[𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞-𝐅𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬𝐲]
𝑬𝒕𝒉𝒆𝒓𝒂𝒍𝒂𝒏𝒅 𝑼𝒏𝒊𝒗𝒆𝒓𝒔𝒆
𝑩𝒐𝒐𝒌 𝟏
-
"Dia si cewek aneh yang punya kaitan penting sama gue"
*****
Alasha Catalina Radeva atau biasa dipanggil Asha. Gadis remaja kelas 11 SMA yang kehidupannya mendadak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
▫️▫️▫️
Suara yang berasal dari mesin elektrokardiogram itu memenuhi setiap inci dari ruangan itu. Mengisi kekosongan yang hadir di sana. Bersama Asha, yang dengan lemahnya terbaring, seraya menutup rapat matanya.
Asha masih belum tersadar dari tidur panjangnya. Sudah empat hari semenjak ia dinyatakan koma. Dan dihari keempat inilah Elang pergi ke sana. Hendak menemui gadis yang selama beberapa waktu terakhir ini eksistensinya meredup karena terus berada di rumah sakit.
Kini sebelum ia pergi menuju ruang ICU, Elang mampir ke ruangan ayahnya. Lalu menghubungi Arvin terlebih dahulu. Menanyakan bagaimana keadaan di sana dan apakah ia benar-benar diizinkan untuk menjenguk Asha.
"Kapan Asha bisa sadar, Pa?" Elang bertanya pada ayahnya. Hendak mengisi waktu kosong yang sebenarnya juga tengah digunakannya untuk menunggu balasan Arvin.
Dokter Nugroho yang tengah sibuk dengan lembaran kertas di mejanya menengok kearah Elang. Lalu setelahnya menggeleng pelan. "Papa sendiri ga tau Lang, sulit untuk menentukan kapan seseorang bangun dari kondisi koma seperti Asha sekarang ini."
"Tapi masih tetap ada kemungkinan Asha bangun kan?"
"Ya, selama keadaannya membaik dan penanganannya tepat, Papa yakin Asha bisa bangun."
Elang tak lagi menjawab, ia memilih untuk tetap diam sampai akhirnya muncul suara notifikasi yang berasal dari ponselnya.
Balasan pesan dari Arvin, berisi rentetan tulisan yang mengatakan bahwa pemuda itu tengah sendirian dan Elang bisa kesana, menjenguk Asha. Dan tanpa berlama-lama Elang pamit pada ayahnya. Meminta izin untuk pergi dari sana dan beralih ke ruangan tempat Alasha berada.
"Masuk aja, gue udah izin sama Bunda." Begitu kata Arvin saat Elang sampai. Dan Elang pun menurut, yang selanjutnya pergi ke dalam ruangan tersebut. Usai sebelumnya mengenakan baju luar yang diperuntukkan bagi penjenguk agar tetap steril saat masuk.
"Alasha." Elang mencoba menyapa usai melihat gadis itu. Ia kemudian mendudukan dirinya pada sebuah kursi yang ada di samping hospital bed milik Asha.
"Kita masih bisa ketemu lagi ya Sha,"
"Sayangnya...harus dengan kondisi lo yang begini."
"Tapi gue tetep bersyukur Sha, karena lo masih bisa bertahan sampe sekarang." Elang melanjutkan, tetap dengan suara lembutnya yang sebenarnya sarat akan sebuah kesedihan.
▫️▫️▫️
Kemarin, saatLarskardiserang.
"Gue di sini buat bantuin lo, Lang."
Sontak perkataan Dendra membuat semua orang tercengang. Ia yang biasanya menjadi otak dalam penyerangan yang dilakukan Red Cobra kenapa sekarang malah datang dan mengatakan bahwa ia akan memberikan bantuannya.