Happy Reading!
▫ ▫ ▫
"Karena aku menyukaimu"
"Kau tak perlu alasan untuk menyukai seseorang bukan?"
Kalimat dalam mimpi itu teringat jelas dipikiran Elang, sebenarnya mengapa mimpi itu datang kedalam tidurnya, mimpi yang Elang sadari telah membuat ia bertingkah tak semestinya kepada Alasha.
Padahal nama Alasha sama sekali tak tersebutkan dalam mimpinya. Melainkan nama Claretta lah yang ia dengar. Tetapi siapa Claretta, Elang sama sekali tak bisa mengingat bagaimana wajah gadis itu di mimpinya. Sedangkan sosok pemuda yang bersama Claretta memanglah sosoknya. Akhir-akhir ini entah mengapa banyak mimpi-mimpi aneh yang masuk ke tidurnya.
Mengalihkan perhatiannya, Elang yang kini masih mengendarai motor, tiba-tiba oleng dan hampir terjatuh saat seorang pengendara lain menendang motornya.
Dan hanya satu orang yang berani melakukan hal itu kepadanya. Anggota Red Cobra. Lebih tepatnya Dendra.
Benar saja, kini Dendra dan teman-temannya itu menghentikan motornya, menghadang Elang yang juga tengah berhenti. Itu dapat mereka lakukan karena sekarang mereka tengah berada di jalanan yang sepi.
"Apa kabar Lang?" Kata Dendra berbasa-basi, seakan ia berteman dekat dengan Elang.
Elang melepas helmnya menatap Dendra jengah "Ga bosen lo cari gara-gara sama gue?"
"Enggak sih" Dendra mendekat "Soalnya gue denger kalo sekarang lo lemah" Katanya dengan disambung tawa di akhir kalimatnya.
Elang menyeringai tipis "Ngeremehin gue lo?"
Sedangkan Dendra tak lagi menjawab, ia langsung menyerang Elang. Laki-laki itu juga mengerahkan anak buahnya untuk ikut bertarung bersamanya.
Tujuh banding satu.
Tak adil, sungguh pertarungan yang tidak adil. Orang lain akan mudah dikalahkan jika mendapat serangan dari orang sebanyak itu. Tetapi sayangnya, yang saat ini mereka lawan adalah Elang. Fighter terbaik yang dimiliki Larskar.
Sementara itu di tempat lain Alasha dan kakak sepupunya, Arvin sedang berada di mobil yang tengah berjalan menuju bioskop. Ingin menghabiskan waktu bersama saat ini.
"Sayang banget deh Mas Saki ga bisa ikut"
"Calon dokter mah sibuk mulu, Sha" Kata Arvib, sedangkan Alasha langsung mengangguk menyetujui.
"Mas Ar ga pengen jadi dokter juga?"
"Engga ah, kan udah ada Mas Saki" Balasnya dengan tetap memperhatikan kemudi.
"Ga papa lah, biar double"
"Kamu sendiri, gimana?"
Asha mempoutkan bibirnya, mencoba untuk berpikir sejenak "Emm, Asha lebih pengen nerusin perusahaannya Ayah sih"
"Ga mudah kalo kamu mau nerusin perusahaan Ayah. Apalagi perusahaan Ayah perusahaan besar"
"Iya, bener. Mas dukung Asha terus ya supaya nanti bisa nerusin perusahaan Ayah"
"Siap Tuan Putri" Balas Arvin, membuat Asha teringat dengan kisah masa lalunya.
Tak ingin mengingat terlalu lama, Asha kini mengarahkan kepalanya ke jendela mobil. Hendak melihat-lihat keadaan di luar. Hingga akhirnya sesuatu hal menarik perhatiannya.
"Mas, itu Kak Elang kan?"
Pandangan Arvin mengikuti jari telunjuk Asha, dan benar saja, ada Elang di sana. Tengah berkelahi dengan mereka yang pemuda itu yakini adalah Red Cobra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not a Secret Admirer [Complete]
Jugendliteratur[𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞-𝐅𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬𝐲] 𝑬𝒕𝒉𝒆𝒓𝒂𝒍𝒂𝒏𝒅 𝑼𝒏𝒊𝒗𝒆𝒓𝒔𝒆 𝑩𝒐𝒐𝒌 𝟏 - "Dia si cewek aneh yang punya kaitan penting sama gue" ***** Alasha Catalina Radeva atau biasa dipanggil Asha. Gadis remaja kelas 11 SMA yang kehidupannya mendadak...
![Not a Secret Admirer [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/284239470-64-k910580.jpg)