk ke luar kota terpaksa harus meladeni Putra dahulu.
"Gie ada Om? Mau berangkat bareng udah janji kok Om" ucap Putra berbohong.
Tak lama Gie keluar dari rumah, Gie terkejut ketika melihat Putra tiba-tiba ada di rumahnya dan sedang mengobrol dengan James.
"Ngapain lo?"
"Jemput kamu"
"Gue berangkat sendiri" ucap Gie cuek.
"Sendiri atau mau sama Kavin?" Gie terkejut karena putra menyebut nama Kavin di hadapan James, apa lagi wajah James terlihat sangat berubah ketika nama Kavin disebut.
"Hah apaan sih, enggak kok, yaudah kita berangkat bareng aja" dengan terpaksa Gie menuruti keinginan Putra lalu mereka langsung pergi ke sekolah.
Saat Gie baru saja keluar dari komplek perumahannya ia melihat mobil Kavin yang baru saja ingin masuk komplek, karena Gie dan Kavin saling menyadari akhirnya Kavin mengikuti mobil Putra dari belakang.
Dipertengahan jalan Gie meminta agar Putra menurunkannya di pinggir jalan saja, tapi putra tidak mau karena tahu dibelakang terdapat mobil Kavin yang tengah membuntutinya.
"GUE BILANG STOP, Lo budek ya? Kalo tetep gak berhenti gue bakal loncat dan Lo bakal jadi tersangka!" Gie menantang.
"Oke oke" dengan perasaan marah dan cemburu Putra pun menghentikan laju mobilnya. Lalu Gie langsung keluar dan berpindah masuk kedalam mobil Kavin.
Tindakan Gie sangat membuat Kavin gembira walaupun Gie menilai itu semua karena terpaksa dan gak ada pilihan lain.
Karena Putra telah kebakaran jenggot, ia melajukan mobilnya sangat kencang.
Setelah Gie dan Kavin sampai ternyata ada Julian yang baru saja mengantarkan Bonita sekolah.
Tak ada pilihan lain, jalan satu-satunya Gie harus berjalan dihadapan Julian untuk masuk ke dalam sekolah walaupun Gie tau jika Julian akan mengejeknya.