Chapter 38: First Date

157 13 4
                                        

▫️▫️▫️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

▫️▫️▫️

Sejak pagi-pagi sekali Alasha sudah mengobrak-abrik lemari pakaian miliknya. Bingung ingin menggunakan baju yang mana. Karena hari ini pertama kalinya ia akan kencan bersama Elang. Rasanya ia amat sangat senang. Bahkan disaat ajakan kencan itu Elang kirimkan melalui pesan, Asha sampai memukul dan menggigit bantal yang sebelumnya ia gunakan.

Dan sekarang, karena antusiasme yang amat tinggi Asha benar-benar bingung sekali. Apa yang akan ia kenakan hari ini?

"Make yang mana ya?" Monolog Asha. Ia yang sudah merasa lelah pun langsung merebahkan dirinya, menindih baju-baju yang sebelumnya ia letakkan diatas kasurnya begitu saja.

"Ya ampun Asha!" Suara itu mengejutkan Asha. Gadis itu pun spontan terbangun dan melihat wajah ibundanya di sana.

"Kok berantakan gini?"

"Hehe." Asha tercengir. "Asha bingung pilih baju Bunda."

"Kamu mau kemana emangnya?"

"Nge-date."

"Hah? Apa?!!" Bukan Bunda, tapi respon berlebihan itu datang dari Ayah yang tiba-tiba ada di sana.

"Nge-date? Kamu punya pacar? Sejak kapan kamu punya pacar? Siapa, Sha? Siapa pacar kamu?!"

"Ayah ah, ga usah lebay deh."

"Ayah serius Asha. Jawab dulu coba."

"Sstt hei, jangan ribut." Bunda menengahi.

"Ayah duluan Bunda... Shock berat kayanya, makanya jadi lebay."

"Bunda juga kaget lho kamu bilang mau nge-date. Ayo sekarang ceritain dulu, kamu mau nge-date sama siapa?"

Asha bergeming. Jujur ia bingung bagaimana ia memulai ceritanya.

"Sha..."

"Emm oke oke. Asha cerita."

"Jadi, Asha suka sama kakak kelas Asha namanya Elang. Sebelumnya cuma Asha doang yang suka, Kak Elang nya ga suka Asha."

"Terus?"

"Terus karena Asha tidak gampang menyerah, jadi Asha berusaha buat bikin Kak Elang suka sama Asha."

Ayah dan Bunda kompak mengangguk-anggukan kepala, seakan tengah mendalami cerita Asha. "Ya, terus?"

"Terus Asha berhasil. Kemaren waktu ke pantai, Kak Elang nembak Asha. Dah sekarang Asha udah resmi pacaran sama Kak Elang."

"Terus?"

"Udah Ayah... Terus-terus mulu."

"Elang Elang ini gimana orangnya? Sebaik apa dia sampe kamu ngejar-ngejar dia?" Tanya Ayah lagi.

"Kak Elang itu pinter banget, atlet panahan, dan dia anak motor. Satu club sama Mas Ar."

"Ohh kenal berarti ya sama Arvin?"

Not a Secret Admirer [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang