Happy Reading!
▫ ▫ ▫
Matahari siang bersinar tak begitu terik, membuat sebagian orang dengan santai menikmati suasana. Sama halnya dengan murid-murid SMA Olympus yang baru saja keluar dari gerbang untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
Begitu pula dengan Asha, ia tengah berada di perjalanan pulang kali ini. Tetapi sayangnya, mobil yang ditumpangi Asha mendadak mogok, membuat ia terserang rasa bosan karena harus menunggu mobilnya untuk diperbaiki.
"Non Asha yakin?" Tanya pak Rudi, seorang lelaki paruh baya yang bekerja sebagai supir yang mengantar dan menjemput Asha, ketika Asha memilih untuk berjalan-jalan sebentar.
"Yakin. Nanti kalo aku nyasar, aku langsung telpon pak Rudi"
"Ya udah kalau begitu. Bapak telpon montir dulu"
Asha mengangguk "Aku jalan dulu Pak"
Asha kemudian berjalan menyusuri trotoar, mencari-cari hal menarik di daerah sana. Meski ia tak begitu menghafal jalanan, tapi ia yakin bahwa ia tak akan sampai tersesat. Lagi pula kalau ia tersesat ia bisa langsung menelfon supirnya itu dan meminta untuk dijemput.
Beberapa menit berjalan, Asha akhirnya menemukan sebuah toko pernak-pernik lucu. Asha pun memasuki toko tersebut. Sayangnya, tak ada barang yang diinginkannya, ia pun kembali keluar dari sana.
Asha kembali menelusuri trotoar. Ia awalnya ingin kembali ke tempat mobilnya mogok tadi. Tetapi ia urungkan niatnya ketika melihat seseorang berada di depan sebuah kafe yang ada di seberang jalan.
"Kak Elang!!" Ya itu Elang, dan Asha langsung berteriak untuk memanggilnya.
Elang tak menengok, sepertinya ia tak mendengar.
"Eh, itu bukannya Mas Arvin?" Monolog Asha saat melihat seorang lelaki menghampiri Elang.
"Mas Ar!!" Tak ada respon. Asha mencoba memanggilnya lagi.
"Mas Arvin!!"
"Woi Arvin!!" Panggilnya lagi dengan suara yang lebih kuat.
Arvin yang merasa terpanggil pun menengok, mencari sumber suara, yang kedengarannya sedikit barbar.
"Alasha?" Ucap Arvin tak yakin.
Sadar bahwa Arvin melihatnya, Asha langsung melambaikan tangannya.
Sesaat kemudian Asha menyebrang kesana, menghampiri Mas Ar dan Kak Elang yang akhirnya menyadari keberadaan Asha.
"Hai kak Elang" Sapa Asha riang ketika ia sudah sampai di hadapannya.
Tak ada tanggapan, kasian ya.
"Lo kenal dia, Sha?" Ini Arvin yang bertanya heran.
"Kenal dong. Dia yang sempet gue ceritain itu"
"Itu Bang Elang?"
Asha tersenyum "He eum"
Sedangkan Azura hanya menampilkan ekspresi tak menyangka.
Elang yang merasa dibicarakan pun menengok, memandang keduanya. Sedikit penasaran. Ingat, hanya sedikit.
"Ah Kak, Mas Arvin ini kakak sepupunya Asha" Asha menerangkan.
"Pantes akrab"
Ya Tuhan..
Apa ini? Asha tidak salah dengar kan? tumben sekali Elang merespon. Kalau begini kan Asha jadi merasa tidak terkacangi lagi.
Asha tersenyum senang, lalu setelahnya kembali beralih kepada Arvin. "Lo ngapain disini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Not a Secret Admirer [Complete]
Novela Juvenil[𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞-𝐅𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬𝐲] 𝑬𝒕𝒉𝒆𝒓𝒂𝒍𝒂𝒏𝒅 𝑼𝒏𝒊𝒗𝒆𝒓𝒔𝒆 𝑩𝒐𝒐𝒌 𝟏 - "Dia si cewek aneh yang punya kaitan penting sama gue" ***** Alasha Catalina Radeva atau biasa dipanggil Asha. Gadis remaja kelas 11 SMA yang kehidupannya mendadak...
![Not a Secret Admirer [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/284239470-64-k910580.jpg)