▫ ▫ ▫
"Hah? Jadi Alasha digangguin sama Red Cobra karena mereka ngira Asha itu pacar lo?" Arvin bertanya memastikan. Namun belum sempat ia mendengar jawaban Elang, ponsel itu direbut dari tangannya.
"Oh berarti lo ya yang bikin adek gue kaya gini?"
Elang terdiam di seberang sana. Ia tak berani menjawab omongan orang itu yang ia yakini bukan Arvin.
"Lo bukan siapa-siapanya kan, gue saranin deh sama lo, mending lo ga usah berhubungan sama Asha lagi daripada lo bikin Asha celaka gini!"
Elang masih terdiam, sedangkan suara Arvin kembali masuk ke telinganya.
"Mas Saki lo apa-apaan sih!" Ucapnya seraya merebut kembali ponsel miliknya itu.
"Sorry Bang, kita lanjut nanti" Kata Arvin lagi lalu mematikan panggilan itu. Sedangkan atensinya pun langsung beralih pada Arsaki yang masih menatapnya marah.
"Udah berapa kali gue bilang sama lo ga usah ikut-ikutan geng motor yang ga guna kaya gini" Arsaki mulai berbicara.
"Gue yang ikutan kenapa lo yang ribet?"
Pemuda itu memalingkan wajahnya sebentar sebelum kembali menatap wajah adik laki-lakinya itu.
"Keluar dari geng motor itu, atau gue bilangin ke Mama sama Papa"
Arvin yang mendengar itu langsung berbalik menatap Arsaki sinis "Cepu lo! Bilangin aja, lagian mereka ga akan peduli sama gue"
"Arvin!"
"Apa? Lo mau ngebantah apa Mas? Emangnya omongan gue ada yang salah?"
"Engga kan?!"
Arsaki terdiam sejenak, ia hendak membalas omongan Arvin namun urung ia lakukan ketika seseorang menginterupsi keduanya.
"Kalian berdua ini kenapa sih?!"
"Ini rumah sakit dan kalian malah ribut disini. Kalian pikir rumah sakit ini punya nenek kalian?"
"Emang bukan punya nenek, tapi punya kakek" Arvin menggumam lemah, menyadarkan Cakra bahwa dia salah bicara.
"Astaga" Ini Cakra yang berucap.
"Rumah sakit ini emang punya kakek kalian. Tapi kalian ga bisa seenaknya gini loh Ki, Ar"
"Maaf" Tutur Arvin pelan.
"Lagian nih ya, kalian tuh ga inget apa lupa kalo Asha, adik kalian itu sekarang kondisinya lagi ga baik-baik aja. Dan kalian malah berantem. Ga habis pikir Om sama kalian" Ya, itu adalah Om mereka, Cakra Giandra Arkatama. Adik dari Ganendra Arkatama yaitu ayah Arsaki dan Arvin. Juga adik ibunda Asha, Elvania Arkatama.
Dan omong-omong, sekarang mereka sedang berada di Arkatama Medical Center. Rumah sakit milik keluarga Arkatama.
Kembali ke Cakra. Laki-laki berusia 30 tahun itu kini masih memandang kedua ponakan laki-lakinya yang sekarang hanya saling memalingkan muka. Ia sendiri sudah hafal bahwa sedari dulu keduanya memang suka bertengkar, dan biasanya Alasha lah yang selalu bisa mendamaikan mereka.
"Kalian udah kasih tau mbak Elva sama mas Satya?" Tanya Cakra lagi, kali ini dengan nada suara yang lebih rendah.
"Udah Om, ayah sama bunda lagi di jalan" Saki yang menjawab.
"Ya udah, sekarang kalian tenangin diri dulu, tunggu dokter Nugroho keluar. Om masih ada pasien yang harus di urus" Ucapnya lagi lalu beranjak pergi. Cakra memang seorang dokter, dia menjadi dokter pendamping Asha. Meski begitu ada dokter lain yaitu dokter Nugroho. Dokter spesialis yang selalu menangani Asha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not a Secret Admirer [Complete]
Teen Fiction[𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞-𝐅𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬𝐲] 𝑬𝒕𝒉𝒆𝒓𝒂𝒍𝒂𝒏𝒅 𝑼𝒏𝒊𝒗𝒆𝒓𝒔𝒆 𝑩𝒐𝒐𝒌 𝟏 - "Dia si cewek aneh yang punya kaitan penting sama gue" ***** Alasha Catalina Radeva atau biasa dipanggil Asha. Gadis remaja kelas 11 SMA yang kehidupannya mendadak...
![Not a Secret Admirer [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/284239470-64-k910580.jpg)