Happy Reading y'all:*
▫️▫️▫️
Panik. Satu kata yang mencerminkan keadaan Naya saat ini.
Saat baru keluar dari kafe, ia memang tak melihat Asha dan Zoya ditempatnya tadi. Awalnya ia mengira bahwa kedua orang itu hendak mengerjainya, namun saat sudah hampir 10 menit menunggu, mereka tak kunjung muncul. Membuat Naya mulai khawatir. Apalagi saat ia akhirnya melihat sesuatu yang tergeletak tak jauh disana.
Novel baru yang sempat Asha beli di mall tadi.
Tanpa berlama lagi, Naya memungut novel itu. Setelah memastikan bahwa itu memang novel Asha, dengan cepat ia langsung menghubungi kakak sepupu Alasha, Arvin.
Sementara itu, Angkasa yang sudah sampai di lokasi yang dimaksudkan Zoya tadi kini tengah berjalan kelimpungan, mencari keberadaan gadis itu. Beberapa kali Angkasa sempat menelepon, tetapi nihil. Zoya tak mengangkatnya.
"Zo, lo dimana sih?" Ucap Angkasa seraya berusaha untuk tetap berpikiran baik. Mungkin, Zoya memang sedang tidak memainkan ponsel, atau mungkin ponselnya dalam keadaan silent. Ya, mungkin saja.
Tetapi saat masih mencari, Angkasa malah tak sengaja mendengar sayup-sayup suara di belakangnya. Di tolehkanlah kepalanya ke sumber suara itu. Dan disanalah ia menemukan seorang gadis yang terlihat sama paniknya dengan dirinya.
"Asha, Zoya.."
"Ga usah ngumpet lo berdua, cepetan sini!" Kata gadis itu, otomatis membuat Angkasa langsung menghampirinya.
"Nama lo Naya?" Tanya Angkasa tanpa berbasa-basi.
"Temennya Zoya sama Asha kan" Angkasa berkata lagi dan Naya pun akhirnya mengangguk sebagai jawaban.
"Dimana Zoya sama Asha sekarang?"
Gadis itu menggeleng frustasi "Gue ga tau, mereka ngilang"
Angkasa mengerutkan keningnya. Ia sudah tak bisa berpikiran baik lagi sekarang
"Lo bisa jelasin ke gue gimana ceritanya?"
"Kita tadi abis makan di kafe ini, waktu keluar gue inget ada barang yang ketinggalan. Gue masuk lagi dan mereka nunggu disini" Jelas Naya, kali ini dengan nada yang lebih tenang.
"Tapi waktu gue keluar lagi buat nyamperin mereka, mereka udah ga ada. Gue kira mereka ngerjain gue, tapi mereka ga muncul-muncul" Gadis itu meneruskan.
Dan Angkasa akhirnya ikut frustasi setelah mendengarnya. Lalu ketika keduanya masih sama-sama bingung tentang apa yang akan dilakukan sekarang, Elang, Arvin, dan juga Araska yang sebelumnya hendak menyusul akhirnya sampai disana.
"Dimana Asha Nay?!" Arvin spontan bertanya.
"Gue ga tau Arvin..." Balas Naya, ia sudah hampir menangis kini.
Angkasa yang ada di sana pun akhirnya memilih untuk menjelaskan kronologi yang dikatakan Naya sebelumnya.
"Apa ada orang aneh yang lo liat di sekitar kalian?" Kali ini Elang yang bertanya, mengarah pada Naya. Mendengar itu pun Naya langsung terdiam sejenak, ia mencoba mengingat sesuatu.
"Iya!" Seru Naya.
"Gue liat ada orang yang ngeliatin Zoya sama Asha waktu gue masuk lagi ke kafe tadi"
"Gue sama sekali ga kepikiran orang itu punya niat jahat, karena emang Asha sama Zoya itu sering dapet perhatian dari orang disekitarnya" Kata Naya lagi, dan yang lainnya pun diam menyetujui.
"Lo inget ciri-ciri orang yang lo liat itu?"
"Dia pake hoodie sama topi warna item, dan kalo ga salah, ada gelang di tangannya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Not a Secret Admirer [Complete]
Jugendliteratur[𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞-𝐅𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬𝐲] 𝑬𝒕𝒉𝒆𝒓𝒂𝒍𝒂𝒏𝒅 𝑼𝒏𝒊𝒗𝒆𝒓𝒔𝒆 𝑩𝒐𝒐𝒌 𝟏 - "Dia si cewek aneh yang punya kaitan penting sama gue" ***** Alasha Catalina Radeva atau biasa dipanggil Asha. Gadis remaja kelas 11 SMA yang kehidupannya mendadak...
![Not a Secret Admirer [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/284239470-64-k910580.jpg)