☡Wajib follow terlebih dahulu bestie <3
Seorang anak laki-laki bernama Elandra Abima
Kusuma merupakan anak yang begitu keras kepala.
Ia harus menerima kenyataan dengan di jodohkan dengan anak dari teman ayahnya.
Akankah pernikahan mereka berlangsung...
Dibiasakan sebelum membaca Vote dengan memencet tanda bintang di bawah ya!
Selamat membaca
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi yang cerah , seorang gadis cantik dengan hijab yang ia pakai tengah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Ya , gadis tersebut adalah Sanara Putri Mahardika , anak dari Kirana Dwita dan Gavin Mahardika.
Gadis yang biasa di panggil dengan sebutan Nara ini , memiliki ke pintaran yang cukup baik dan kebanggaan sekolah nya. Setelah bersiap-siap Sanara atau nara berjalan menuruni tangga ia melihat sang kakak sedang sarapan pagi , sanara pun mendekati sang kaka dan bertanya.
"Kak?ayah belum pulang?padahal kan besok ulang tahun nara." ucap sanara kepada sang kaka , ia berharap sang kaka menjawab nya dengan jawaban menyenangkan , namun..
"Diem deh lo , ga usah kaya anak kecil! nanti juga balik mending sekolah sono! ribet amat jadi anak." jawab sang kakak , tentu nya sanara kaget dan ketakutan ia kira kakaknya sudah berubah dan melupakan masa lalu , namun sepertinya ia salah kakak nya masih saja membencinya.
"Baik kak , aku permisi , assalamualaikum." ucap sanara dengan pelan.
"Waalaikumsalam." jawab sang kakak dengan melanjutkan sarapannya
Setelah berpamitan dengan sang kakak sanara pun segera pergi ke sekolah dengan menggunakan motornya , setelah sampai di sekolah pun ia bergegas untuk masuk kedalam kelas nya , XII MIPA 1.
Anak pintar...
"Hayy sanara kuhh." ucap Ayuna , teman sanara dari waktu dia MOS SMP , sanara memiki 2 teman yang selalu mendukung dan ada setiap Sanara sedih dan banyak pikiran.
"Nar , muka lu kenapa?ada masalah?kakak lu ngapain lu lagi?jawab nar!." ucap Dinaya. teman sanara dan ayuna , mereka sudah tau betul sifat kakak nya terhadap sanara itu seperti apa.
"Ah itu , e-engga kok engga papa yun , din ,." jawab sanara dengan duduk di samping dinaya , walaupun sanara menutupi semua rasa sakit nya , mereka tetap tau dibalik keceriaan seorang Sanara.
"Engga! Kita temenan udah dari SMP nar! Lu jangan seolah-olah bohong in gue sana ayuna!." dinaya , tau betul sanara pandai menutupi rasa pedih nya walaupun seperti itu sanara tetap diam dan tersenyum.
"Ini semua salah aku ya din?yun?ibu engga ada , ibu meninggal gara-gara aku , aku anak yang durhaka." ucap sanara dengan tangisan kecil nya , ia merasa gagal menjadi seorang anak. Entah mengapa terkadang perkataan kakak nya selalu membuat Sanara seperti ini.
"Hey lu bilang apa?ini belum tentu lu yang salah nar , semua itu udah ada takdirnya masing-masing , garis tangan kematian udah di atur sama allah , so jangan nganggep diri lu salah terus oke?." ucap dinaya kepada sanara dinaya pun langsung memeluk sanara , karna ia tau masalah yang di alami nya.
Flashback
Taman Dimana tempat ini sanara sedang bermain dengan sang ibu dan juga kakaknya. Sanara kecil pun berhenti dan melihat diseberang ada toko eskrim rasa kesukaannya , sanara pun langsung berjalan menuju sang ibu dan berkata.
"Ibu , nala mau es klim itu! yann lasa coklat!." seru sanara kepada sang ibu.
"Biar kakak aja yang beliin ya dek ," tawar sang kaka , Gevian yang pada itu berusia 8 tahun sedangkan sang adik berusia 5 tahun.
"Nda mau , mau nna ibu yann beliin buat nala , bukan abang hump." jawab sanara dengan memalingkan wajah dan melimpat tangan nya di depan dada
"Lucunya kamu , iya udah ibu belikan sebentar ya?." ucap sang ibu kepada sanara. Ibu sanara pun langsung segera membelikan es krim untuk anak nya ini. Tapi tiba-tiba..
NYONYA AWASS!!
TINTIN!!! BRUKK!!! SRETTT!!!
Ibu sanara pun terjungkal begitu jauh dari jalan itu , sanara dan gevian yang melihat itu pun lari kepada sang ibu dan langsung memeluknya.
"IBU! jangan tinggalin gevian bu! Vian masih butuh ibu!" ucap gevian kepada sang ibu dengan segukan , ibu mereka yang sudah lemas tersenyum dan berkata ,
"Vian , jaga adik mu , sanara buat dia bahagia dan jangan membuatnya sedih , i-ibu u-udah engga kuat , maafkan ibu nak.." ucap sang ibu dengan pelan , dan detik itu pun ibu mereka meninggalkan mereka dengan keadaan yang sangat menyedihkan.
"Ibu?ibu bangun bu,sanara minta maaf bu!" ucap sanara kecil dengan memeluk sang ibu yang sudah tidak bernyawa.
Flashback off
TBC. . . . . . Jangan lupa vote dan follow hargai author! See u next part!