19 / Cinta?

5.5K 222 1
                                        

Sekarang mereka semua duduk dengan tenang. Mereka menunggu Farzan untuk menjelaskan semua rahasia ini.

Hekhem.

Farzan berdeham singkat, dia menatap mereka semua datar. "Jadi, perkenalkan mereka adalah sahabatku. Dan untuk kalian, wanita yang sedang duduk di dekatku, dia adalah istriku," ucap Farzan dengan menekan kata 'istriku'.

Naira hanya tersenyum kikuk, dia merasa sedikit aneh saat Farzan mengucapkan kata 'istriku'.

Gea dan Alifa membulatkan bola matanya terkejut saat mendengar ucapan Farzan. Sedangkan yang lain, hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Karena memang mereka sudah tahu kalau Farzan sudah menikah, tapi mereka belum mengetahui wajah istrinya.

Dan sekarang mereka menganggumi kecantikan yang dimiliki Naira. Kecuali Kenzie, dia hanya menatapnya datar. /Herman saya, cewek kaya apa sih yang dapat memikat hatinya Kenzie?!/

"Bagaimana kalian bisa nikah?" Farzan menolehkan kepalanya ke arah Gea.

"Ceritanya cukup panjang, intinya kita sudah menikah secara sah baik agama maupun hukum." Gea dan Alifa hanya menganggukkan kepalanya.

Tatapan Farzan beralih kepada temannya. "Perkenalkan diri kalian," titahnya dengan dingin.

Seketika Farel duduk dengan tegap, dia menyugar rambutnya ke belakang. "Hekhem, perkenalkan gue Farel Nagendra. Kalian bisa manggil gue dengan sebutan Abang Farel," ucap Farel dengan mengedipkan sebelah matanya.

"Kalau gue Alden Davanka, cowok yang paling ganteng dari mereka," ucap Dava dengan percaya diri.

"Tapi dia lebih ganteng," sahut Alifa dengan polos, jari telunjuknya menunjuk ke arah Kenzie. Naira dan Gea membelalakkan matanya saat mendengar penuturan dari sahabatnya yang begitu polos.

Kenzie yang merasa di tunjuk pun menatap Alifa dengan tatapan datarnya. Alifa membalas tatapan tajam Kenzie dengan tatapan polosnya.

"Aduh, Sayang, lo jangan mau deh sama kutub es satu ini, mending sama Mas Dava aja ya," ucap Dava.

Kenzie yang di panggil dengan sebutan 'kutub es' menatap tajam Dava. Sepertinya Dava mempunyai dua nyawa sehingga bisa mengatakan hal seperti itu.

"Gue Zidan Alfares," ucap Zidan mengalihkan pembicaraan.

"Dan bocah satu ini namanya Kei Paramudya, Adiknya Kenzie," lanjut Zidan menunjuk ke arah Kei yang sedang asik makan es krim.

"Kalau Abang ganteng satu ini siapa namanya?" tanya Gea kepada Kenzie. Kenzie menatap Gea sekilas, dia sangat malas untuk menjawab pertanyaan dari Gea.

"Kenzie Gavendra Paramudya," jawab Zidan saat mengerti tatapan Kenzie. Gea mengangguk mengerti, dia sedikit kecewa karena bukan Kenzie yang menjawab pertanyaannya.

Naira menatap semuanya satu persatu, dia baru tahu kalau suaminya mempunyai sahabat tampan seperti mereka. Meskipun mereka hanya sembilan puluh persen dari Farzan.

"Bos, gue lapar. Ada makanan gak?" tanya Dava dengan tampang wajah yang tidak berdosa.

Farzan menatapnya malas, "Gak ada, Bi Inah gak masuk hari ini," jawab Farzan.

Bahu Dava turun seketika, jujur dia sangat lapar. Karena sekarang sudah waktunya makan siang.

"Kamu lapar?" tanya Naira. Dengan cepat Dava menganggukkan kepalanya.

"Baiklah, biar aku masakan," ucap Naira lalu berdiri dari duduknya. Dava tersenyum senang mendengar ucapan dari Naira.

"Gue ikut," ucap Alifa dan Gea serempak.

02:00 (Aku menikah?!)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang