"Yaz!"
"Ayaz!!"
"Woi Tama!!!"
Plakkk
Ayaz yang tak sabar, menggeplak belakang kepala Ucup hingga tubuh Ucup limbung ke depan.
"Anjing! Sakit bego, Yaz!"
"Elo ngapain manggil-manggil nama bapak gue! Kurang kerjaan banget sih Lo!"
"Kan nama elo Ayaz Naratama. Gue salah apa kalo manggil Tama?"
"Lo mau, gue panggil Ara?"
Setengah badan Ucup menempel ke dinding kelas, tangannya bersedekap dada dan kakinya disilangkan bergaya. Ucup menatap Ayaz dengan wajah yang aneh.
"Ck, terserah Lo lah. Lo mau apa manggil gue?"
"Mau, Lo. Boleh?"
Plakkk
"Sakit bego! Gue salah apa lagi coba!"
Ucup memegang pipi kanannya yang habis ditampar Ayaz dengan sangat kencang. Pipi Ucup sedikit memerah karena tamparan Ayaz.
"Kata-kata Lo. Ambigu!"
"Dihh, maksud gue tuh, gue butuh saran elo! Pikiran elo noh yang penuh kotoran."
Ayaz berjalan menuju tempat duduknya, diikuti dengan Ucup yang mengekor di belakangnya. Ia mengambil buku bacaannya di kolong meja dan mulai membaca.
"Yaz! Gue butuh saran elo nih."
Masih dengan pandangan ke buku bacaannya, "Saran apaan sih."
"Saran, jalur alternatif biar jodoh gue, Zara."
Secara cepat, kepala Ayaz menengok ke arah Ucup. Dilihatnya Ucup yang cengengesan.
"Kenapa? Lo cemburu?"
"Enggak! Ngapain gue cemburu! Unfaedah banget!"
"Halah. Ngaku Lo, kalo elo cemburu!"
Goda Ucup. Ucup gemas kepada Ayaz karena menurutnya, walaupun Ayaz termasuk golongan cowok pintar dalam bidang akademik maupun non akademik, tidak bisa dipungkiri kalau Ayaz merupakan cowok paling bodoh yang tidak bisa mengetahui perasaannya bagaimana dan besar gengsinya.
"Gengsi aja Lo gedein. Giliran gue jadian sama zara nangis 7 hari 7 malem."
"Gue gak se-lebay itu."
"Masa? Yaudah gue minta saran elo, supaya gue jadian sama zara."
Ayaz kembali menoleh, kali ini Ayaz melayangkan tatapan tajamnya kepada Ucup.
"Ups." Ucup menutup mulutnya, sedikit menggoda Ayaz kembali.
"Canda, Yaz. Gue tau kok kalo elo suka sama Zara. Tenang aja."
Ucup menepuk-nepuk pundak Ayaz. Ucup memang sudah menyadari dengan sendirinya kalau sahabat nya itu telah menyukai Zara semenjak belajar bersama.
Tapi, karena Ayaz bodoh dalam hal perasaan ini, Ucup menjadi sangat geram apalagi karena permasalahan keduanya yang menyebabkan Zara sedikit menjauhi Ayaz.
"Lo tuh jadi cowok yang peka dikit, Yaz. Zara gak mau belajar bareng Lo, bujuk dia supaya mau belajar bareng elo lagi."
"Gue udah bujuk dia supaya mau belajar bareng gue lagi, Cup. Tapi apa? Dia malah nolak mentah-mentah."
"Ya elo sih! Ngapain coba marah-marah sama Zara. Udah tau hati cewek itu lembut, walaupun buat cewek modelan kaya dia."
"Gue kan enggak bermaksud kaya gitu. Lagian waktu itu gue lagi capek, terus dihadepin Zara yang cerewet, marah lah gue."
Tanpa sadar, Ayaz sudah mulai tertarik membicarakan permasalahannya dengan Zara waktu lalu kepada Ucup.
Ucup yang melihat raut wajah Ayaz, yakin kalau sahabatnya itu memang benar-benar sudah menyukai Zara. Terlihat dari rasa bersalah dan cemburu saat beberapa hari lalu melihat kedekatan Zara dengan teman sekelasnya.
"Terus sekarang elo sama Zara gimana?"
"Ya, enggak gimana-gimana."
"Lo gak ada niatan buat nembak Zara, Yaz?"
Ayaz terdiam sebentar, otaknya memikirkan apakah dirinya memang benar-benar sudah menyukai cewek yang selama ini sudah mengganggu ketenangan hidupnya disekolah.
"Emang gue keliatan suka sama dia?"
"BANGETT!!! Lo nya aja yang bego! Kegedean gengsi! Gak mau ngambil resiko! Pinter doang buat pelajaran, kalau soal perasaannya bego!"
"Daripada elo! Sama sekali bego dalam pelajaran!"
"Tapi soal percintaan, gue ahlinya."
Ayaz memalingkan wajahnya malas dari Ucup, "Cih, dihadepin cewek kaya Rifa aja langsung ilfeel."
"Lo mau gue comblangin kagak, sama Zara?!"
"Comblangin? Apaan itu?"
Ucup menghela napas panjang, maklum Ayaz tidak pernah sama sekali berpacaran dengan cewek, sering nya pacaran sama buku.
"Makanya,Yaz. Kalo sekolah itu perbanyak pergaulan supaya banyak pengalaman juga, biar nggak katrok. Comblangin aja Lo kagak tau."
"Lo muji gue, apa hina gue?"
"GAK ADA YANG LAGI MUJI ELO TAMA!!!"
Ayaz terjingkak kaget. "Santai,Cup. Santai."
Haduh Ayaz Ayaz.
Dia hidup di zaman apa coba, masa comblangin aja kagak tau.
Ck ck ck
Kasih tau dong readers, apa pengertian dari comblangin, kalau perlu suruh search aja di google.
Kasian Ucup, punya bestie modelan kaya Ayaz.
Untung kagak, bikin darting iya.
Segini dulu ya cuap-cuap gue....
Happy Reading all....
KAMU SEDANG MEMBACA
Physical Touch [end]
Teen FictionPhysical Touch, merupakan salah satu cara mengungkapkan rasa sayang kepada pasangannya yang mengacu pada cara mengekspresikan dan menerima kasih sayang melalui sentuhan, kedekatan fisik, serta bentuk lain dari sentuhan fisik. Dia Ayaz, cowok yang sa...
![Physical Touch [end]](https://img.wattpad.com/cover/304623576-64-k327582.jpg)