[𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞-𝐅𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬𝐲]
𝑬𝒕𝒉𝒆𝒓𝒂𝒍𝒂𝒏𝒅 𝑼𝒏𝒊𝒗𝒆𝒓𝒔𝒆
𝑩𝒐𝒐𝒌 𝟏
-
"Dia si cewek aneh yang punya kaitan penting sama gue"
*****
Alasha Catalina Radeva atau biasa dipanggil Asha. Gadis remaja kelas 11 SMA yang kehidupannya mendadak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
▫️▫️▫️
Sudah lebih dari lima hari sejak diadakannya ujian kelulusan bagi Elang dan murid kelas XII lainnya. Kini di hari terakhir ujiannya, Elang mengerjakan dengan baik soal-soal yang ada. Meski sebelumnya ia cukup kesulitan dengan soal Ekonomi yang memang menjadi pelajaran yang paling susah ia kuasai.
Dan akhirnya, saat 50 soal telah benar-benar terisi kertas ujian itu dikumpulkan. Bersamaan dengan kertas-kertas milik yang lain. Satu-persatu teman-temannya mulai meninggalkan kelas sama seperti dirinya. Terlihat ada raut bahagia dan kelegaan yang amat begitu kentara dari wajah mereka semua.
"Ahh, gue lega banget akhirnya kelar ujiannya." Everly yang bersuara.
"Sama. Gue juga. Tinggal leyeh-leyeh aja sekarang."
"Eh, besok main yuk."
"Main kemana Ev?" Justin menanggapi dengan bertanya.
"Emm puncak? Ke timezone, atau kemana gitu."
"Healing." Lanjutnya.
"Boleh sih. Yuk Lang." Justin mengajak Elang yang sedari tadi hanya menyimak percakapan mereka.
"Cuma bertiga?"
"Enggak. Gue bakal ajak Kak Saki, lo ajak Asha." Balas Everly yang langsung membuat Justin protes.
"Lah ntar gue jadi nyamuknya dong?!"
"Ya ajak yang lain juga. Kan besok semua libur. Araska, Arvin, anak Larskar yang lain, terus temen-temen Asha juga ajak aja. Kita ramean."
Elang terlihat berpikir. "Boleh sih. Udah lama juga ga liburan."
"Nah!"
"Eh tapi Asha udah boleh pergi emang?"
"Emm ga tau si Just. Tapi kalo ada dua penjaganya pasti boleh."
"Bukannya tiga ya Ev?"
"Siapa aja?"
"Pacar lo, Arvin, sama Elang."
Everly membulatkan mulutnya. "Oh iya. Si bucin lupa di itung." Katanya kemudian. Sementara Elang bergeming tak menanggapinya.
"Bucin sih bucin. Tapi mau sampe kapan hts-an nya? Keburu Asha diambil yang lain." Justin berkomentar, menyindir Elang karena tak kunjung menjadikan hubungannya dengan Asha berstatus pacaran.
"Ish lo mah. Serius Lang, kapan lo mau confess ke dia?"
Elang diam untuk sejenak dengan pikirannya yang berkeliling. Sebenarnya sekalipun ia tak menembak Asha, atau menjadikan Asha sebagai pacarnya mereka pasti tetap akan bersama bukan. Tetapi jika tidak begitu, Asha dapat saja didekati oleh orang lain karena mereka akan mengira bahwa gadis itu tak memiliki siapa-siapa.